ALAM

ALAM
Eps 18


__ADS_3

...****************...


...****************...


...****************...


Ketika kerjanya sudah selesai pria ini pun pergi kedapur untuk mengambil air minum karena haus. Saat tiba didapur iya mendapati amara sedang ketawa ketiwi dengan satu hp didepanya ada air putih segelas.


Aldino menghampirinya dan mengintip sedang apa. Ternyata dia sedang cetingan dengan galih?. Hah galih?..apa gosip itu benar kalau amara pacaran dengan galih?. Pertanyaan itu tiba tiba saja membuat aldino bertanya Tanya.


“hey,kamu belum tidur?ini sudah jam 11 malam loh” ujar aldino mengagetkan amara.


Amara langsung membalikan hpnya. “yaa,aku belum mengantuk kebetulan haus juga jadi turun deh” jelas amara gelagapan mengambil air putihnya yang belum iya minum sama sekali ternyata.


Aldino pun mengangguk dan melihat sekeliling. “pelayan tidak ada?”Tanya aldino.


“yang lain udah pulang, kalau pelayan masak udah tidur keknya” sahut amara.


“apaka fani baik baik saja?”Tanya aldino.


“kamu adalah kesukaannya, kalau kamu sudah membujuknya tentu semua nya bakalan baik baik saja..mereka udah tidur juga dari jam 9 tadi.” Ujar amara.


“kamu?” aldino sedikit tersinggung dengan panggilan kamu ini.


“oh ya, mas kenapa turun? Apakah tidak bisa tidur? Atau pekerjaan mu belum selesai?”tanya amara.


“aku turun untuk minum” sahutnya.

__ADS_1


“aku mengerti,baiklah akan ku ambilkan” sahut amara kemudian pergi dengan mebawa hpnya.


Tak lama amara balik lagi dengan membawa air putih segelas. “silahkan diminum mas” ujarnya. Aldino mengambilnya dengan terus memandang perubahan jauh istrinya ini.


Setelah aldino mengambilnya amara pun hendak pergi. Namun aldino menghentikan gadis ini. “apakah aku melakukan kesalahan?,kenapa akhir akhir ini kamu sepertinya sedang menjauhi ku” tutur aldino meletakan airnya diatas meja.


“hah?,bagaimana mungkin?perasaanmu aja kali mas?” sahut amara cuek aja.


“apa kamu marah dengan kejadian sebulan lalu?” singgung aldino masalah waktu itu ia menolak amara mentah mentah tidur dikamarnya.


“masalah mana ya mas?.”Tanya amara pura pura tidak ingat.


“katanya kamu mau tidur barengan,karena anak anak sudah besar. Lalu kenapa tidak jadi pindah kekamarku?” Tanya aldino lagi.


“oh itu,,mmm anak anak tidak ingin aku tidur pisah dengan nya” sahut amara santai. “owaahh” amara pura pura menguap. “mas, aku ngantuk banget. Aku boleh tidur duluan kan?”ujar amara.


“permisi”


Amara pun berjalan dengan wajah puas melihat wajah suaminya. “emang enak..rasa in perubahan amara kepadamu” ujarnya bahagia sekali melihat wajah suaminya tampak penasaran.


Esok paginya.


Seperti biasa, setiap pagi rumah tersebut selalu sibuk melakukan aktifitas seperti makan bersama. Hari ini adalah hari libur dikampus karena ini adalah hari sabtu hari yang paling dinanti nanti oleh sikembar untuk pergi liburan akhir pecan bersama ayah bundanya.


Hari ini fani tampak tidak nafsu makan,karena masih memikirkan kejadian kemarin. Kejadian dirinya tak salah namun meminta maaf kepada mereka. Bahkan makanan yang makan saja tumpah sedikit membuat aldino melihat fani.


“fani,kenapa kamu menumpahkan makanan itu. Papa tidak suka kamu menumpahkan makanan begitu tidak baik” tegur aldino membuat amara dan fano berhenti melihat aldino kemudian melihat fani.

__ADS_1


“mas,jangan begitu. Dia kan masih kecil.” Ujar amara.


“sekali lagi papa katakan,ini untuk terakhir kalinya papa liat oke. Kalau tidak papa akan suruh kamu memungutnya kemudian makan kembali” ujar aldino tampa mengacuhkan amara.


“astaga kamu benar benar ya” ketus amara sangat kesal sekali melihat aldino.


“hari ini kita akan kevila, jadi siapkan semua keperluan fano fani,pelayan”


“baik tuan” sahut pelayan kemudian pergi.


“ketika ada divila,,tidak ada hp. Kita disana fokus dengan anak anak saja” ujar aldino melihat amara dengan tegas.


“kalau cemburu bilang aja” rungut amara pelan pelan. Namun mampu didengar oleh telinga telinga yang ada disana.


“siapa yang cemburu mah?”Tanya fani kepada mamanya.


“papa mu sayang,,dia lagi cemburu dengan teman mama” sahut amara menyipitkan matanya.


“cemburu?..siapa pula yang cemburu dengan teman kamu. Tidak ada gunanya.” Balas aldino.


Amara hanya tertawa kecil kemudian menyuruh anak anaknya untuk lanjut makan kembali. Fano fani pun mulai makan dengan lahap kembali. Sedangkan aldino masih menatap gadis yang mengatainya tanpa berkedip sedikitpun.


"emmmm cuami aku"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2