ALAM

ALAM
Chapter 3(why?)


__ADS_3

sekarang aku telah pergi dari taman belakang dan sekarang aku sedang duduk manis di kelas sambil bertopang dagu,sungguh aku benci sekolah jika bukan karena orangtua angkatku aku tak akan mau sekolah,kalian tau apa katanya?begini"jika kamu tidak sekolah maka akan susah mencari kerja dimasa depan karena kamu tak punya pengetahuan sama sekali"


aku menghela napas kasar kemudian segerombolan perempuan mendatangiku aku hanya mengangkat sebelah alisku lalu membuang muka terhadap mereka.


"wow.. langka banget nih cewek kayaknya Lo boleh rekrut dia Cin"ujar seorang gadis berambut ikal.


"kenalin gue Cindy Bernadette ratu sekolah ini"ucap seorang gadis sambil mengulurkan tangannya tampaknya dia seorang ketua.


sangat tidak penting untuk menanggapinya aku memilih diam.


"gak papa kok gue tau sifat Lo Jeoryca Vranssen"


aku membulatkan mata bagaimana ia tau nama asliku Vranssen?


"pasti Lo kaget gue tau darimana kan?gue ratu sekolah semua informasi siswa siswi disini gue tau semua"ucapnya berlagak sombong.


sombong banget sih!ratu sekolah darimana coba cabe cabean sekolah itu baru julukan yang tepat untuk mereka.


"*ehh lihat tuh si Cindy lagi ngomong sama anak baru itu"


"waduh kayaknya Cindy mau nambah anggota baru nih"


"gue mau banget diposisi anak baru itu secara gengnya Cindy kan terkenal*"


aku saja hampir muntah mendengar celotehan siswi siswi diluar kelas yang sedang menonton kami.aku langsung memasang earphone ditelingaku lalu keluar dari kelas tanpa menghiraukan cabe cabean itu.


"sumpah demi apa cewek itu cuekin si Cindy?"


"o my God berani banget ya"


"udah dikasih kesempatan buat join geng Cindy malah nolak sok jual mahal banget sih"


"dia cewek yang nampar kak Jo kan dilapangan?"


aku tak menghiraukan celotehan para siswi aku tetap memilih jalan meninggalkan kelas.


"cewek langka yang harus gue rekrut ternyata emang gak segampang itu"kata Cindy pelan namun dapat kudengar.


aku pergi ke ruang musik yang sangat sepi,sepertinya jarang ada murid murid yang mengunjungi ruang musik.aku melihat lalu meraba raba pianonya ternyata benar jarang ada orang yang mengunjungi tempat ini dilihat dari alat musik yang berdebu dan tembok tembok yang berdebu.


aku duduk lalu memainkan pianonya sambil bernyanyi.'a million dream'


i close my eyes


and i can see


the worlds that waiting up for me

__ADS_1


that i call my own


through the dark


through the door


through where no one's been before


but it feels like home


cause every night i lie in bed


the brightest colours fill my head


a million dreams are keep me awake


i think of what the world could be


a vision of the one i see


a million dream it's all is gonna take


all the million dream for the world Will gonna make.


'prok! prok!'


"J-E-O-R-Y-C-A"


ia mengeja namaku satu persatu.


"Jeoryca Jeoryca Jeoryca "


apa ia sudah gila?menyebut namaku terus menerus.aku tak menghiraukannya aku lanjut berjalan tapi lagi lagi ia menghalangiku.


"siapa yang tidak terpesona dengan kecantikanmu?tapi sayang galak dan jutek"


aku tetap mencuekinya hanya memandangnya datar.


"Kau tau berapa harga pipiku yang kau tampar tadi?"tanyanya sambil menunjuk pipinya.


"ingat kau akan membayarnya!"ancamnya sambil tersenyum menyeringai.


aku hanya diam tak berkutik bukan karena takut tapi memang inilah aku Jeoryca yang tidak pernah takut apa pun.


aku lekas pergi dari ruang musik dan langsung ke kelas yang kini sepi karena para peserta MOS ada di lapangan semua.


