ALAM

ALAM
Buktikan saja


__ADS_3

...----------------...


...----------------...


...----------------...


Aldino tampak memikirkan kejadian tadi pagi, dan keinginan istrinya untuk tidur bersama


“haruskah aku tidur seruangan dengan sitengil itu” ujarnya bertanya Tanya dalam hati. “ck,masa iya sih..haduehh selain bikin masalah dikampus sekarang juga sering bikin masalah dirumah.” Aldino benar benar prustasi memikirkan masalah satu ini.


“aku harus menakuti nakutinya,tapi apa?..dia kan tidak takut apa pun” gumamnya. Tanya sendiri dan jawab sendiri. “auk ah,, setrah dia saja. Hari ini yang harus dipikirkan bagaimana jantungku berhenti berdegup sekencang ini dan bagaimana cara menghandapinya nanti.” Tutur pria dengan kuat dan menyemangati dirinya.


Amara pukul lima sudah pulang,saat masuk rumah yang pertama ia cari adalah suaminya. Karena orang yang pertama ia cari biasanya saat ini sedang berlibur keluarga keparis bersama keluarga besar taro company dan naga grub. Kasian sekali mara tak bisa ikut liburan itu karena harus kuliah.


“pelayan, mas aldino dimana?”Tanya amara menaikan alisnya sambil celengak celenguk ke sana kesini.


“tuan di ruang kerjanya nyonya muda, dari tadi belum keluar keluar” ujar pelayan menjawab dengan ramah.


“mm okey,makasi ya”


“sama sama”


Amara pun meletakan tasnya disofa kemudian berjalan kesamping ruang tamu disitu terdapat sebuah ruang yaitu ruang kerja pribadi aldino. Dia menggetuk pintu kemudian membuka dan melihtakan setengah tubuhnya.


“hallo” ujarnya melambaikan tangan kepada pria yang sedang menatapnya itu.


“kenapa kesini?”Tanya aldino.


Amara pun masuk kedalam dan menghampiri aldino. Aldino pun mencoba mengontrol diri agar tak terlihat gugup bila didekati oleh gadis kecil ini.


Amara menghela napas panjang, kemudian mengoceh tentang kejadian dikampus. Sedangkan aldino hanya mengangguk angguk mendengarkan ocehan gadis kecil ini. kemudian amara menyentuh tekuk aldino membuat aldino langsung terkejut. Mata pria ini membola dan tubuhnya berasa disengat listrik wajahnya memerah.


“Mas al sakit?”Tanya amara karena mendapati aldino menggigil. Aldino menggeser kursinya dengan kaki sehingga kursi beroda itu berjalan mundur.


“yah!, aku lagi sakit dan dokter bilang itu menular” ujarnya membuat amara tercengang dan kahwatir.


“benarkah?,aku panggilkan dokter lagi ya” sahut amara hendak pergi ingin mengambil hpnya. Namun aldino melarangnya dan amara pun tersenyum dibelakang aldino. Kemudian berabalik badan.

__ADS_1


“aku akan merawat mu sayang” ujar gadis ini tersenyum karena ia tau suaminya tidak sakit melainkan pura pura sakit saja. Amara tak bisa dikubulkan Karena dirinya lebih jago mengibulkan orang. Pelatih kok dilawan.


“jangan!,nanti kamu ikut sakit”ujar aldino. Kemudian pura pura berasin dua kali. “acin.acin”


“aku rela sakit asal kita selalu barengan”sahut gadis ini berjalan manja sambil menggoda aldino.


Saat amara sampai disana,aldino pun pura pura menutup hidung. “kamu sangat bau,mandi dulu sana” ujarnya.


Amara pun segera mencium ketiaknya. “hah benarkah?”Tanya amara mengerutkan kening. “ kenapa aku tidak mencium bau nya?”ujarnya bertanya Tanya.


“karena bau badan itu,orang lain yang menciumnya bukan kita sendiri” ujarnya.


“hah?..baiklah aku akan mandi dulu. Sampai ketemu lagi.” Ujar amara menyentuh dagu aldino.


Setelah wanita ini pergi aldino pun lagi lagi menghela napas lega. “untung saja dia pergi.” Gumamnya dalam hati.


“pelayan,siapkan air mandiku ya.” Perintah amara sambil meraih tasnya.


“baik”sahut pelayan tersebut pergi.


Malam


Aldino langsung menutup mata. Kemudian membentengi diri. “ada apa dengan mu,aku adalah gay. Tidak mungkin perempuan membuat ku tergoda” rungutnya. Kemudian aldino membuka matanya kembali sambil mendehem dengan cool. Pura pura adalah ahlinya.


“mau ngapain kamu?” Tanya aldino dengan santai sambil mengikat tali piyama tidurnya.


“mau tidur disini” sahut amara juga dengan santai.


