
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Amara melihat kinan begitu juga dengan kinan. “kamu ingin memakan ini?” Tanya amara menyodorkannya lagi.
Kinan pun mulai melangkah.
Tap
Tap
Tap
Melangkah tiga langkah kemudian berdiri dihadapan amara. Amara pun membosungkan dadanya wajahnya menantang.
“kamu bisa coba menghalangi ku dengan hak mu sebagai seorang istri,tapi bukan berarti dia mencintaimu. Kau jangan lupa aldino adalah seorang GAY.” Tekan kinan.
“bahkan sampai kapan pun seorang GAY itu tidak akan berubah mencintaimu. Dia tidak akan mencintaimu.” Sambungnya dengan santai sembari memperbaiki baju amara yang seharusnya tak ia lakukan.
Amara menghela napas dan menyentuh rambut kinan yang panjang dan bergelombang dibawah tersebut. “dia juga tidak mencintaimu. Jadi sadar lah, kamu terlalu terlihat murahan karena mengejar ngejar dia. Kamu kira sikap mu ini seolah olah unggul begitu?. Tidak. Kamu hanya wanita murahan. Jadi jangan bersikap seolah kau itu unggul.”tekan amara perlahan lahan menarik rambut kinan membuat gadis ini mulai merasakan sakit dikulit kepalanya.
“kau..
“meski kamu mantannya bukan berarti kamu bisa balikan dengannya. Terima lah kenyataan bahwa kau hanya sampah yang seharusnya tidak berada di lingkungan bersih ini.”tekan amara lagi sangat menusuk jantung siapa pun yang merasakan diposisi kinan ini.
“setidaknya aku pernah mengisi hatinya dan setidaknya aku berperan penting untuknya. Mm Aku jadi kasian dengan mu udah menjadi istrinya tapi tetap saja tidak dicitai.”
“ck,penting?..jika kamu penting olehnya. Dia pasti akan menghargai perasaan mu dan tidak mempermalukanmu didepan teman teman kalian. Kamu kira teman teman kalian itu tertawa dengan hal lain, tidak. Dia menertawaimu karena mengajar pria yang tidak mencintaimu.. kamu adalah wanita yang paling kasian.” Balas amara membuat kinan ingin sekali meremas mulut gadis ini.
__ADS_1
15 menit yang lalu
amara berada didapur tak sengaja mendengar percakapan wiska dan gibran membicarakan kinan di aula belakang dekat toilet.
"Gue kasian sekali dengan kinan, dia berusaha melihatkan bahwa mereka masih baik kan tapi aldino dia tak peduli sedikit pun" gibran.
"Bagi gue itu terlalu murahan. rasanya gue sebagai wanita malu banget melihat kinan terus mengejar ngejar aldino" sahut wiska.
Amara menyunggingkan bibirnya. semua orang,bukan,tapi hampir semua orang berwajah dua. batin mara.
***
"ck.. "Mara mendecih.
“kinan,amara kalian lagi membicarakan apa.. sini gabung dengan kita. Panggangnya sudah siap” sorak wiska.
“haha oke” sahut amara kemudian berlari kearah mereka segera berdiri disamping prianya dengan merangkul lengan aldino.
“kamu mau yang mana?”Tanya aldino melihat wanita ini dengan romantis.
Aldino mengambil nya kemudian memberikanya. Meski itu hanya pura pura tapi ini terlihat sangat nyata. Amara pun mulai mencicipinya.
“al,gue dengar ibu dari anak lo meninggal saat melahirkan ya?” Tanya aliondo membuat amara kesedak dan yang lain terkejut.
Aldino berlari mengambil air ke meja satu lagi karena meja tersebut jauh dari mereka dan buru buru aldino menghampirinya dan memberikan minumannya.
“kamu anggak papa?”Tanya aldino sambil menggosok punggung amara dengan pelan pelan.
“apakah tidak enak?”Tanya wiska.
“mm tidak begitu, enak kok. Ini adalah reaksi sakin enaknya” sahut amara setelah merasa lega.
__ADS_1
“ setelah ini kamu istirahat aja oke”suruh aldino.
“baiklah” sahut amara.
Gadis ini meletakan semuanya. Aldino pun minta izin keteman temanya.
“gue antar amara dulu” ujar aldino.
“mmm”
“okey”
“yoi”
Berbagai sahutan dengan serentak kecuali kinan yang tidak bisa melakukan apapun. Semua ekspetasinya ternyata tak sesuai dengan kenyataan yang ada dipikiranya.
“sabar kin, gue yakin adek aldino itu akan menyukai lo suatu saat.. dia terlalu kecil untuk menerima kenyataan bahwa aldino punya kekasih” sahut wiska mengelus punggung kinan.
“iya, terkadang seorang adik yang sangat dekat dengan kakak laki lakinya itu bakalan takut kasih sayang kakaknya terbagi.” Sahut aliando. “mm, adek gue bunuh diri karena gue pacaran dan membuat gue lupa dengan dia,aldino tau itu. Mungkin aldino takut kalau adeknya juga bernasip sama kek adik gue. Jadi sabar aja ya kin.” Sambung aliando menceritkan adiknya yang bunuh diri karena kasih sayang kakaknya terbagi.
“are you oke kinan?” Tanya wiska. Kinan pun hanya tersenyum. Saat ini tetap mengukir kan senyuman adalah jalan ninja menahan perasaan terdalamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Amara Visual
__ADS_1
Aldino visual