
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Setelah kenak usir secara paksa oleh pak dosen mereka jadi terdiam satu sama lain.
Amara menghela napas panjang. Sukma dan arara yang melihat langsung bertanya. “kenapa lu?,keknya lu sedang menyembunyikan sesuatu dari kita?..kata lo kita bodoh, lo istri pak aldinokan?” tebak sukma.
“hah?, kenapa kau menyimpulkan begitu sih?” ujar amara.
“udah deh mara,ngaku aja…kita memang bodoh dengan pelajaran tapi kita tidak akan bodoh dalam menilai orang. Ya anggak ma”ujar arara menyikukan sukma. Sukma pun mengangguk.
“lo istrinya pak aldinokan?”Tanya sukma lagi.
“mmm…bukanlah” ketus amara menghindari kontak dengan mata mereka.
“kalau begitu,pak aldino itu seorang gay?”Tanya arara.
“eh,,jangan keras keras nanti semua orang dengar. Jangan sampai itu terjadi.”ujar amara menutup mulut arara.
“kalau gitu kita benar,pak aldino itu gay dan kamu istrinya?”Tanya arara pelan.
“ra,,kita ini sahabatkan?,katakan saja semuanya kita tidak akan membeberkanya kok.. setidaknya kalau lo bicara kita bisa mengerti kenapa lo dengan pak aldino itu musuhan begitu sangat abadi.” Ujar sukma.
“suatu saat akan gue cerita in,tapi untuk kali ini gue belum bisa ceritakan hubungan gue dengannya” ujar amara tersenyum. “karena kalian sudah menebaknya gue hanya bisa mengiyakan aja. Gue memang istrinya pak aldino dan apa yang lo lihat dan dengar itu memang ada nya. Tapi gue harap kalian bisa menyimpan rahasia ini.” ujar amara sedikit kecewa.
“mmm…kita janji akan membantu lo. Semua akan baik baik saja selama kita saling terbuka karena itulah arti persahabatan kita.”ujar sukma memeluk amara dan arara.
“jangan ada rahasia lagi di antara kita, dan gue janji tidak akan menggoda pak aldino lagi”ujar arara.
“lah,hubungannya apa cobak.”sahut amara tersenyum memeluk kedua sahabatnya ini.
Aldino keluar dengan tergesa gesa dan masih mendapati mereka saling berpelukan. Namun aldino tak mengubris mereka karena dia terlihat panik. Amara yang melihat pria ini tergesa gesa segera berlari ikut mengejar.
Merekapun bertemu dilift yang sama menuju lantai yang sama.
“kenapa?”Tanya aldino.
__ADS_1
Namun aldino tak menjawab saat lift terbuka ia pun langsung berlari ke parkiran dan naik mobil begitu juga amara berlari kearah mobilnnya.
Tiba dirumah sakit.
Aldino berlari sekuat tenaga masuk kerumah sakit. Amara pun juga menyusul begitu panik. Mereka melihat kesemua sisi ruang dan menemukan mama mereka sudah sangat panik.
“apa yang terjadi mah?”Tanya aldino seketika pada sarah.
Amara langsung memeluk reno. “mama,fani tidak matikan” isak putranya.
“tidak,sayang jangan bicara begitu”sahut amara mengelus punggung putranya.
“fani,tiba tiba saja pingsan.”ujar lisa melihat aldino.
Aldino pun menghampiri putrinya yang terbaring lemah tersebut.
“dia baik baik saja?,dia tidak apa apa?”Tanya amara mendesak dokter karena sangat panik sekali.
“kenapa fani bisa pingsan begini?”Tanya aldino kepada sarah dan lisa.
“dia baik baik saja” sahut dokter menenangkan amara. Mamanya juga memeluk sarah.
“maah!” aldino langsung meneriaki sarah sehingga semua jadi terhenti dan melihat kemereka. “jangan menyalahkan siapapun, ini terjadi karena kecelakaan saja. Pleace jangan membesarkan masalah.” Ujar pria ini memelankan nada suaranya kembali.
