ALAM

ALAM
Tuntas kan semua, jangan setengah


__ADS_3

...----------------...


...----------------...


...----------------...


“kamu jangan bohong aldino. Kamu hanya tidur dengan kinan,mama sendiri me..”pekik sarah.


“cukup mah,cukup!,ini semua karena kalian berdua menjebakku.”bentak aldino kali ini berdiri menujuk sarah dan kinan. “kalian berdua yang membuat hidup ku dalam masalah ini. mama tidak pernah menerima kenyataan bahwa aku GAY, dan mama takut kalah saing dengan teman arisan mama. Mama iri kepada mereka. Kenapa mereka punya putra putri banyak?, kenapa mereka punya cucu?, kenapa aku tidak?. Mama selalu membandingkan diri mama dengan orang lain aku tau itu. Namun karena aku menyayangi mama aku selalu diam karena ini semua salahku,karena aku mama harus dihina terus terusan oleh nenek. Aku tau itu mah. Bahkan papa sendiri tak tau kalau ibunya menekan istrinya,”


Aldino,tak tahan lagi matanya berkaca kaca karena membentak ibunya. “aldino juga tidak ingin kayak gini,tapii aldino tidak bisa membohongi perasaan al mah. Al juga ingin normal. Al juga ingin membahagiakan kalian semua. Tapi al,,,,al tidak bisa menerima perempuan,apalagi dia!” tujuk aldino gemetar pada kinan. Perlahan air mata pria ini menitik begitu saja membuat semua orang ikut berlinang air mata.


Seketika sarah dan fram terdiam mati kutu begitu juga neneknya. “al tau mama menderita,seehingga melakukan hal yang menjijikan ini. tapi maafkan aldino mah. Aldino tidak bisa membantu mama. Aldino tidak bisaa menikah dengan perempuan yang sangat aldino benci. Dan berhenti memfiknah aldino dengan dia.”


“kami tidak tertarik dengan drama kalian,tapi kami kesini mintak keadilan dan keputusan yang tepat.”tegas lisa tak basa basi.


Aldino melihat lisa dan bintaro seketika.


“om harap kamu bertanggung jawab demi ke rukunan keluarga besar taro dan naga grub.” Ujar bintaro.


“saya tidak tau lagi, saya benar benar minta maaf. Saya mengirim uang sebanyak itu kepada anak kalian. Karena saya dan dia sudah bicara dihotel tersebut. Saya sadar saya tidak bisa menikahinya maka dari itu saya mengirimkan uang. Saya tidak tau kalau semua nya bakal begini.”ujar aldino kepada orangtua amara.


“kata maaf bisa mengembalikan semuanya?” ujar lisa membuat aldino terdiam seketika.


“harus kah aku menikahinya?”Tanya aldino.


“kenapa tidak,dia sudah kamu sentuh dan kamu juga sudah meninggalkan bibitmu didalam rahimnya” ketus lisa.


“maksudnnya?”


“dia hamil…


“apa?” aldino langsung melihat amara. “bukankah kamu bilang?”… “tidak..” aldino benar benar terkejut begitu juga yang lain.


“aku benar benar ingin melupakan ini,tapi mama bilang kalau aku tidak memberi tahu siapa ayahnya,mama memaksaku untuk membunuhnya. Aku tidak mau melakukan itu. Maafkan aku” ucap amara menangis dan takut.


Aldino benar benar tidak tau harus mengatakan apalagi,,dia benar benar prustasi dan menangis saat melihat gadis ini meminta maaf yang seharusnya bukan dialah yang meminta maaf . Pria ini terus terus menyesali perbuatannya dan pergi dengan tekanan yang sangat kuat. Amara ikut berlari dan mengejar pria ini.


“mara,


“amara”


Orangtuanya memanggil dan lisa menahan air matanya. Meski akhirnya tembus juga. “keluargamu berhasil menghancurkan keluarga ku” tunjuknya kepada sarah yang juga menangis. “kau sangat jahat sarah”pekik lisa terisak. “gara gara rencana busukmu putriku harus menanggung semuanya.”


“bin?,maafkan keluarga kami”ujar fram.


