
"Aku menyesal menikah denganmu...!!"
Seketika mata pria ini membola mendengar wanita kurang umur sebagai seorang yang sudah menikah.
"Menyesal? Katakan sekali lagi!" Bentak aldino.
Amara pun menghela napas kasar dan ingin pergi untuk mengabaikan pria ini,namun baru hendak balik badan tanganya ditarik kasar oleh aldino sehingga tubuhnya terjatuh kepangkuan tubuh kekarnya. Disaat itu Amara langsung mundur selangkah untuk memberi ruang namun tangannya tetap digenggam erat oleh pria ini.
"Kau menyesal?!,kau menyesal berhubungan dengan ku? Sekarang kau mengatakan kau menyesal setelah drama gila yang kau bikin hah?..ck.." aldino melototi Amara dengan agresif.
"Lepaskan aku!!!" teriak Amara memukul tangan kekar yang bakalan mematahkan tangan mungilnya ini.
"Katakan sekali lagi?,Apa kau menyesal?!"Tanya pria ini dengan tatapan penuh tanda tanya dan mengharapkan Jawaban dari mulut gadis ini.
Amara menatap mata aldino dalam dalam dan bibirnya bergetar hanya untuk mengatakan kata IYA.
"IYA,AKU MENYESAL!,AKU MENYESAL TELAH MASUK KEHIDUPAN PRIA BERMASALAH SEPERTI MU!, AKU MENYESAL TELAH MENCINTAI PRIA SEPERTI MU,AKU MENYESAL!!!!.." Ucap Amara dengan lantang. "aku menyesal melakukan semua yang pernah ku lakukan kepadamu!"
Dirinya berbicara keras namun air matanya mengalir begitu deras,hatinya menandakan tak ikhlas berbicara sedemikian.
Amara menarik tanganya kemudian pergi dari hadapan pria yang kini terdiam seribu bahasa.
...****************...
Dikamar ia melihat fano fani yang ternyata tidak tidur melainkan mendengarkan mereka bertengkar begitu dahsyat. Baru kali ini iya mendengar orangtuanya bertengkar. Amara langsung menganga saat melihat keduanya udah menangis ketakutan.
“sayang?,k_kakalian belum tidur” ujarnya menghampiri anak anaknya.
“mama sama papa kenapa bertengkar?” Tanya fano.
__ADS_1
“fani takut” isak nya.
Keduanya menangis ketakukatan. Amara langsung memeluk keduanya dengan meminta maaf sebesar besarnya karena sudah membuat mereka takut begini. “maafkan mama, maafkan mama..mama minta maaf”ucap amara berusaha menahan air matanya namun tak mampu karena mendengar isak tangis keduanya.
Perasaan amara juga sedang diguncang oleh ucapan suaminya yang sangat menyakitkan tersebut. Sedangkan aldino yang terdiam baru sadar mendengar isak tangis ketiganya dikamar atas tersebut. Sektika pria ini menaiki anak tangga dan mencari sumber suara.
Saat melihat semuanya sudah saling merangkul satu sama lain, suara tangis ketiganya membuat aldino mati kutu. Dia bukan hanya menyakiti ibu dari anaknya tapi juga menyakiti anak anaknya. Karena mementingkan ego sekarang dia harus melukai ketiganya.
“pa_pa” fani melihat aldino sehingga fano juga melihat papanya.
Aldino hanya mampu tersenyum. “hy?,kenapa kalian menangis?,siapa yang jahat?” ujarnya serak menahan sesuatu.
“papa” ucap mereka serentak dan memperkuat tangisnya.
“oh ya,kenapa papa?..papa salah apa pada kalian” ujar aldino mendekat dan amara langsung menjauh. Aldino melihat amara yang berdiri begitu saja kemudian amara keluar dari kamar tersebut.
“papa dan mama kenapa bertengkar?”Tanya fani.
“tadi papa memarahi mama dan kenapa mama menangis? Papa pasti sudah memukul mama” ujar fano cemberut.
“tidak.. papa dan mama hanya ada tugas ,kita hanya bermain sayang. Ya udah kalian tidur lagi ya”
“papa tidak bohong?
Aldino menggeleng. “tentu tidak sayang” jawabnya melepaskan pelukan dan tersenyum melihat keduanya. “jangan nangis lagi. Papa juga akan sedih juga bila kalian sedih” sambungnya mengusap air mata putra putrinya.
Aldino meniduri keduanya dengan penuh kasih sayang. Setelah terlelap iya pun keluar kamar hendak menemui amara tapi sayang dia tak menemukan amara dimana.
“bik, apakah anda melihat istri saya?” Tanya aldino pada pelayan.
__ADS_1
“nyonya ada dikamar utama tuan”jawabnya.
Aldino yang sudah memeriksa tapi dia tidak menemukan amara disitu tadi. “anda yakin istri saya disitu?”Tanya aldino lagi.
“benar tuan,nyonya masuk kesana kurang lebih 1 jam yang lalu dan saya belum melihatnya keluar dari kamar tersebut.” Jelas pelayan menunjuk pintu kamar utama tersebut.
“tapi saya dari situ tidak menemukan siapa siapa” jawab aldino.
“mungkin nyonya ada dikamar mandi tuan” sahut pelayan itu lagi memberi solusi karena dia yakin nyonyanya disana dan belum keluar sampai saat ini.
“baiklah,tapi kalau kamu menemukannya jangan lupa beritahu saya”
“baik tuan.”
Aldino akhirnya masuk kembali kedalam kamar tersebut “amara?, kamu didalam?” mengetuk kamar mandi namun tak mendapatkan respon. Iya pun membukanya.
Toilet menandakan tidak ada orang namun ia hanya melihat sebuah patung kepala harimau,sebelumnya patung itu juga pernah ia temui dikamar amara dirumah mertuanya.
“patung ini?... kenapa disetiap kamar mandi Amara terdapat patung harimau.” Gumamnya bingung.
Saat hendak menyentuh patung itu tiba tiba saja mata patung menyala membuat aldino kaget bukan kepalang. Karena kaget banget, ia langsung bersembunyi kedinding sebelah dan mengintip dari situ.
Kepala harimau itu menjadi belah dua dan tak lama wanita yang ia cari keluar dari sana. Untuk pertama kalinya iya melihat ternyata dibalik patung itu terdapat sebuah ruang layaknya seperti kamar tidur tuan putri.
"Ruangan untuk apa itu?" Gumam dino dalam hati.
Bersambung
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...