ALDHARA

ALDHARA
Sahabat kecil Cakra


__ADS_3

Aldhara mematut dirinya di cermin, dirinya sudah siap dengan dress putihnya dan riasan yang simple, aldhara juga menjepit rambutnya menggunakan jepitan lucu, yang warnanya senada dengan dress nya.


Tok..


Tok..


Tok..


Aldhara menoleh ke arah pintu, saat mendengar suara ketukan. Aldhara bergegas membukanya, ternyata bi Sumi.


"Non, di depan ada den Cakra." Ujar bi Sumi.


"Oh iya bi, suruh tunggu di ruang tamu sebentar. Aku bentar lagi turun." Ucap Aldhara yang diangguki sopan oleh bi Sumi.


Lima menit kemudian, setelah menetralkan jantungnya. Aldhara meraih tas selempangnya dan bergegas turun ke bawah.


Dia melirik ke ruang tamu, di sana terlihat Cakra sedang duduk dan matanya tidak lepas dari sekelilingnya.


Mata mereka tidak sengaja bertemu, Aldhara tersenyum malu, Cakra pun memberinya senyuman manis.


"Cantik banget sih." Puji Cakra, membuat pipi Aldhara merona.


"Hehe enggak kok, biasa aja."


Halah biasa aja, ngaku aja kalau jantung lo udah ga karuan kan!!.


Mereka berdua lantas pergi menonton menggunakan motor hitam milik Cakra.


"Dingin ya?" Tanya Cakra sedikit berteriak, melawan angin yang bertiup lumayan kencang.


Aldhara mendekatkan diri ke arah Cakra, "Enggak kok kak."


"Maaf ya, ga pake mobil, padahal lo udah cantik gini." Ujar Cakra.


"Ihh gapapa kak, gue gak keberatan kok."


Cakra pun tersenyum, lalu menarik sebelah tangan Aldhara untuk melingkar di perutnya.


Aldhara yang diperlakukan seperti itu hatinya berbunga-bunga, lalu dengan senang hati melingkarkan tangannya.


rejeki gaboleh ditolak kan?. Batin Aldhara kegirangan.


Di sini mereka, sedang membeli tiket, Aldhara menyarankan untuk menonton Horror karena dirinya baru saja mendapat rekomendasi dari Meysa.


"Cocok buat kalian yang mau nge date."


"percaya ama gua"


Ya begitulah omongan Meysa.


Cakra pun menggandeng tangan Aldhara memasuki room bioskop, lalu mendudukkan diri di kursi yang sudah tersedia.


"Yakin nih gak takut?" Tanya Cakra sedikit memastikan.


"Enggak kok kak, gue kan pemberani." Ujar Aldhara dengan kepedeannya.


Film segera dimulai, lampu bioskop juga sudah dimatikan, disitu pula hati Aldhara deg deg an. Bukan karena bersama Cakra, tapi bohong kalau dia bilang dirinya pemberani. Nyatanya dirinya itu penakut.


Hanya saja sedikit kepo dengan film ini, karena kata Meysa cocok untuk ngedate.


...****************...

__ADS_1


Sepanjang keluar Mall Aldhara hanya diam membisu, dirinya tidak berani menatap Cakra. Lebih tepatnya malu. Ya, sangat-sangat malu.


Flashback on


Aldhara memandang layar dengan tegang, takut-takut akan muncul sesuatu di sana.


JDERRR


"ANJEERR!!" Teriak Aldhara Spontan, saat dirinya terkejut dengan penampakan yang muncul tiba-tiba di layar.


Cakra yang sedang menikmati film sambil makan popcorn pun terlonjak kaget.


Dirinya menoleh ke arah Aldhara.


"Lo gapapa?" Tanyanya memastikan.


Aldhara menoleh, masih dengan jantungnya yang berdegup kencang. "Ha? Gapapa kak."


Mereka berdua kembali fokus ke depan, Aldhara menutup matanya dengan tangan, namun juga mengintip, masih penasaran dengan film nya.


BUUARR


"YAAMSYOONGGG HANTUNYA!!!"


"HAAAAAA"


"AYAAAMM"


"KAGET-KAGET!!"


"KUTIL BADAK!!"


Cakra yang tau jika Aldhara takut pun mengusap tangan gadis itu, berharap ketakutan Aldhara segera reda.


"Kalo takut gausah nonton Mbak."


"Caper banget sama cowoknya."


"Minimal kalo nonton ya gausah takut kali."


"Brisik banget lo."


Flashback off


Yaa... Begitulah ceritanya.


Aldhara meneteskan air matanya, lalu buru-buru dirinya mengusap air mata yang sudah jatuh di pipi putihnya.


