
...----------------...
...----------------...
...----------------...
2022
Ruang makan.
“selamat pagi sayang.”sapa amara saat aldino bakalan duduk.
Pria ini menyunggingkan bibirnya. “anak anak mana?” Tanya aldino.
“hari ini hanya ada kita berdua dirumah, anak anak hari ini pergi berlibur sama mama ku” sahut amara tersenyum sambil mengambilkan makanan untuk aldino.
“oh” pria ini meraih sendok kemudian mulai menyantap sarapan paginya.
Amara pun duduk terus memerhatikan suaminya dengan lekat tanpa celah. Sedangkan pria ini tampak biasa aja. Tidak ada salting saltingnya diliatin seperti itu. Bahkan dia menyantap sarapanya dengan lahap.
“mas,kalau aku lihat kamu makin tampan meski sedikit tua deh?” ujar amara mulai menggoda aldino dipagi buta ini.
Aldino yang sudah terbiasa dengan godaan wanita ini disetiap kesemptanya hanya tersenyum miris. “terimakasiiih” ujar aldino mendayu. Membuat gadis ini tertawa. “tapi,bagaimana pun kamu berusaha,aku tidak tertarik dengan mu”sambungnya.
“mulai malam ini aku akan tidur dikamar kita” ujar amara membuat aldino tiba tiba saja tersedak.
Amara dengan sigap menuangkan air dan memberikanya kepada aldino. “apakah masakan ku seenak itu,sampai membuat mu tersedak”ocehnya.
“apa katamu?” ujar aldino setelah minum air putih. “kamar kita?” sambungnya.
“iyah,kamar yang mas tempati itukan kamar kita. Aku kan udah besar jadi berarti aku bisa tidur disana dong”sahut amara membelai lengan aldino dengan intim.
Pria ini langsung menarik tanganya. “kenapa jantung ku berdetak kencang gini?,apa jantung ku sakit ya” gumamnya dalam hati.
“apa kamar mu kurang nyaman?”Tanya aldino dengan tersenyum.
“iya” amara mengangguk.
“aku akan merenofasi kamarmu,supaya nyaman. Bentuk apa yang kamu suka?”sahut aldino.
“no no no… aku akan tidur denganmu mulai saat ini” tekad amara.
“jangan lah,aku tidur suka sana sini.” Ujar aldino mencari alasan. “kalau kamu tidur dengan ku pasti kamu akan merasa terganggu mara.”tutur aldino menakut nakuti.
“mmm…pokoknya aku akan tidur dengan mu mulai malam ini… bye sayang. Muachh”
Aldino mendapati kecupan pagi dari amara. Pria ini memutar badannya melihat punggung amara. “wah! Makin hari makin gila saja perangainya” ujar aldino memerhatikan wanita ini. tanpa sadar tanganya yang memegang sendok bergemetar karena ulah istrinya terebut.
“jantung tuan sepertinya tidak aman” bisik bisik pelayannya.
“mm sepertinya begitu”
__ADS_1
“mau heran,tapi ini perempuan taro. Taulahkan bagaimana perempuan taro disana”
Mereka bisik bisik memerhatikan tuan dosenya yang mati kutu dan meleyot karena istrinya dipagi hari.
“permisi tuan
“eh copot,,”aldino langsung mengonjak sakin kagetnya. “ngagetin aja sih bik” semprot aldino kesal.
“maaf tuan” sahut bibitnya.
Dikampus
“amara alisontaro” nama lengkap gadis ini dipanggil oleh seorang wanita berok mini dari jarak yang jauh.
Amara berhenti kemudian melihat kebelakang dan melihat seorang wanita yang paling ia tak sukai sekali pun sejak pertemuan pertamanya. Amara pun memutar badannya lagi hendak pergi namun wanita tersebut sekali lagi memanggil namanya.
Amara terpaksa menghentikan langkahnya, kemudian berbalik badan kembali berusaha tersenyum dihadapan wanita ini.
“kenapa?” jawab gadis ini tersenyum ramah. “ada yang bisa ku bantu,buk kinan?”Tanya amara kemudian menundukan kepala.
“apakah anda berniat untuk pergi,setelah saya panggil?” ujar kinan dengan kasar. “kenapa anda begitu tidak sopan dengan dosen anda hah?” ujar wanita ini sedikit meninggikan suara membuat mahasiswa lain memerhatikan mereka.
“maaf buk dosen,saya salah” sahutnya amara. Mengakui kesalahan adalah hal yang paling tepat saat ini agar tak menjadi sebuah pertengkaran.
Kinan melihat penampilan amara dari ujung rambut sampai ujung kaki kemudian menatap berulang ulang. Ciri Ciri wanita sombong dan pencari masalah.