"kenapa tidak ke lapangan?"tanya seorang kakak kelas yang tak sengaja lewat.

__ADS_1


pertanyaan yang sangat tidak penting dan tidak perlu ku jawab.


"kau anak baru kan?kenalin aku Chris Stevano Billyjohnson penguasa sekolah sekaligus most wanted disekolah ini"ucapnya sombong.


kenapa semua murid disini sombong sekali!ratu sekolah lah penguasa sekolah lah!nanti bentar lagi penguasa kota.tak sengaja aku memandang matanya lalu aku dapat melihat sedikit serpihan masa lalunya.


'dia akan datang'


siapa?aku memandang matanya lama aku hanya menangkap kata kata itu saja.ia melambaikan tangannya membuyarkan lamunanku.


"gue emang ganteng gak usah dilihat sampai segitunya kali"


"gue cuma mau peringatan Lo hati hati kalau ketemu sama cowok yang namanya Sam jangan cari masalah sama dia,dia sahabat gua ketua EAGLE geng terkejam sekota.dia gak mandang kelamin kalau mau berantem kalau ada orang nantangin dia jangan harap besoknya lagi bisa lihat matahari lagi"katanya panjang lebar namun aku hanya diam.


"kayaknya Lo sariawan ya dari tadi gue doang yang ngomong gak papa deh gue cuma numpang lewat aja sih tadi,gue duluan"mm


aku menghela napas lega tentu saja ia seperti mendongeng sedari tadi,aku memang mendengarkannya tapi tidak menanggapinya,Lagipula kalau sama sama manusia ngapain takut?kadang itu yang menjadi kelemahan manusia mereka takut pada sesama mereka.


aku segera menggendong tas lalu keluar dari kelas,dari koridor sepertinya ada yang beramai ramai.


'*katanya anak SMP GOLDFINS nyari masalah sama anak anak EAGLE'


'pasti bakal ada korban lagi deh'


'parah banget kasihan gue,yang kemarin aja katanya mati'


'anak EAGLE bener bener pantes dapet julukan geng terkejam sekota jakarta*'


aku menengok sebentar lalu pergi tanpa memedulikan mereka.toh aku hanya anak baru disini,sepertinya benar kata Chris memang mereka sangat kejam korbannya saja sudah babak belur tapi masih saja dipukuli gak ada juga berani melerai bahkan guru guru tak ada yang keluar untuk melihat.


mereka benar benar manusia bodoh! padahal sama sama makan nasi sama sama mandi setiap hari tapi malah takut sama sesamanya.manusia memang aneh.


'Tolong aku'rintih lelaki itu dengan suara pelan namun entah kenapa sepelan itu aku tetap dapat dengar.


'Tolong aku kumohon' rintihnya lagi.


ini seperti panggilan alam,sudah tak kuat lagi aku berjalan ke tempat kejadian itu dan keadaannya sangat tragis aku yang melihat itu hampir muntah seumur hidup ini untuk terakhir kali melihat hal mengerikan ini.aku dapat melihat ia tersenyum sangat tipis.


"stop"kata itu membuat mereka semua berhenti bukan mereka tapi waktunya.


aku mendongak dan melihat mereka yang seperti patung manequin.hal ini sudah biasa sejak aku kecil jika aku menemui hal mengerikan dan ketika aku mengucapkan stop maka waktu akan ikut berhenti.


aku menghilangkan ingatan mereka satu persatu agar mereka tidak saling menyakiti lagi.lalu aku kembali menghidupkan waktu.


mereka terheran heran mengapa berkumpul disini dan akhirnya mereka bubar dan tentu saja dengan sang korban ia sudah tidak terluka lagi.begitu juga dengan geng EAGLE lelaki yang tadi sibuk menghantam sang korban itu tiba tiba menatapku ketika aku berbalik badan.


'Kenapa aku merasa ada sesuatu yang hilang?dan gadis itu mencurigakan'ucap laki laki itu dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2