ALAM

ALAM
Lanjut


__ADS_3

Amara pun langsung pergi dan masuk kedalam tk. Didalam dia sudah melihat fani menangis tanpa suara. Keningnya ada hansdiplas. Didepan fani ada anak dengan ibunya. Amara langsung mengampiri fani dan memeluknya disaat itu fani menangis bersuara.


“sayang kamu kenapa sampai begini?”Tanya amara melihat putrinya.


“fani dilempar sama batu olehnya” rengek fani menunjuk gadis kecil tersebut.


Amara langsung melihat anak itu dengan tajam. Seketika ibu ruhi memeluk putrinya disaat tatapan laser amara.


“anak anda duluan yang memulai” ucap ibu ruhi. “bahkan semua orang melihatnya” sahut ibu ruhi.


“what?,


“dia bilang fani fano anak tidak jelas,tidak punya mama. Terus fani bilang fani punya mama kok.. terus dia terus menertawai fani.” Isaknya. “fani dibilang sombong juga”


“udah udah sayang” sahut aldino memeluk putrinya. Kemudian fano juga datang dibawa oleh bu gurunya keruangan tersebut.


“maksudnya apaan sih ini!” ketus amara berdiri hendak menyerang ibunda ruhi.


Namun aldino menarik tangan amara. “duduk lah,biar kepala sekolah menjelaskan.” Suruh aldino.


Amara duduk namun matanya tajam kepada sang ibunda ruhi. Kepala sekolah mulai menceritakan kejadian dari awal sampai akhir. Aldino pun mengangguk dan paham. Kepala sekolah menyuruh ruhi untuk meminta maaf namun ibu ruhi melarangnya.


“saya akan bayar pengobatannya,tapi anak saya tidak bisa meminta maaf karena ini bukan kesalahanya.” Ketus ibu ruhi.


“ck,anakmu sudah mengganggu anak kami?,apakah penjelasan kepala sekolah kurang ?” ketus amara. “masalah uang?, jangankan pengobatan harga diri kau sekeluarga bisa saya beli” sambung amara.


“kau?...

__ADS_1


“amara cukup!” ujar aldino menyuruh amara untuk diam. Kemudian aldino melihat ibunda ruhi.


“baiklah,masalah ini selesai disini saja. Jangan sampai pertengkaran anak anak dijadikan permusuhan diantara kita ya bu ruhi” ujar aldino membuat amara jengkel dan ibu ruhi pun tersenyum dengan penjelasan bapak karismatik ini.


“sayang,,minta maaf kepada ruhi” suruh aldino kepada alfani membuat amara makin geram namun dia disuruh diam.


“aku tidak salah” sahut fani manangis lagi.


“minta maaf saja” ujarnya papanya. “kalau kamu tidak minta maaf, nanti kamu berdosa dan masuk api neraka. Kamu tau kan api neraka itu sangat..


“panas sekaliii. Hiks hiks” sambung fani terisak.


“nah kalau begitu ayo minta maaf” suruh aldino kembali melihat ibu ruhi dan putrinya ruhi itu.


“ruhi maafkan aku,tante maafkan fani dan ibu kepala maafkan fani. Fani tidak akan nakal lagi kok” ujar fani terisak.


Amara tak tahan begini,iya pergi begitu saja dari sana. Aldino melihat wanita ini pergi dengan tidak sopan sedikitpun. Membuatnya menggeleng dan segera tersenyum kepada kepala sekolah.


“maafkan atas ketidaksopanan istri saya.kalau begitu kami izin pamit.” Ujar aldino menggendong fani dan memegang tangan fano.


“terimakasih pak al,atas kesabaranya”ujar kepala sekolah.


Aldino mengangguk kemudian pergi. Diluar dia tak melihat mobil amara lagi, disisi lain amara ternyata pulang karena sakin muak dengan perangai aldino membuat dirinya seperti orang bodoh saja dimata semua orang..


“kurang ajar,makin tidak berotak aja dia setiap harinya. Makin tidak dihargai saja aku.” Rungut amara masuk kamar dan membanting pintu begitu saja.


Tak lama aldino sampai,fani dan fano diambil oleh oleh bebysiternya. Sedangkan aldino menaiki anak tangga dan berjalan kekamar amara.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


“mara,kita harus bicara!bukak pintunya.” Ujar aldino dari dalam.


Amara membuka pintu dengan wajah betek sekali. Aldino pun masuk kemudian menutup pintu. “kamu marah padaku?”Tanya aldino.


“pikir saja sendiri” ketus amara kembali duduk ditempat tidurnya.


“kalau aku pikir pikir emang iya kamu marah dengan ku” sahut aldino sambil melihat figura besar dirinya bersama amara yang diambil waktu pernikahan kedua mereka januari 2018. Pernikahan pertamanya 30 maret 2017.


“udah tau masih aja nanya, kamu benci dengan anak kita ya?, atau kamu benci aku lalu bawa bawa anak anak.”ketus amara dengan suara keseleknya.


“ah!,ya tidak mungkin lah aku benci anak ku sendiri. Aku melakukan itu agar masalah cepat selesai.” Jawab aldino.


“kau membuat kita terlihat bodoh dimata mereka,paham anggak sih. Sekarang fani pasti sangat terpukul karena bukan kesalahanya. Dia harus meminta maaf.” Ketus mara membuang muka.


“fani juga salah, makanya aku suruh fani minta maaf. Cara bicara fani itu tidak sopan makanya ruhi kesal. Mereka berdua memang sering bertengkar. Jadi maklumin aja” ujar aldino.


“maksudnya?” sinis. Amara tidak terima anaknya disalahkan dimatanya anaknya selalu benar dan tidak pernah melakukan kesalahan apapun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2