
...----------------...
...----------------...
...----------------...
“aku bisa lebih gila dari ini. lakukan saja, buktikan bahwa kau memang tak tergoda oleh ku.” Bentak amara membalas aldino dengan mata tajam.
“okey, akan ku buktikan.” Ujar aldino menantang amara.
Aldino membungkuk. Menatap amara tanpa berkedip, bahkan tak sedikit pun tampak matanya bergerak. “kau bisa melihat mataku” bisiknya membuat amara tercengang. Bahkan setelah melihat ini dia masih tidak yakin bahwa pria ini benar benar tidak ada rasa padanya.
“dia sangat pandai berbohong. Aku tidak yakin dia tidak mencintaiku. Aku tidak yakin bahwa dia juga seorang gay. Tapi mengapa matanya seperti tidak berbohong. Amara jangan guggup tenangkan dirimu” ucapnya dalam hati kemudian menarik celana aldino.
Aldino benar benar tersintak saat wanita ini menarik celananya. Wanita berusia 18 tahun ini berani sekali melakukan hal yang tak seharusnya dilakukan diusianya. Aldino pun dalam mencoba menennagi dirinya.
“wah,kau.” Aldino benar benar merebahkan gadis ini. ia mengambil posisi diatas tubuh amara. Dengan pelan pelan iya mendekati wajah gadis ini. amara pun memejamkan mata. Namun aldino segera membantalkannya karena apa yang ia sudah dapat kini sudah berhasil.
Pria ini mengambungkan kunci itu beberapa kali.
“tidak terasa bukan?, udah terbukti bahwa aku tidak menyukai perempuan atau pun dirimu bukan?.. tidak ada tanda tanda aku menyukai wanita.” Tuturnya dengan coll.
Amara membuka matanya dan kembali duduk. Iya menghela napas berkali kali. Tidak ada yang bisa dilakukan lagi. Iya juga sudah tak bergairah seperti tadi lagi. Namun ia kini hanya menyiratkan rasa kecewanya.
“lihat,aku benar benar tidak merasakan apapun bahkan disaat aku sangat dekat denganmu. Bahkan disaat aku mengambil kunci ini di dalam sana.” Ujarnya menunjuk dada amara dengan bibirnya.
“kau selalu saja membuatku marah marah tidak jelas.. kau itu wanita yang sangat merepotkan sejak menikah dengan ku.”
Amara mendekur. Sedangakan aldino terus mengocehinya. Aldino terhenti disaat iya melihat air bening itu mendarat dipaha amara. Ternyata amara menangis tanpa suara. Kali ini wanita ini pun berdiri dan pergi.
“bukan pintunya” ucapnya lirih. Sedangkan wajahnya tertutup rambut panjangnya.
“aku tidak bermaksud membuat menangis tapi mulai sekarang aku harap kamu bisa paham dengan ku.”
Ujar aldino sambil berjalan dan membuka pintunya.
__ADS_1
“aku tidak akan menyerah,besok malam aku kembali lagi. Mulai besok aku akan tidur dikamar ini” ketus amara membuat aldino menganga.
“ada apa dengan mu? Habis menangis tapi..
“aku akan kembali,selamat malam.” Ujar gadis jalan mundur kemudian masuk kamar sebelahnya.
Ck.wanita keras kepala. Ku kira dia benar benar kecewa dan menyerah tapi semua itu hanya kepalsuan saja. Amara alisontaro wanita macam apa dia,kenapa dia sangat gigih sekali.
jika begini aku tak dihargai maka akan ku lihat kan apa yang kamu inginkan mas. Batin mara perlahan menjauh dati sana.
1 kemudian
Pernah kah anda bayangkan, Bagaimana perasaan anda bila seseorang yang paling aktif tiba tiba saja menjadi nonaktif. Yang biasanya mengganggu dan selalu mengoceh ngoceh hal kecil bahkan itu sangat kecil.
Aldino merasakan perubahan amara sejak malam itu. Gadis konyol dan nakal ini tiba tiba saja banyak diam dan bicara seperti nya saja
Amara menyiapkan serapan fani dan fano. Ia menyiapkan bubur dipagi hari. Karena putra putrinya ingin sekali memakan bubur kesukaan sang ibunda setelah kemarin baru pulang dari paris.
Setelah selesai amara pun duduk disamping fano, yaitu deretan kursi ketiga dari kursi kepala keluarga. Sedangkan aldino hanya tersenyum tipis. Sifat istri nya ini sudah berlangsung selama sebulan karena kejadian malam itu. Sebenarnya lumayan kesepian sih tidak mendengar ocehanya lagi.
"Sifat kekanak kanakan mu bakalan mempengaruhi pandangan anak anak mu" ujar aldino sambil menyuap serapan yang dibikin oleh pelayan.
apakah seru kali ini?"tanya amara.
"Kalau ada mama dan papa pasti lebih sangat seru" ujar fano melihat Orangtuanya.
"Iya, tapi walaupun gitu.. tetap seru kok liburan sama oma opa" sahut fani.
"Hehe, lain kali kita akan liburan bertiga" sahut amara tersenyum.
"Bertiga? papa tidak diajak?" ujar fani tercengang.
"Papa kan orang sibuk, mana bisa dia pergi dalam waktu yang lama." sahut amara.
"Benar kah pah?" tanya fano melihat aldino.
__ADS_1
Aldino yang memerhatikan amara langsung pindah melihat putranya. "Yah, papa sibuk sekali.. jadi kamu hanya bisa pergi sama mama aja" sahut Aldino
"Yah anggak asik dong kalau tidak papa" sahut fani cemberut.
"lain kali kita akan jalan jalan sama sama ya. akhir tahun deh kita jalan jalan sama sama ke manapun yang kalian mau selama 1 bulan." ujar pria ini.
"Benar pah?"
"Benar sayang"
Akhirnya anak anak pun melanjutkan makannya.
"Sayang mama harus kekampus dulu, sampai ketemu nanti sore oke" ujar amara.
"Oke ma"
"oke sayang"
Amara pun pergi tanpa pamit dengan aldino, membuat aldino tersenyum miris. Dalam hati dia berkata. "Sepi sih, tapi damai"
###
Dikamps amara bertemu dengan teman teman nya di taman kampus. Amara tanpak seperti biasanya bercanda gurau.
"tumben Ketawa lo paling keras hari ini" ujar sukma melihat sahabat nya ini. Tampak bahagia paslu.
"Lo tidak sedang bersedih kan? " tanya sukma lagi lagi saat melihat mara.
"Gue ketawa gini,sedih Kenapa pula gue cuy" sahut gadis ini menepuk bahu teman temannya.
Amara sangat tertutup untuk sebuah masalah kepada teman temannya. Tak sama seperti teman teman nya yang selalu terbuka kepada nya.
"mm, ini dah saatnya masuk. yuk pergi" ujar amara saat melihat jam golfnya yang melingkar cantik ditanganya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...