“sayang,ayo pulang… ngpain kamu disini. Kamu tidak ada harganya disini oleh wanita kejam seperti dia” ujar lisa membimbing anaknya.
Amara benar benar sakit hati, ia dengan pelan melangkah mengikuti mamanya dan membiarkan anaknya terbaring dan juga memanggilnya.
“amara?,
“mama, mau kemana? Fano ikut dengan mama aja” ujar fano namun tangan fano dipegangi sarah.
“sus,tolong jaga mereka ya” ujar aldino menyusul amara dengan sang ibunda gadis ini.
“mara,” aldino meraih tangan wanita ini. “kamu mau kemana?,jangan dengarkan kata mamaku.kamu tau kan sifat mamaku” jelas aldino menahan gadis ini untuk pergi.
“aldino!,cukup ya…anak saya bukan pengasuh anak mu..dia ibu kandung anakmu jadi stop memperlakukan amara seperti pengasuh putra putrimu” ketus lisa merebut tangan putrinya.
“ma?..aku tidak pernah menganggap mara sebagai pengasuh. Aku tau mara ibu kandung dari anakku maka dari itu aku membelanya.” Ujar aldino.
__ADS_1
“aldino, aku datang” tiba tiba saja kinan menyapa aldino membuat ketiga orang ini menatap kinan. “oh iya,, hello tante lisa hello amara” sapa kinan dengan sangat ramah berdiri disamping aldino.
“ck,mantan tunangan mu datang lagi?,pantesan mamamu ingin menggantikan putri ku” ketus lisa.
untung lag kau sadar nenek tua, maka dari itu bawa sana anak mu itu. batin kinan.
“amara,kamu taukan anak anak tidak bisa lepas darimu,,, jadi jangan pergi” bujuk aldino.
“mah,jangan bawa amara,aku mohon” iya juga membujuk lisa. “maafkan perkataan mamaku yang tidak mengenkan tadi.” Memohon kepada lisa.
“mama” fani dan fano tiba tiba saja sudah disana,tangan kecil mereka langsung menggenggam tangan mamanya.
“fani?kamu tidak papa sayang?” Tanya amara mengelus kepala fani kemudian memeluknya.
“kata nenek mama tidak sayang kita lagi,mama mau pergi meninggalkan kami. Mama tidak sayang kita lagi ya?” ujar keduanya menangis memeluk amara.
“tidak benar,mama sayang kelian kok. Mama tidak akan meninggalkan kalian.” Sahut amara membalas pelukannya dengan erat.
“jika anak saya menitikkan air mata lagi karena keluargamu atau pun karenamu,saya tidak akan segan segan memisahkan kamu dengan anakmu aldino.camkan itu.” Ancam lisa dengan sangat tegas. “kami akan membuat kamu merasakan apa yang kami rasakan bagaimana kamu membuat kami terpisah dengan anak kesayangan kami karena ulah bejat mu itu. Jadi kau harus berjanji akan menjaganya dengan baik.” Tutur lisa.
“aku berjanji akan menjaga mereka” sahut aldino dengan serius.
“mara,mama pulang. Jaga dirimu baik baik. Kalau ada masalah bilang saja kepada mama. Biar mama selesaikan semuanya dengan tangan mama. Terutama ada orang ketiga yang masuk” ujar lisa melihat kinan dengan tatapan memakan.
“hati hati maah” ujar amara.
“ayo kita pulang,”ajak aldino menggendong fani yang sedikit lemah ini.
“aldino,aku kesini ingin membantumu..aku disuruh oleh mamamu” ujar kinan namun aldino mengacuhkan kinan.
“kita satu mobil saja,nanti suruh sopir aja yang menjemput mobilmu”ucap aldino.
“Baik mas”sahut amara naik kemobil aldino.
Kinan diacuhkan seperti sampah yang berserakan oleh mereka. Membuat wanita ini benar benar murka dan malu sekali dilihat lihatin oleh orang orang disana.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...