“saya tidak tahu harus jawab apa?, apakah harus memaafkan keluargamu atau tidak. Tapi kami benar benar kecewa.” Ujar bin yang jauh terpukul karena putri tunggalnya harus menerima kedinginan dari putra sahabatnya.


“kami akan melakukan apapun yang keluarga mu mau, tapi tolong jangan sampai persahabatan keluarga ini rusak” ujar fram menjanjikan.

__ADS_1


“kami berdua sebagai orangtua dari amara tidak menginginkan apapun dari sini. Tapi?.. kami hanya ingin mengabulkan permintaan putri kami. Dia tidak ingin membunuh janinnya tapi dia ingin putra mu bertanggung jawab.”


“kami janji,aldino akan tanggung jawab” sahut fram menjanjikan.


Disisi lain amara menyusul aldino kekamar pria ini. aldino menghela napas kemudian menghembuskanya dengan kasar. Iya melihat hamparan indah dari balkon rumahnya.


“mas, kamu akan menikahi ku bukan?”Tanya amara dari belakang yang berdiri jauh dari aldino.


“kenapa kau tidak membunuhnya saja?. Kenapa kamu harus membuat masalah sejauh ini hah?,kenapa hidup mu serumit ini?,kenapa wanita serumit itu hah?” ketus aldino kini berbalik melihat amara yang berdiri jauh dengan terus memegang sudut bajunya.


“kamu harus menikahiku” tutur amara terus menangis. “aku ingin mempertahankan dia” tambahnya.


“katamu hamil itu mudah hah?,,orang yang jauh lebih dewasa darimu saja,membunuh anaknya karena dia tidak ingin anak itu jadi beban.” Bentak aldino membuat gadis ini terkejut. “apalagi kau!,SADAR. Apakah kau tidak ingin menyambung sekolah hah?. Apakah kau hanya akan menempuh pendidikan sampai SMP. Itu mau mu.”


“kamu harus menikahiku!,agar aku bisa melahirkan anak ini.” teriak amara membalas aldino. Dia tidak peduli dengan semuanya.


“sekolah dengan baik,aku tidak bisa menikahimu. Aku tidak menyukai mu. Anak itu… gugurkan”ujar aldino kemudian membelakangi amara.


“aku akan baik padamu,aku tidak akan menyusahkanmu. Aku tidak akan menganggumu. Aku janji. Aku tidak akan nakal padamu. Aku hanya butuh kamu menikahiku. Aku akan membesarkan nya sendiri. Aku hanya butuh kamu menikahiku,agar mama ku tidak memaksaku untuk menggugurkannya. Hanya kamu yang bisa membantu aku.” Bujuk amara memohon.


“kau, kenapa kau keras kepala begini hah?...aku tidak ingin kamu putus sekolah! Jika kau membesarkannya bagaimana kau bisa sekolah hah?”


“aku janji akan rajin sekolah.. aku akan tetap sekolah mengejar impianku. Aku akan tamat sampai pendidikan tertinggiku..aku akan menjadi kamu!aku akan mengalahkan mu..aku janji” amara masih tak mau mengalah dengan aldino. Dia benar benar tulus ingin membesarkan anaknya. “mas,,aku mohon”ujar amara kali ini melangkah lebih dekat.


“aku seorang homoseksual,sampai kapanpun aku tetap homoseksual.” Ujarnya masih mengelak untuk menikahi amara. “pergilah,jangan buang buang waktu mu hanya untuk bayi yang tak diinginkan itu.”ketus aldino menarik tanganya dari pegangan amara.


“dia bukan tak diinginkan,, tapi aku menginginkannya!!!!”bentak amara berteriak membuat semua orang terkejut.


“hanya kau yang menginginkanya. Tapi aku tidak!”tekan aldino. “bukak matamu,kamu bukan perempuan dewasa. Kamu itu hanya seorang anak anak menginjak remaja. Jadi jangan egois.” Tekan aldino kembali.


“amara,aldino bukak pintunya”


Pintu ternyata dikunci oleh amara. “kau menguncinya?” Tanya aldino. Namun amara tidak menjawabnya aldino pun berjalan kepintu. Ingin membuka pintu tersebut namun amara. Melemparkan patung kaca yang ada dimeja kecil tersebut membuat aldino berhenti dan yang diluar makin panik.


