ALAM

ALAM
Rendah Hati


__ADS_3

...****************...


...****************...


...****************...


“maksudnya?” sinis. Amara tidak terima anaknya disalahkan dimatanya anaknya selalu benar dan tidak pernah melakukan kesalahan apapun.


Siapa juga mau menerima anaknya disalah kan atas ketidaksalahannya sendiri.


“Ruhi dan alfani itu sering bertengkar, alfani sering menjaili ruhi. Makanya aku menyuruh alfani untuk meminta maaf. Agar alfani itu bisa berubah dan mengakui kesalahanya.” Ujar aldino.


“Apa mas tau tentang alfani dikatakan berdarah dingin?” Tanya amara mengerutkan keningnya. “darah dingin,emang dia psikopat apa?” rungut amara kesal banget dengan kalimat darah dingin itu.


“ibuk ibuk itu yang bilangkan?”Tanya aldino.


“jadi kamu tau?,tapi kamu diam saja..ayah macam apa kamu ini?” ketus amara makin kesal sekali dengan pria ini.


“aku tau,tapi setelah diperiksa alfani tidak begitu. Dia hanya nakal masa anak anak. Dia menyalin sifat kamu dimasa kecil. Kata mama mu” jelas aldino. “aku tau,kamu dulu sangat jail aneh dan sampai sekarang kebawa anehnya haha” ujar pria ini sambil tertawa.


“enak aja,aku tidak aneh kamu yang aneh.. lagian kenapa kamu tidak bilang kepadaku hah?..bila alfani sering bertengkar. Sepertinya banyak yang tidak aku tahu” rungut amara.


Aldino menghela napas kemudian menghembuskanya dengan pelan. “karena,kamu tipikal orang yang berpikir secara berlebihan. Nah, Karena aku tidak ingin kamu kepikiran dan akhirnya semua tugas mu tertinggal karena berpikir terlalu berlebihan tesebut. Jangan terlalu dipikirkan itu akan merusakmu” jelas aldino secara pelan pelan.


“tapi tetap saja,hanya fani yang terluka dan hanya fani yang meminta maaf. Aku kesal tau” ketusnya memukul aldino sembarangan. "Lagian yang salah itu ruhi. seharusnya anak itu yang meminta maaf. kakau tidak dia bakalan melakukan hal yang lebih karena merasa tidak membuat kesalahan meski sudah berbuat salah." celoteh amara.


“emang, aku tau..tapi kamu jangan lupa cara itu adalah cara elegan untuk membalas orang seperti dia.” Sahut aldino. “kita adalah orang berkelas,tunjukan diri berkelas kita itu. Jangan sampai orang menganggap kita seperti tidak berpendidikan hanya karena mulut kita.” Nasehat aldino.


“pokoknya aku tidak iklas anak ku digitukan,aku mengandung nya selama 8 bulan kurang, dan sudah melahirkannya dengan pertaruhan nyawa dan aku merawat dia begitu susah payah. Enak saja anak ku diperlakukan seperti itu. Aku bukan kamu ya.... ah. .udahlah..Aku capek pengen istirahat keluar saja kamu dari kamar ku” usir amara merajuk dengan aldino.

__ADS_1


Amara mengakat kakinya kerajang kemudian membaringkan diri matanya pun iya tutup. Aldino diacuhkan oleh gadis ini dan aldino pun saat ini hanya bisa menghela napas kemudian meninggalkan kamar.


Saat aldino keluar iya pun sudah dinanti putra putrinya yang berbaris melihat aldino. “papa tidak sayang fani ya,papa sayang ruhi kan?” ketus putrinya yang marah saat ini.


“kenapa papa membela ruhi bukan fani.?” Tanya putra kecilnya juga.


“kalian mau es cream?” Tanya aldino. “papa akan bawa kalian makan es cream ya” ujar aldino menggendong keduanya dan menuruni tangga.


Aldino membawa fano fani ke café anak anak disebelah pagar besar rumahnya. Disana tersedia beraneka es dan makanan khusus untuk anak anak. “fano suka coklat dan fani suka vanilla bukan?” ujar pria ini berusaha menghibur keduanya yang sedang merajuk.


Mereka berdua hanya mendehem. Kemudian aldino pun meninggalkan mereka sebentar. Tak lama balik lagi dengan es cream kesukaan anak anaknya. “nah silahkan dimakan” ujar aldino.


Fano mulai makan kecuali fani.


“kenapa tidak dimakan?”Tanya aldino.


“papa mau menyogok ku?,,tidak mempan sedikit pun!”


“aku tak peduli, papa tidak sayang fani lagi!” semprotnya.


“papa sayang fani,papa sayang fano. Masa iya papa tidak sayang kalian itukan mustahil. Tidak ada didunia ini orangtua yang tak sayang sama anaknya” ujar aldino mengelus pipi fani. “kamu adalah kesukaan papa” ujar aldino lagi lagi tersenyum.


“kalau fano?” tanya fano tak mau kalah.


“fano juga kesukaan papa. Pokoknya kelian berdua adalah kesukaan papa.” Ujar aldino tersenyum kemereka berdua.


“tapi,kesukaan fano mama. Mama cantik,mama baik, mama segalanya… mama kesukaan fano.”ujar fano.


“haha,apa hero papa tidak suka papa?”Tanya aldino melihat fano.

__ADS_1


“suka,tapi suka fano lebih besar sama mama. Papa tidak boleh cemburu ya” ujar fano tertawa.


“mm..tapi papa cemburu sama mama..kenapa hanya mama yang disukai kenapa papa tidak.” Ujar aldino.


“papa itu jahat.” Ketus fani.


“ah,haha sayang, papa melakukan itu karena papa sayang dengan fani. Papa tidak ingin nantik fani dikucilkan oleh teman teman fani. Fani harus tau,sebagai perempuan fani itu harus rendah hati dan selalu memaafkan” ujar aldino.


“ada yang tau apa itu rendah hati?”


“rendah hati berarti tidak sombong dan tidak angkuh” jawab fano bersemangat.


“nah pintar, kita tidak boleh sombong dan juga angkuh. Fani bagaimana? Apakah sudah rendah hati kepada teman teman?” Tanya aldino membuat fani terdiam.


“fani,tidak mau berteman dengan mereka mereka itu orang jahat. Mereka selalu bilang fani bukan anak mama” ucapnya menangis.


“eh,jangan cengeng sayang. Anak papa aldino tidak boleh cengeng. Meski mereka bilang ini itu. Diam saja karena suatu saat mereka akan lelah sendiri. Percaya papa” ujar aldino. “mending makan es nya,sebelum mencair.” Ujar aldino mendorong e situ lebih dekat dengan sng putri.


“jawab papa, memaafkan orang adalah perbuatan?


“perbuatan baik”jawab fani.


“pinter” sahut aldino gemas dengan mereka.


Tak disangka selama mereka berbicara aldino jadi pusat perhatian orang orang disekitarnya. Selain tampan dia ternyata ayah yang perhatian juga dengan anak anaknya. Hari ini aldino menghabiskan waktu dengan anak anaknya. Kemudian malam langsung bekerja sampingan sebagai pemimpin perusahaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2