
Jeoriyca berjalan menyusuri koridor.untuk pertama kalinya ia menginjakkan kaki di sekolah ternama di Jakarta.ia melihat kanan kiri dengan rasa kagum yang tinggi bagaimana tidak?sekolahnya sangat luas,muridnya sangat banyak,kantinnya seperti restoran mewah,sekolah ini sangat sempurna.
Semua pandangan mata menatap Jeoriyca kalau yang laki laki menatapnya kagum jika perempuan menatapnya iri.jeoryca berjalan ke ruangan kepala sekolah sendiri jangan ditanya kenapa dia bisa tau ruangannya tentu saja karena pendaftaran kemarin ia telah pernah masuk ke ruang kepala sekolah.
'tok!tok!'
"masuk"
"ooh Jeoriyca Samsmith kan?"
aku menggeleng.
"Jeoriyca Vranssen"
"kamu sudah diadopsi begitu pun juga margamu tentu saja juga berubah"
aku menggeleng keras.
"tidak ada Samsmith hanya ada Vranssen jangan ubah ubah namaku"
kepala sekolah tersebut menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"baiklah,Jeoriyca mari saya antarkan ke kelasmu"
"cukup beritahu aku dikelas mana aku bisa mencari sendiri"
"okok kamu dikelas 7-A"
aku menggangguk lalu keluar.
"tapi kamu harus ikut MOS sebaiknya kamu ke lapangan dulu sebelum seniormu marah"
aku mengangguk kembali.
aku berjalan santai ke lapangan seperti kata kepala sekolah botak itu.semua orang menatapku bahkan senior senior menatapku marah tapi aku Jeoriyca tak pernah takut apa pun.
"dari mana?kenapa baru datang sekarang?"tanya Seorang kakak kelas perempuan.
__ADS_1
aku tetap diam tak menjawab lalu pergi ke barisan.
"hei kalau seniormu bertanya dijawab!!"bentak kakak kelas itu.
aku mengepalkan tangan keras meskipun aku sudah sering dibentak tapi aku tidak suka dibentak oleh orang asing.memangnya mentang mentang dia senior dia bisa seenaknya sama junior?
"sudahlah San,biarin aja nanti kalau Lo kelahi sama dia Lo masuk BK lagi"ujar temanya itu.
"ada apa?"tanya laki laki senior.
"urusin aja junior cewek ini!"ucap senior perempuan tadi.
"Lo mimpin junior cewek harusnya masalah gini Lo bisa selesaiin"ujar laki laki itu sambil menatapku dari atas hingga bawah.
"nama Lo siapa?"
aku menunjuk name tagku.kenapa ada senior bodoh sepertinya?name tagku terpampang jelas tapi ia malah menanyakanku.sejujurnya aku malas harus meladeni dan berbicara dengan para senior.
"Jeoriyca Vranssen?dari keluarga mana Lo?"
aku mengabaikannya lalu kembali ke barisan,perlukah aku menjawab?apa itu penting?jawabannya tidak!
tanganku kembali mengepal keras,aku berjalan ke arahnya lalu menampar pipi kanannya keras membuat seisi lapangan kaget.
"tidak perlu mengajarkanku sopan santun seharusnya kau yang harus lebih sopan pada kami jangan kira kalian senior bisa seenaknya dengan junior,kami baru disini sedangkan kalian sudah lama maka jaga santunmu sebelum mengajarkan orang lain,dengan cara kau memanggilku heii apa itu sopan?"
skakmat
ia terdiam sesaat seisi lapangan hening percayalah ini kalimat terpanjang yang pernah ku keluarkan seumur hidupku hanya untuk senior berengsek didepanku ini.
aku berjalan keluar dari lapangan tanpa memedulikan tatapan dari seisi lapangan.sekilas aku melihat senyum menyeringai dari si senior apa dia sudah gila?dia telah kupermalukan dan malah tersenyum?populasi cowok gila didunia ini semakin banyak.
aku duduk di bangku panjang dibelakang sekolah sambil melamun.sudah berapa banyak cowok gila yang menembakku?kuhitung memakai jariku.
"1,2,3,4,5,6,7,8..."
"sudah lebih dari 10"
__ADS_1
aku harap jangan ada lagi cowok gila seperti si senior disekolah ini.aku menutup mata sambil menikmati hembusan angin,membuatku rindu pada kedua orangtuaku.meskipun mereka tak pernah memedulikan ku tapi mereka tetap orang yang melahirkan ku jika bukan karena mereka aku tidak akan ada didunia ini.
dan.. aku tak akan pernah melihat keindahan alam yang sesungguhnya.
ketika aku membuka mata,mataku bertatapan dengan lawan mata dihadapan ku.
1 detik
2 detik
3 detik
aku mendorong tubuhnya menjauh dariku.aku menatapnya datar lalu hendak pergi tapi ia menahanku.sedikit lagi tanganku akan mendarat di pipinya tapi ia menahan tanganku lagi.
"Carl"
ia mengulurkan tangan kanannya berharap aku membalas ulurannya tapi yang kulakukan hanya diam.
"siapa namamu?"
entah kenapa aku merasa tidak asing dengan wajahnya.
"kamu siapa?"tanyaku.
"Carl"
"bukan.darimana kamu berasal?"
"keluarga Frankinston"
"bukan itu maksudku,tapi apa kamu kenal aku sebelumnya?"
"tentu saja tidak bahkan aku baru melihatmu pertama kali disini"
apa aku yang salah?tapi wajahnya familiar siapa dia?tapi wajahnya menunjukkan bahwa ia jujur dan benar benar tak mengenalku.
"oh"
__ADS_1
aku beranjak pergi meninggalkannya.'Carl Carl siapa dia?wajahnya sangat familiar tapi entah kenapa aku tak bisa mengingat'