“aku sudah katakan bukan,kalau aku lagi flu. Nanti kamu bisa tertular. Tidur barengnya setelah aku sembuh aja” ujar aldino menyarankan.


“sebut saja kamu takut dengan ku?”tebak amara kini masuk kedalam dan menutup pintu kemudian menguncinya. Kunci tersebut iya masukan kedalam branya. “aku akan merawat mu..mumpung dirumah tidak ada siapa siapa” ujar amara dengan menggoda.


Aldino seketika menganga saat kunci pintu dimasukan kedalam sana. “amara,kamu jangan gila” ketus aldino. “sini kuncinya” pinta aldino dengan tegas.


“kalau mau,ambil sendiri” ujarnya tersenyum.


“apa sih untungnya dengan mu bermain seperti ini hah?,aku katakan aku tidak tertarik dengan mu sedikit pun. Apalagi kamu hanya bocah. Aku tidak bermain dengan perempuan dibawah umur” rungut aldino mengalihkan matanya.

__ADS_1


“apa kamu lupa umurku sudah 18 tahun,aku bukan bocah 13 tahun lagi. Kalau kamu tidak dipaksa kapan kamu bakalan berubah.” Ujar amara masih sabar menahan diri untuk aldino.


“kapan pun itu bukan urusan mu,tapi aku tidak mencintai mu aku tidak bisa berhubungan intim dengan mu..aku tidak bernafsu dengan perempuan”ketusnya terpancing emosi. “sekarang berikan saja kuncinya.” Sambung aldino sambil mengacungkan tangan memintanya dengan paksa.


Amara mendekati aldino dan menyentuh tangan aldino dengan sensual. Seketika aldino menarik tanganya kembali dan tubuhnya bergidik ngeri.


“aku rasa kamu bukan perempuan rendahan”ujar aldino membuat amara tercengang. “kamu pernah berjanji padaku bahwa kamu tidak akan macam macam bukan?” ujar aldino mengingatkan masa lalunya. “apa kau hanya menggertak ku?” sambungnya lagi mengerutkan keningnya.


“mas,aku datang baik baik loh. Kamu kok gitu ngomongnya. Aku tak serendah itu. Apa yang aku lakukan ini wajar loh. Aku hanya ingin kamu berubah dan sembuh dari penyakit homoseksual mu” ujar amara tetap sabar menghadapi aldino.


“aku tidak sakit, homosekual itu bukan penyakit, jadi berhenti mengatakan ingin mengobatiku” ketus aldino membentak amara karena tidak tahan lagi.


“okey, aku paham. Tapi aku ingin ngetes kamu?,apa benar kamu benar benar tak tergoda oleh wanita atau hanya menghindari ku karena cinta mu belum usai dengan kinan” ujar amara kini merambat kemana mana.


Aldino pun mengerutkan keningnya. “ada apa dengan mu hah?,kenapa bawa bawa dia segalak.”ketus aldino. “akar masalah itu dirimu,jadi tidak ada hubunganya dengan yang lain.”


Yang tadinya secara baik baik berakhir dengan pertengkaran. Mereka saling memakai emosi,amara pun juga makin menjadi jadi.


“ayo hentikan semuanya,kembalikan kunci itu padaku dan keluar dari kamarku” hentak aldino.


“aku tidak akan keluar sampai aku menguji mu” pekik amara dengan suara lantang. “selama lima tahun aku melihatmu dan aku tidak mengganggumu, itu sudah cukup lama untukku. kesabaran ku sudah habis rasa penasaran ku makin menjadi jadi. Bila kau tidak menyukai wanita coba buktikan. Kau mencintai siapa sebenarnya?,,kinan? reno?” cerocos amara membuat aldino mengehela napas kasar.


“sudah ku katakan aku hanya mencintai reno, kenapa harus membawa kinan hah?.. sudah beribu ribu kali juga aku katakan wanita tidak membuat ku tergoda. sedikit pun tidak.” Bentak aldino menghardik amara dengan sangat kasar. “paham anggak sih”


“mas,aku kesini baik baik bukan mengajak kamu ribut” ujar amara kembali berusaha tenang. Amara meraih tangan aldino namun aldino dengan kasar mengibasnya.


“berikan saja kuncinya, kalau kau tak ingin pergi dari kamarku, maka aku yang pergi dari kamar ini” ujar aldino merendahkan nada suaranya kembali. Kemudian mendecih matanya menatap sudut ruangan tersebut.


“ambil saja sendiri” ketus amara menyibakan rambutnya kemudian duduk diranjang empuk tersebut. Gadis ini melipat kakinya.


Aldino pun menatap gadis ini dengan tajam. “kau benar benar gila” ketus aldino kembali meninggikan suaranya.


“aku bisa lebih gila dari ini. lakukan saja, buktikan bahwa kau memang tak tergoda oleh ku.” Bentak amara membalas aldino dengan mata tajam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2