ALAM

ALAM
Mencurigakan


__ADS_3

...----------------...


...----------------...


...----------------...


.... Amara pun meninggalkan dapur menuju halaman rumah. Disana ia melihat aldino tampak asik sekali bercanda gurau dengan teman lamanya. “okey,permainan akan dimulai kinan” ujar amara pergi sembari menating piring tersebut.


“hello kak.” Amara menyapa semuanya dengan senyuman manis sejagat raya.


“ternyata dia cantik banget kakau tersenyum.” batin aldino melonjak saat melihat gadis ini.


“hallo. Adikmu cantik juga” puji aliando melihat amara. "Single anggak tuh?"


aldino langsung menatap alionda dengan tajam.


"Santai lah bro, cuma bercanda kok"


“terimaksih” sahut amara tersenyum ayu.


“amara kenapa kamu disini?, ini bukan kawasan untuk anak anak” ujar kinan.


“kenapa tidak boleh kak kinan,oh iya makasi ya makanannya,kakak baik banget deh” ujar amara memuji kinan.


Kehadiran amara membuat aldino dan kinan menjadi canggung. Keduanya sama sama terdiam. Amara pun mendekati kinan kemudian sedikit menarik kinan. “aku tidak mau kakak ku terlalu dekat dengan wanita lain” ujarnya melingkarkan tangan kirinya dipinggang aldino membuat aldino terkejut.


“ah, mara ada ada aja, kamu sudah besar jangan cemburuan gitu dong.” Ujar kinan berusaha tersenyum.

__ADS_1


“aaa..oh ya kak..kakak bukan kah suka dengan pudding .. soalnya aku kurang suka kak. Kakak mau memakanya demi aku anggak” ujar amara mmengacuhkan kata kata kinan yang tadi.


“wah adik aldino benar benar menempel dengan kakaknya. Coba aja adek gue kayak adek lo” ujar Kevin cemburu. “kalau gue dengan adek gue perang muluk mah” sambung Kevin.


“sepertinya kinan harus banyak bersabar kalau nanti nikah dengan aldino” ejek teman tema yang lain.


“haha,itu tidak akan mungkin. Gue udah punya anak. Jadi gue tidak akan pernah menikah lagi.” Sahut aldino.


“al, kamu kok ngomong gitu sih, takdir itu tidak dapat ditebak. Siapa tau aja nanti kamu membutuhkan aku” sahut kinan dengan manja.


“benar tuh!, lagian kalian kan waktu sekolah paling bucin” ledek wiska.


“hah? Benar kah?” amara pun menyambung. “jadi kak al itu bucin banget ya kalau sama kinan?.. tapi keknya itu hanya masa lalu. Masa lalu tidak mungkin bakalan sama lagi dengan masa kini. Kalau sama terus bukan kah itu tidak maju namanya. Betul kan kak?” ujarnya kini makin mempererat pelukannya.


Aldino merangkul kepala amara. “benar” sahut aldino memeluk gadis ini dengan penuh kasih sayang. “sori amara emang gini orangnya,dia sangat lengket dengan ku. Maklum satu satunya.” Sambung aldino meraih tubuh mungil gadis ini untuk duduk dipahanya.


Kinan pun berusaha untuk dekat dengan aldino dengan cara duduk disamping aldino. Amara tidak beranjak dari pelukan hangat pria ini. Ini adalah hal yang dirinya ingin setiap saat bersama aldino. Meski aldino hanya pura pura iya tidak peduli yang penting bisa disentuh laki laki ini. karena laki laki ini juga yang menyentuhnya sehingga dia kehilangan hasrat kepada pria mana pun.


“amara kenapa tidak dimakan?”Tanya kinan melihat piring tersebut.


Amara melihat piring yang ia pegang dari sejak lama dan begitu juga aldino melihatnya karena baru sadar ternyata tangan gadis ini berisi.


“mm,ini mau ku makan tapi bisa kah kak kinan yang mencicipinya dulu?”Tanya amara menyodorkan piring berisi pudding tersebut.


“ah,no aku alergi pudding” sahut kinan menolak membuat aldino dengan serentak bersama amara melihat kinan dengan tercengang.


“aku rasa kamu tidak alergi pudding ,,tapi malah sebaliknya. Sejak kapan kamu alergi pudding kinan?” Tanya aldino mengangkat alis.

__ADS_1


Kinan kebingungan menjawab sesuatu. Amara mengangkat alisnya, dan yakin di makanan ini pasti ada sesuatu dimasukan oleh gadis ini. Amara pun tersenyum sinis melihat kinan dan kinan melihat senyuman tersebut.


“kenapa dia seperti itu?, apa dia merasa aku sudah meracuninya?” gumam kinan dalam hati. “kalau iya dasar gadis bersifat busuk. Dia kira aku sejahat itu apa.” Gumamnya dalam hati.


“kenapa?,,kenapa kamu tersenyum seperti itu?,apa kamu mencurigai ku meracunimu?” semprot kinan.


“tidak,,aku hanya tidak mengerti saja kenapa kamu tidak menyukai pudding? Sedangkan suamiku bilang kamu sangat menyukai pudding. Salahkah aku bila ada rasa curiga padamu akhirnya?” ujar amara menahan suaranya disaat mengatakan suamiku.


“aldino lihat lah dia, dia mudah sekali berprasangka. Kamu mengenalku bukan? Apa mungkin kinan melakukan hal sekeji itu.” Ujarnya menyentuh lengan aldino dengan manjanya.


“kinan,,kamu apa apa an sih..lepaskan aku.” Ketus aldino menahan suaranya.


“kalian bertiga ni ngapain sih bisik bisik aja” semprot aliondo.


“udah kinan,lupa in aldino. Aldino milik adiknya. Lihat lah mereka berdua nempel banget kek suami istri tauk.” Canda wiska sambil tertawa.


“no gue tidak akan melepaskan apa yang seharusnya milik gue. Suatu saat kita pasti akan berbagi."Ujarnya melihat amara sambil menyandarkan kepalanya dibahu aldino.


“haduueh,,dari dulu lo selalu saja jadi favorit. Sekarang juga jadi rebutan.” Ujar rendy meledek.


“astaga…” aldino melepaskan pelukanya pada amara, amara pun segera berdiri dan aldino bangkit dari duduknya kemudian menyapa teman temanya dan menolong memanggang ayam ikan dan lain lainya. Teman teman yang lain pun mengikuti aldino.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2