Cakra yang menyadari bahwa Aldhara menangis, memegang kedua bahu Aldhara. Lalu menatapnya lekat.


"Heii, gapapa, wajar kok kalau takut gitu. Gue juga takut tadi." Ujar Cakra menenangkan.


"Hiks.. Tapi, Gue malu, g-gue pasti tadi malu-maluin, hiks.." Jawab Aldhara diselingi tangisannya.


"Enggak, gue gak malu tuh, yaudah, gimana kalau besok kapan-kapan kita nontonnya yang nggak horror lagi. Gimana." Tanya Cakra, mencoba membujuk Aldhara agar gadis itu tidak menangis.


Aldhara mengusap pipinya, lalu mengangguk kecil. Lucu sekali.


"Lo mau makan apa?" Tanya Cakra, memberikan menu kepada Aldhara.


Aldhara melihat-lihatnya, lalu menunjuk gambar bakso di sana.

__ADS_1


" Yang in-"


"Cakra??" Sapa seorang gadis, menghampiri meja mereka.


Aldhara dan Cakra menoleh, lelaki itu tampak terkejut.


"Sarah? Ngapain disini?" Tanya Cakra, yang Aldhara tangkap sikapnya sedikit gugup? Mungkin.


"Aku ada janji sama temenku, kamu ngapain disini?" Tanya seorang gadis yang bernama Sarah itu, gadis itu menatap Aldhara bingung.


"Oh ini, kenalin dia Aldhara, adik kelasku, aku ada janji sama dia sih. Gitu." Jawab Cakra.


Terbesit rasa sakit di hati Aldhara, saat Cakra berbicara begitu lembut pada Sarah.


"Oh, hai.. Kenalin gue Sarah, sahabat nya Cakra. Kita sahabatannya udah dari kandungan tau Hahaha." Ujar Sarah, dengan nada bercanda, yang dibalas tertawa juga oleh Cakra.


Namun, entah perasaannya atau tidak, Sarah seolah mempertegas hubungan mereka, yang bisa dikatakan sangat dekat itu.


"Oh h-hai Sarah, gue Aldhara." Kenal Aldhara, sambil menjabat tangan Sarah.


"Panggil kakak juga Dhar, Sarah kan seumuran sama gue." Timpal Cakra, sambil tersenyum lembut ke arahnya.


Aldhara terdiam sesaat, lalu tersenyum dan mengangguk. "Maaf, kak Sarah."


"Eh, lo Apaan dah Cak. Gapapa kali, kalau dia panggil gue nama doang, itung-itung biar keliatan muda." Canda Sarah, menepuk bahu Cakra.


"Hahaha, lo mau gabung?" Tawar Cakra.


"Tadinya sih pengen, tapi gue ada janji. Temen gue mau sampai, besok aja kapan-kapan."


"Oh yaudah kalau gitu."


"Eh, gue ke meja sana dulu ya. Bye bye."


Sarah pun meninggalkan mereka berdua, kini Aldhara nampak diam, mencerna kejadian yang baru saja terjadi.


Cakra menoleh ke arah Aldhara, sambil tersenyum. "Emang gitu dia orangnya, suka ngajak bercanda, Hahaha." Ujarnya.


Aldhara hanya ikut tertawa, namun tidak dengan hatinya.


"Eh iya, tadi mau pesen yang mana?"


Aldhara kembali menunjuk menu yang tadi sempat dia pilih.


Cakra pun langsung mengangkat tangan, dan memesan pesanan mereka.


"Kak Cakra keliatan deket banget sama Kak Sarah ya?" Tanya Aldhara, mencoba memancing Cakra agar mau menjelaskan tentang Sarah.


"Oh iya, kita udah sahabatan dari keciilll banget, bahkan ibu kita sahabatan. Makanya kita deket banget, pas SMA aku mutusin buat sekolah di luar kota, kirain nggak bakal ketemu Sarah. Ternyata Sarah juga sekolah di sekolah dekat sekolahan kita." Jelas Cakra panjang lebar.


"Jadi, yang kak Cakra sering antar itu, kak Sarah?" Tanya Aldhara memastikan.


"Kok lo tau sih? Liat ya?" Tanya Cakra, tersenyum menggoda.


Aldhara menggeleng, "Enggak, cuma anak-anak sering gosip kalau kak Cakra suka nganter cewek gitu."


Cakra mengangguk paham, "Oh kirain liat sendiri hahaha."


Aldhara hanya membalas dengan senyuman, lalu mereka kembali diam.


Hingga pesanan mereka sampai.

__ADS_1


"Selamat menikmati." Ujar pelayan.


Cakra pun mengajak Aldhara makan di restoran dekat Mall.


__ADS_2