“apa yang kalian lakukan didalam sana bukak,pintunya!”isak lisa terus meenggedor gedor pintu tersebut.


“apa kau udah gila hah?”bentak aldino.


“apa yang dia lakukan pada putriku” saat sang mama mendengar suara aldino membentaknya.


“aldino!?dengar papa jangan lakukan apapun kepada amara. Tahan emosimu..segera bukak pintunya.” Bujuk fram.


“aku tidak bisa membuka pintunya.”teriak aldino dari dalam. “kuncinya diambil oleh dia”


“amara,jangan lakukan hal yang membahayakan dirimu nak” bujuk lisa.


“aku akan mati, bila kamu tidak menikahiku.”teriak amara. Amara membungkuk meraih pecahan kaca tersebut.


“jangan lakukan itu!... letakan kaca itu.”bujuk aldino.

__ADS_1


“pilihanmu hanya satu. Menikahiku!kalau tidak aku akan mati.” Teriak amara. “aku tidak ingin membunuh anak ini. kalau kamu tetap ingin membunuhnya juga maka aku akan mati juga” rintih amara


“tarok!,,amara dengar tarok benda tajam itu.”bujuk aldino memelankan suaranya dan satu langkah demi satu langkah ia terus mendekat. “ini bukanlah sebuah drama. Kamu akan terluka” ujar aldino makin dekat.


Darah dari tangan mungil amara terus menitik seperti hujan. Makin dekat aldino makin kuat amara menggenggamnya makin banyak pula darah itu mengalir.


“kamu membuat semua orang khawatir ,,pikirkan perasaan orangtuamu juga.” bujuk aldino.


Wanita ini seperti telah diarusuki oleh arwah. Saat ini beling itu bukan hanya ia pegang tapi ia mengarahkanya kepada pergelanganya. Saat ia hendak menggoresnya disaat itu aldino meraih tubuh gadis ini dan membuat pipi aldino tergores oleh kaca yang sedang dipegang amara karena tangan wanita ini keatas saat tubuhnya diraih oleh aldino berputar.


Seketika mereka terjatuh ,amara jatuh ditubuh aldino dalam dekapan aldino namun amara segera bangkit meraih kaca yang lain.


“aku akan menikahimu.!!!!”pekik pria ini akhirnya mengalah.


Begitu juga yang lain menjadi terdiam dan saling pandang.


“hentikan..letakan kaca itu.


“mas,janji?” Tanya amara meyakinkan.


Dengan berat hati pria ini mengangguk. “aku janji!”


“Mas tidak bohong?...mas akan menyelamatkan anak inikkan?”Tanya amara lagi kurang yakin.


“yah”sahutnya.


Seketika kaca itu jatuh. Amara merangkak memeluk pria ini. Ia menangis sejadi jadinya memeluk aldino. Aldino mengehella napas lega setelah banyaknya darah yang bercucuran ditelapak tangan gadis ini. ini semua memang tak masuk akal tapi dirinya tidak mungkin merenggut seorang anak dari ibunya.


Setelah semuanya tenang aldino membuka pintu. Lisa langsung memeluk putrinya. Sarah melihat pipi aldino terluka dan baju nya terdapat noda darah.


“kamu tidak papa?”Tanya sarah mengkhawatirkan putranya.


“aku tidak papa,Cuma tergores sedikit.” Jawab aldino.


“apa kau gila hah?” ketus sarah ingin memukul amara namun tanganya ditahan sang putra.


“telapak tanganya terluka, aku sudah mengasih obat sementara.” Tutur aldino. “aku akan bertanggung jawab. Bulan ini aku akan menikahinya” ujar aldino kemudian masuk kamar kembali dan menguncinya dari dalam.


“al…


“puas kau hah?,telah membuat kekacauan ini. dasar..


“mah!”fram menghentikan mulut istrinya.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Jangan pernah datang untuk setengah setengah,jika memulai maka tuntaskan lah sampai seluruhnya. Egois?, terkadang menurutku egois itu juga perlu untuk mendapatkan hak kita sendiri. Lebih baik sedikit egois dari pada selalu sabar tapi perasaan terluka. (chacuik)


__ADS_2