ALAM

ALAM
2017,j januari (sambungan)


__ADS_3

2017


Amara (13) gadis yang dewasa terlalu cepat diumurnya yang ke 13. Gadis ini bergaul dengan teman temannya seperti sukma dan arara itu sudah lama. Hari itu iya berlibur keparis bertiga dan dua orang cowok. Mereka merayakan kelulusannya sebagai siswa teratas dengan meraih nilai tertinggi se provinsi itu saat ujian nasional.


Sebagai sahabat yang sangat dekat teman temannya mengajak amara untuk merayakannya. Karena sepakat amara pun memilih diparis karena iya juga sudah berjanji kepada sukma dan arara akan membawanya keparis untuk berlibur suatu saat nanti. Dan hari itu akhirnya terwujud.


Awalnya amara pernah ketemu dengan sarah dan kinan,karena mereka waktu itu terlihat seperti tak saling kenal jadi mereka tidak bertutur sapa. Amara waktu itu kahausan habis taruhan dengan sahabatnya makan pedas namun tidak bisa minum air,siapa yang duluan minum air maka dia yang kalah.


Amara gadis yang terkenal hobi makan pedas pun tidak ingin harga diri jatuh begitu saja,namun siapa sangka sore menjelang malam itu gadis ini benar benar tak kuat dan menyerah. Ia pun segera mencari air direstoran itu yang juga tidak jauh dari nya.


“hey, jangan!” kinan dan sarah histeris saat melihat amara mendeguk minum itu sambil bersendarwa sangat keras. “waahahhh rasanya wah banget” ujarnya.


Sarah dan kinan saling pandang. “bagaimana ini tan,apa yang akan terjadi dengan anak itu”bisik kinan.


“bukan salah kita”sahut sarah tak peduli kemudian mengambil botol yang lain.


Hari itu amara benar benar merasa aneh. Amara pun meminta izin kepada teman temannya itu untuk pergi tanpa dirinya. Karena dia merasa tak enak badan.


“gue akan pesan hotel disini jadi kita ketemuan disana nanti alamatnya gue kirim” ujar amara untuk terakhir kalinya kemudian pergi tanpa diantar teman temannya.


Amara memesan sebuah kamar,dan itu ia masih bisa menahan karena obatnya belum bekerja sempurna. Sampai dilorong kamarnya gadis ini mulai terhuyung huyung dengan samar iya melihat oknown dan oknown itu juga dalam keadaan yang sama dia juga tidak sadar akan dirinya lagi.


Kamar 1313


Mereka masuk dikamar yang sama,pertemuan mereka untuk pertama kalinya disana. Karena obat yang sangat kuat itu sedang bekerja ditubuh mereka masing masing. Mereka tak menyadari sama sekali apa yang terjadi. Namun Mereka saling membutuhkan satu sama lain. Setidaknya kebutuhan mereka tentang tubuh dan hasrat yang bakalan saling terpenuhi malam ini.


Pagi


Amara terbangun,iya merasakan ada yang memeluknya. Wanita ini masih belum berani berbalik badan namun perasaannya sudah cemas banget. Dirinya mengangkat kepala nya sedikit dan melihat gaunnya tergeletak dilantai. Ditempat lain iya menemukan branya juga tergeletak.


“apa yang telah terjadi?,dan siapa pria yang memeluk ku ini” gumamnya dalam hati masih tenang namun jantungnya bukan detakan orang normal lagi.


Amara bergerak,namun pria yang memeluknya ini mempererat pelukannya. “tetaplah berbaring seperti ini,sebentar saja sayang” bisiknya membuat amara merinding.


Untuk kedua kalinya amara bergerak hendak pergi dari temppat terkutuk ini. Namun kali ini pria membalikan tubuh amara menghadapnya sehingga mereka menempel dan amara lenyap dalam dekapan pria ini.


Pria ini meraba kepala amara. Pria ini pun mengerutkan keningnya. “kenapa?...” pria ini masih belum membuka mata namun hatinya sudah merasa tidak enak. “kenapa rambutnya panjang,tubuhnya kecil dan apa ini” saat menyentuh entah apalah membuat amara makin gila dan pria ini juga merasakan sangat aneh.


“kok tidak panjang” ucap pria ini. “kemana milikmu?”tanyanya.


Pria ini benar benar merasa aneh,kemudian membuka matanya dan melihat siapa yang dia peluk. Pria ini langsung berteriak histeris sambil melepaskan dekapanya.


“siapa kau?” hardiknya menunjuk amara dengan jari kirinya.

__ADS_1


“mas aldino?” amara yang mengenali pria ini langsung terduduk.


Beberapa detik mereka saling tatap namun amara langsung berteriak. “aaaaaaaaaaaaaa” pekiknya menarik selimut segera menutup tubuhnya yang setengah terbuka tersebut. Sehingga menunjukan tubuh aldino tanpa sehelai benang pun.


“besarnya” rintihnya sedetik dua detik terhipnotis.


Pria ini segera menutup dengan bantal sakin soknya kemudian amara memejamkan matanya. “bocah tengill,siapa kau?” ketus aldino sesak napas.


“aku?,kau tidak mengenaliku?” ketusnya sangar.


“ih tikus kecil. Siapa kau?,kenapa kau tau namaku hah?” ketus aldino.


