ALAM

ALAM
Alfani Berdarah dingin?


__ADS_3

...****************...


Pagi


Amara mengantar sikembarnya.


“bye bye mama” mereka melambaikan tangan.


“bye bye sayang, sampai ketemu lagi oke”sahut amara ikut melambaikan tangan.


Setalah anak anaknya masuk amara pun langsung masuk mobil kembali kemudian menuju kampus. Waktu tempuh dari rumah ke TK adalah 10 menit dengan kecepatan sedang. Dari tk ke kampus membutuhkan waktu tempun 45 menit kalau jalan tidak macet. Amara sampai setelah satu jam perjalan dikampus.


Tak lama aldino sampai juga. Mereka bertemu diparkiran. Amara pun hanya menundukan tubuhnya layaknya sebagai mahasiswa yang hormat kepada dosen. Kemudian ia pun pergi. Kecanggungan antara mereka dimulai.


“ada apa denganya?,kenapa dia begitu formal dengan ku?” guamam aldino merasa resah dengan sifat amara.


Aldino pun mulai berjalan meninggalkan parkiran. Dalam perjalanan pria ini disentakan oleh omongan yang tak sengaja ia dengar.


“amara pacaran dengan anak rector ini loh”


Pacaran?, dia pacaran dengan galih?. Batin aldino.


“wah,emang deh pasti banyak orang yang akan membulinya.” Ujar gadis itu mengeluh.


“terutama selyn,selyn kan cinta mati dengan kak galih.”


“selyn itu udah mati kutu oleh amara,amara kan beda dari mahasiswa lainya.”


“mungkin karena dia kaya”


“tapi gue malah senang, karena amara itu bisa menghajar wanita yang sangat keterlaluan itu.” Ujarnya yang lain ikut tertawa.


Aldino pun melanjutkan jalannya.


“pagi pak”


“selamat pagi pak”

__ADS_1


Sapa mereka dengan sopan.


“pagi semua” sahut nya terus berjalan.


Aldino pun masuk keruanganya. Sebelum itu iya menyuruh seseorang untuk memanggil amara. Setelah tiga jam berlalu amara baru sampai menghampirinya.


“dari mana saja kamu?,saya tiga jam menunggu anda” semprot aldino seketika amara sampai diihadapanya.


“maaf pak saya tadi ada jam kuliah pak jadi tidak bisa menemui bapak dengan tepat waktu. Kalau boleh tau ada apa bapak memanggil saya?” Tanya gadis ini dengan sopan santun.


Gadis ini membuat aldino bergidik ngeri sehingga aldino sampai menyentuh kuduknya karena merinding banget dengan cara bicaranya yang tak seperti biasanya.


“apa bapak baik baik saja” Tanya amara saat pria ini menghela napas panjang.


“saya ada kelas,kamu tunggu sampai saya kembali disini” uvap aldino kemudian pergi.


“maaf pak,saya hari ini sudah ada janji dengan anak saya. Jadi saya tidak bisa menuggu bapak,anak anak tidak suka dengan orangtua tidak menepati janji kan pak, saya rasa bapak mengerti.” Sahut amara.


“ada apa sih dengan mu?,bicara lah seperti biasanya kau sungguh membuat saya tidak nyaman.” Ketus aldino gerah banget dengan amara.


“ini kan etika mahasiswa bicara dengan dosen pak” ujar amara tersenyum ramah.


“ooo,,jadi bapak menghubungi ku hanya karena gosip itu?” Tanya amara tersenyum.


“sudahlah,pulang saja kau sana” ketusnya makin kesal.


“baik pak, permisi”


Gadis ini pun langsung pergi. Aldino langsung menganga. “kuarang ajar,dia benar benar pergi meninggalkan ku..emang perempuan menyebalkan” rungutnya mengepalkan tangan.


...****************...


Amara sampai di TK putra putrinya ,ia hendak menjemput anaknya kedalam namun tiba tiba saja ada ibu ibuk yang menyapa amara. membuat gadis ini harus berhenti dengan rasa malas dengan mereka.


“hello,mama fano fani.. mau menjemput mereka ya?”Tanya salah satu dari mereka Bernama rika.


“tentu buk” sahut amara.

__ADS_1


“kami cukup prihatin dengan putrimu yaitu fani” keluh rani disamping rika.


“kenapa ya buk?”Tanya amara mengerutkan kening.


“maaf ya mama fano fani, Dia itu nakal,kemudian berdarah dingin tidak sama dengan saudara kembarnya. Menakutkan sekali” ujar rani membuat amara sedikit tersintak menyenbut anaknya berdarah dingin. Emang dia psikopat apa dibilang begitu anggak jelas banget.


“kenapa anda ngmong begitu ya?,apa anda pernah emlihat putri saya melakukan hal aneh yang memicu ciri ciri berdarah dingin?”Tanya amara kembali.


“pernah,saya lihat dia tersenyum saat melihat burung mati. Dia juga sering bikin ulah dikelas. Kata anak saya alfani itu anak yang tidak suka teman” ujar nya lagi.


“kalian sebanarnya bicara apa sih?,apa niat kalian mengatakan ini?”Tanya amara dengan menggeriti.


“putri saya tidak begitu,lagian mentang mentang dia tersenyum lihat burung mati apakah itu ciri ciri berdarah dingin?. Jangan ngadi ngadi deh,anak saya tidak mau berinteraksi hanya dengan anak kalian tapi dia berteman akrab dengan yang lain kok” ketus amara lagi.


“Amara,ada apa ini?”Tanya aldino yang tiba tiba saja datang.


“mas?,


“eh,hy papa fanofani.” Sapa mereka menunduk hormat. Seketika mereka mati kutu. Aldino membalas dengan senyuman.


“kenapa datang?”Tanya amara


“kukira kamu tidak disini?,ibu kepala sekolah tk menelponku.” Sahut aldino.


“ada apa emang? Tanya amara.


“Fani bertengkar dengan temanya” sahut aldino.


“ya tuhan,semoga aja tidak dengan anak kita. Lindungi anak kita ya tuhan”


Mereka bertiga terpirit pirit berlari ke tk tersebut.


Seketika ibu ibu tersebut panik membuat amara makin geran dengan tingkah yang mereka lakukan. Hatinya ingin sekali memotong leher tiga wanita ini.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2