ALAM

ALAM
Kebingungan


__ADS_3

...****************...


Villa



“mah,ini vila yang sangat indah. Tapi kenapa papa tidak ikut dan kita tidak boleh bawa ponsel.” Tanya fano.


“karena kita mau senang-senang dan mama sudah siapkan kamera bagus, beserta permainan lainnya” ujarnya memamerkan kameranya.


“wah ini gimana cara pakainya?” Tanya fani kegirangan.


“mudah kok,sini mama ajarkan” amara jongkok dan anak anaknya mendekat.


“Kalau papa ikut pasti lebih seru lagi” ujar fano.


“tentu,tapi mau bagaimana lagi papakan seorang dosen. Jadi dia harus mengajar untuk memenuhi tanggungjawabnya. Anak anak mama taukan kalau kita itu harus…


“bertanggungjawab”sorak anak anaknya kegirangan.


“mah beda dosen dengan guru itu apa?”Tanya fani.


“kalau guru mengajar anak disekolah sekolah tapi kalau dosen mengajar orang orang diperguruan tinggi.”


“hhah?”


“maksud mama itu gini, kalau dosen mengajar orang orang yang sudah tamat sekolah misalkan seperti fano fani lulus sekolah menengah atas dan masuk keperguruan tinggi. Nah yang mengajar fano fani disebut dosen. Intinya dosen itu mengajar orang orang dewasa dan guru mengajar anak anak dan remaja.” Ujarnya amara.


“mmm begitu mah” mereka mengangguk angguk.


“nyonya makanan sudah siap” amara menyewa seorang pelayan dari asrama pelayan. Dan pelayan ini akan menemaninya digaji 2 juta perhari.


Mereka pun makan bersama,amara melihat anak anaknya. “mama tidak akan biarkan ada ibu sambung diantara kalian. Selagi mama hidup mama akan ada disamping kalian selalu. Kita akan tumbuh bersama nantik.” Ujarnya dalam hati melihat lahab makan si kembarnya.


“fano kemarin kerumah teman,ibunya melahirkan dedek bayi… imut banget” ujar fano.


“oh ya,terus bagaiamana?”Tanya amara.


“fano mau bawa pulang tapi bebysister tidak mau bawa”

__ADS_1


Amara langsung tertawa. “ya tidak boleh dong sayang,itu adiknya teman fano. Jadi bukan barang yang bisa dibawa bawa.” Ujar amara.


“kalau begitu fano pengen adek juga ma” pintanya.


“Adek” seketika amara mengangkat alisnya. “fano kan udah punya adek” ujarnya.


“siapa?”


“aku lah fan,masa lupa sama adek sendiri” ujar fani sewot.


“yah,fano itu mau adek kayak adek andi mah, bukan kek fani. Fani kan saudara kembar aku bukan adek aku ma” sewot juga.


“mmm, nanti kalau kita sudah pulang. Fano minta sama papa okey” tutur amara. “dah sekarang lanjutkan makan dulu” suruh amara.


“okey ma”


Mereka pun makan kembali dengan lahab. Amara tersenyum melihat anak anaknya ini. senyuman itu tiba tiba saja hilang saat teringat dengan aldino pasti sekarang sedang mencari mereka.


“mas,maafkan aku.” Batinya berkata.


Disisi lain aldino terus menghubungi nomor pengirim SMS ini meski nomor tersebut tak dapat dihubungi dan tidak dapat dilacak keberadaanya karena nomor tersebut tak terdaftar. Pekerjaan mafia dan darah mafia mengalir kepada amara. Memang keluarga amara adalah mafia kelas kakap dan bekerja dengannya harus penuh kehati hatian.


Tok


Tok


Tok


“biar saya yang bukak” ucap aldino berdiri disaat sang pelayan sedikit berlari hendak membuka pintu.


“baik tuan” setelah itu pelayan pun meninggalkan aldino yang sudah berjalan mendekati pintu.


Aldino membuka pintu,dirinya berharap itu adalah istri dan anak anaknya namun tidak. Melainkan yang datang adalah kinan.


“kinan?,kenapa kamu ada disini?”Tanya aldino saat melihat kinan dari ujung kaki sampai ujung rambut.


“apa kamu sudah ketemu dengan istrimu?”Tanya kinan dengan suara serak. Menandakan wanita ini habis menangis begitu lama sehingga matanya aja sembab begitu.


Aldino hanya menggeleng. Kinan pun menghela napas panjang.

__ADS_1


“aku boleh masuk?”Tanya kinan melihat kedalam rumah.


“ I sory kinan, jika kamu tidak ada keperluan datang ketempat ku, sebaiknya aku saran kan kamu untuk pergi dari rumah ku… jangan sampai kesalah pahaman ini makin besar.” Ujar aldino masih dengan nada yang stabil.


“aldino, sebegitunya kamu menjauhiku, sebegitu bencinya kamu dengan ku?, apakah permintaan maafku belum cukup kemarin itu? Apakah aku harus memohon dan berlutut dikakimu agar kamu menerima ku kembali.” tutur kinan kembali menangis.


“pleace kinan, dengan aku memaafkan kesalahan mu dan membantu perusahaan mu yang terbangkalai itu bukan berarti kamu datang seenaknya kepadaku, dan bukan berarti cinta ku kembali kepadamu. aku memang memaafkan mu tapi bukan berarti aku menerima mu kembali. Pulang lah.” Tutur aldino menekan kan kata katanya.


“dino,aku tau ini semua sangat sulit. Aku tau aku salah. Karena Kesalahan ku sangat fatal kepadamu, maka dari itu aku ingin menebus kesalahan ku kepadamu.. aku ingin membantu mu sembuh, aku ingin mengembalikan dirimu seperti yang dulu. Aku ingin menyembuhkan luka mu dan…


“cukup!,” aldino membantak kinan membuat kinan menjadi terdiam. “ pergi dari rumah ku, kinan!” sambungnya melotot.


“dino… aku mencintaimu..aku akan baik kepadamu, bisakah kamu menerimaku. Aku mohon dino. Aku tau kamu juga masih mencintaiku.” Isak kinan dengan pdnya mengatakan aldino mencintainya juga.


“jangan sampai pengawalku menyeretmu secara paksa keluar dari perkarangan rumahku” sahut aldino dingin dengan menatap langit.


“aku akan menunggu mu,aku yakin kamu masih mencintaiku…


“pergi!


“jika kamu tersesat jalan kedepan,maka balik lah ada aku dibelakangmu” tutur kinan kemudian pergi dengan berat hati.


“apakah pantas dia berkata begitu?” tutur pelayan berbisik bisik dengan rekannya.


“dasar wanita tidak waras,harga dirinya sudah tidak ada lagi.”


“jangan sampai tuan kembali lagi dengan mantannya itu,,lebih baik dia bersama nyonya muda. Meski hubungan mereka sulit ditelaah tapi setidaknya tuan dan nyonya muda sangat manis apalagi dilengkapi buah hati yang ganteng dan cantik.”


"Bikin pusing saja wanita itu,jelas jelas aku sedang pusing memikirkan wanita satu ini entah kemana dia membawa anak ku." rungut aldino mengusau rambut nya putus asa.


bersambung


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Visual rumah Aldino dan Amara


__ADS_1


(untuk melengkapi haluku.. hahahaha)


__ADS_2