Amara menginsut menjauh dari jarak mereka saat ini “kau kan, putra om fram dan tante sarah yang centil itu. Siapa sih yang tidak tau dengan mu. Kau pria GAY..tapi kenapa kau meniduriku hah?”pekik amara baru sadar bahwa pria ini adalah pria gay.


“apah?,dasar tikus kecil berani sekali kau” bentaknya.


Amara hendak bangkit,namun tiba tiba iya merintih kesakitan. “auhh… apa yang telah kau lakukan padaku hah?,bagaiamana kalau aku hamil?” pekiknya.


“seharusnya aku yang bertanya apa yang telah kau lakukan padaku,kenapa kau ada dikamarku?”ketus aldino.


“kamarmu?,eh mas aldino yang tampan cerdik baik pintar dan segalanya lah,,, kau ini benar benar begok hah?,ini itu kamarku.” Ujar wanita ini meraih barang barangnya.


Amara mencari CDnya.


“sekarang kau pergi dari kamarku,sebelum aku panggilkan menejer hotel ini.”pekik amara.


“ck,……..” aldino berdecih.


Amara melihat apa yang dia cari menyangkut ditelinga aldino. Mereka sama sama panik jadi belum menyadari sama sekali terutama aldino. Saat amara menghamparinya.


“apa?,apa yang ingin kau lakukan hah?” ketus aldino menyilangkan tanganya.


“dasar homo” ketus amara menarik CD yang tergantung itu dengan kasar membuat aldino menyentuh telinganya.


“astaga.. kau memang gilak tikus kecil” ketus aldino menggosok telinganya. “apa yang terjadi dengamu aku tidak akan tanggung jawab” ujar aldino.


“itu lebih baik”sahut amara kemudian pergi dengan jalan mengangkang kemar mandi.


Didalam sana wanita ini tersandar dan tiba tiba air matanya pecah dan semua tubuhnya gemetar. “amara kau benar benar gilak… bagaimana mungkin kau tidur dengan pria kelaian itu.arghhh” rutuknya memukul diri sendiri. “apa yang harus ku lakukan ini,,ini benar benar membuat ku gila.” Amara benar benar sangat panik bukan biasa lagi. Perawanya sudah direnggut diusia belum cukup 13 tahun namun sebulan lagi usianya pas 13 tahun.


Selang waktu berlalu,mereka selesai memakai baju mereka masing masing. Aldino mengetuk pintu membuat amara kaget banget. Namun gadis ini memiliki sifat kelaki lakian dengan berani iya membuka pintu dan berdiri dengan jantan. Padahal dia seorang wanita.


“kita harus bicara”ujarnya aldino.

__ADS_1


“apa?,katakanlah?”ketusnya mendorong aldino dari hadapanya kemudian berjalan keranjang dan duduk seperti laki laki.


“berapa usiamu?”Tanya aldino.


“apa kau ingin memberiku hadiah ulang tahun?”ujarnya dengan santai “kalau benar,bulan besok tanggal 23 umuurku tepat 13 tahun” ujarnya.


“hah?... ck, aku akan memberikan hadiah yang sangat besar untukmu. Tapi kau harus berjanji tidak akan membeberkan kejadian ini kemanapun..apa kau siap?”Tanya aldino.


“Baiklah,aku setuju. Lagian aku juga tidak ingin membeberkan bahwa aku tidur dengan pria homoseksual kayak kamu mas aldino”sahut amara.


“okeh,itu bagus”sahut aldino mengangguk angguk.


Amara memberikan alamat rumahnya. “jangan lupa antarkan hadiahku kealamat yang tertera di kartu tanda pengenalku ini. aku rasa kita lumayan akrab. Papa kita sahabatan mama kita musuhan dan kita tidur bersama” ujar amara.


“kau…Kau putri taro company, amara alisontaro?” ujar aldino.


“yes..mmm silahkan keluar dari kamar ku” ujar amara mempersilahkan.


“aku ingin bertanya satu hal lagi?” ujar aldino karena melihat wanita ini tampak sudah berpengalaman hal seperti ini karena wajahnya begitu santai banget.


“tanyakan?”


“apakah aku bukan orang yang pertama kamu tiduri?”


Amara langsung menatap pria ini dengan tatapan membunuh. “menurutmu?, apakah aku melakukan ini dengan banyak pria?”


“yak kan aku bertanya baik baik kenapa harus marah marah pula”ketus aldino.


“ck,menurut mu kesakitan yang ku alami ini dan noda darah itu ..kau kira aku punya seelapuk dara yang banyak gitu sehinga setiap aku melakukan begituan selalu berdarah hah?” bentak wanita ini berdiri dan menyudutkan pria ini.


“hah?kau benar benar gilak,oke oke aku paham. Lain kali jangan begini lagi. Kamu bakalan rusak”nasehat aldino.


“aku?..kau mengatakan aku bakalan rusak?..eh aku udah rusak karena mu malam ini bodoh homosekual gay.” Geriti amara.


“sakit!!,jangan pernah datang lagi. Aku akan mengirimmu hadiah dihari ulang tahun mu itu nantik” ujar aldino kemudian pergi.


Disaat pria itu pergi,amara langsung lemah dan terduduk begitu lemah kemudian untuk kedua kalinya air matanya jatuh. Dan menatap noda darah yang berada diatas ranjang itu lumayan banyak. “menstruasi aja aku belum,,tapi aku malah sudahh tidak perawan lagi. Bagaimana kalau orangtuaku tau”rintihnya. Tangis amara pecah dikamar itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2