Ekpresi wajah kinan begitu mengesankan bahwa dia memilki tekad untuk meraih apa yang dia ingin kan dari sejak dulu. Sejak dulu ia menginginkan posisinya sebagai istri aldino. Amara pun hanya tersenyum.
“pergilah” suruh kinan acuh tak acuh. "siapa juga yang menahanmu disini." ketusnya batmood.
Amara tak banyak cakap,dia pun pergi setelah pamit. Sambil berjalan dalam hati dia bergumam mengatakan kinan adalah wanita yang sangat aneh. “tapi mengapa dia kesini?,dosen apa dia?” gumam amara dalam hati kemudian masuk kelas.
Dari dalam kelas amara melihat semua sisi ruangan dan menemukan sosok temannya maka ia pun berlari kesana dan mengambil posisi disana.
“gue dengar dosen kita diganti” ujar arara. Saat amara baru saja mendudukan pantatnya di kursi.
“iyalah,kan tidak mungkin buk kinarti ngajar kita lagi setelah meninggal” ujar sukma membuat amara tertawa.
“anggak asik sekali kamu” ketus arara sakit hati. “semoga aja dosen pengganti kita kali ini bapak tampan,karena tampan ku sudah tidak bisa digapai lagi” ujarnya melihat amara dengan mengangkat dua alisnya.
“hadeuhh.. gue kan dah bilang pak al itu tidak akan merespon lo. Lo akan kecewa” ujar amara melihat kedapan.
“dah ibuknya masuk tuh”
“yah perempuan,tapi cantik banget loh” tutur arara kecewa melihat sosok dosennya yang masuk.
“hah?,kinan dosen mekanika..hadeuh hidupku makin berabe benget kali ini kek nya” batin amara melihat sosok kinan yang memasuki langkah dengan langkah kecentilanya.
“bukankah tidak boleh pakai pakaian minim ya?” ujar sukma berbisik ke amara.
“dosen itu loh” ujar amara tetap melihat kedepan.
__ADS_1
“iya gue tau,pasal satu.” Sahut sukma mengerti.
“dia akan menjadi masalah besar buat gue” tutur amara membuat kedua temanya melihat amara dengan tercengang.
“selamat pagi semuanya” ucap kinan menyapa mereka.
“pagi buk”jawab semuanya.
“saya kinan triandesy,saya akan menggantikan posisi almarhum buk kinarti untuk semester ini dan kedepanya. Dikelas fisika non kependidikan ini. perturan dikelas saya simpel aja, saya tidak akan mentoleransi mahasiswa yang datang telat,tidak fokus terhadap saya,dan tidak membuat tugas atau pun membawa tugas. Oke jelas.” Jelas kinan.
Kinan pun mengambil spidol dan menuliskan nomor WA beserta emailnya dipapan tulis. “jika ada keperluan masalah tugas silahkan hubungan nomor ini atau nomor WA saya selain dari itu saya tidak akan merespon. Oke”
“ternyata dia tegas,sepertinya guru kiler akan bertambah satu lagi. Totalnya menjadi 4” ujar arara.
“lima anggak sih?”sahut amara berbisik.
“iya,saya pak aldino satu” sahut sukma. “kalau dipikir pikir 9 mata kuliah kita ini kiler semua.” Sambung sukma dan sahabatnya mengangguk.
Kinan pun duduk setelah melakukan pengenalan awalnya. “kita akan langsung saja terakhir materi yang diajarkan.” Ujar kinan melihat mereka semua kemudian berhenti dititik posisi amara.
Amara yang juga sedang memerhatikan kinan membuat mereka berkontak mata dan amara langsung mengalihkan tatapannya.
“amara alisontaro, maju kedepan!” ujarnya membuat semua mata tertuju kepada amara. “bawa catatan terakhir anda,saya ingin melihatnya.” Ujar kinan.
Amara pun langsung gelagapan. “maaf buk,saya tidak memiliki catatannya” sahut amara dengan ramah.
“kalau begitu silahkan sebutkan materi terakhirnya,saya dengar anda mahasiswa mutitalen disini.” Ujar kinan tetap mengintimidasi amara untuk menjelaskan.
ternyata rumor disini cepat mengembang. Batin mara.
“baik buk” sahut amara menghela napas malas sekali.
“kenapa wajah mu seperti itu?,apa anda melawan saya?” tiba tiba saja kinan menghentakan tanganya dimeja membuat semua orang terkejut.
“maaf buk,tapi saya tidak bermaksud seperti itu.. saya izin akan menyebutkan..
“tidak usah, yang lain saja. Saya tidak suka dengan mahasiswa yang tak menghargai saya” tuturnya.
“maaf buk,sallah sayaa dimana buk?” Tanya amara.
“apakah kelas ini mau dilanjutkan?”Tanya kinan.
“iya buk”
Baiklah. Pelajaranya pun dilanjut selama tiga jam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1