ALDHARA

ALDHARA
pertama kali main bareng


__ADS_3

"Kenapa kak?" Tanya Aldhara menatap Cakra. Kali ini dirinya tidak terkejut seperti sebelumnya, karena sudah terbiasa dengan kemunculan Cakra yang tiba-tiba.


Nesha yang tau keadaan pun mengajak Meysa dan Clara pergi duluan, membiarkan Aldhara dengan Cakra.


"Gapapa, tadi gue ketawa-ketawa terus liat penampilan kalian, gak nyangka bakalan selucu ini." Ujar Cakra sambil tertawa.


Aldhara tersenyum malu, Ah malu sekali dilihat oleh ayang.


"Loh kakak penampilannya kapan?." Tanya Aldhara, saat mengingat bahwa Cakra juga akan menunjukkan penampilannya.


"Oh nanti, diakhir. Kaya sebagai penutupan acara." Jawab Cakra tersenyum.


"Oohh"


Mereka berdua sama-sama terdiam. Aldhara ingin membuka pembicaraan tapi sangat malu, bingung juga ingin berbicara apa.


"Besok minggu lo sibuk gak?" Tanya Cakra, memecahkan keheningan.


Aldhara menoleh, "Enggak, kenapa?"


"Jalan yuk, gue ada tempat bagus. Rekomendasi dari temen." Ajak Cakra.


OMAYGAAAT!!! MIMPI APA GUE SEMALAM COOOYYY. Batin Aldhara berteriak senang.


"Hah? Serius kak?" Tanya Aldhara memastikan.


"Serius lah, masa bercanda. Gimana?" Tanyanya.


Tanpa pikir panjang, Aldhara langsung menganggukkan kepalanya semangat, kapan lagi coba bisa diajak jalan sama orang yang disuka. Jarang cooyyy!!.


"Kalau gitu besok gue jemput ya." Ucap Cakra.


"Serius kak?"


"Gak Dhar, gue bercanda. Nanti lo yang jemput gue." Timpal Cakra bergurau.


Aldhara mengangguk, "Yaudah besok gue jemput kakak, kirim alamatnya aja ya." Jawabnya percaya-percaya saja.


Cakra tertawa terbahak-bahak. Sungguh polos sekali Aldhara.


"Gue aja yang jemput, udah, lo tinggal tunggu di rumah. Okay?" Ujar Cakra.


"Oh okay"


"Kalau gitu gue ke anak-anak dulu, mau breafing." Pamit Cakra, melambaikan tangan.


Aldhara pun menutup wajahnya salting, sambil tertawa brutal.


"Sehat kan mbak?" Tanya seorang gadis menghampiri Aldhara.


Aldhara terdiam, sambil berdeham canggung.


"Sehat, sehat." Jawabnya kaku.


Aldhara pun bergegas mencari trio wekwek yang meninggalkannya tadi, mata Aldhara menemukan ketiga sahabatnya yang sedang duduk di barisan belakang. Dirinya segera menghampiri mereka.


"Ada yang suka, tapi gak mau cerita-cerita nih." Sindir Clara.


Aldhara menatap Nesha, pasti dia biang keroknya.


"Apa sih." Jawab Aldhara pura-pura tidak tau, sambil menyempil duduk di antara mereka bertiga.


"Halah, sok-sok an gatau lo. Nesha udah bilang kali." Balas Meysa bersedekap.


"Iya-iya, lagian gue juga rencananya mau ngasih tau kalian, cuma entar aja belom waktunya." Timpal Aldhara.


Mereka pun kembali fokus ke depan, ke area panggung yang sedang menampilkan berbagai pentas.


Malam semakin larut, Aldhara sudah tertidur di pundak Meysa dan mulut terbuka.


"DHAR DHAR AYANG LO." Guncang Meysa.


Aldhara yang sedang menyelami alam mimpi pun langsung terbangun, lalu segera membuka aplikasi kamera di ponselnya.


"Wih ganteng banget kak Cakra, ya nggak Dhar." goda Clara.

__ADS_1


"Gaboleh bilang ganteng, yang boleh gue aja." Timpal Aldhara.


Dia pun kembali fokus ke kameranya, yang sedang merekam Cakra.


Arrghh ganteng banget busetttt. Batin Aldhara bersorak.


Penampilan yang dibawakan Cakra dkk pun sudah selesai, sebagai tanda bahwa acara telah selesai.


Begitupun dengan Aldhara yang kini sudah berada di parkiran, bersiap ingin pulang.


"Eh Dhar tunggu," sahut Cakra, berlari ke arahnya.


Aldhara yang hendak membuka pintu mobil pun menoleh.


"Kenapa kak?"


"Besok.... Jadi kan?" Tanya Cakra memastikan.


"Jadi dong kak, *b*tw tadi suara kak Cakra bagus loh." Puji Aldhara, mengacungkan dua jempolnya.


Cakra tersenyum senang, "Gak ah Dhar, padahal biasa aja." Jawabnya.


"Eh bener loh kak"


"Eh iya kak, gue mau nanya."


"Nanya apa Dhar?"


"Eumm... Itu, kan waktu itu katanya Lo nganter cew-"


"WOIII CAKRA!!! AYO, KEBURU MALEM!!" Teriak Apul yang sudah mulai memasuki mobil.


"Eh Dhar, sorry ya. Gue tinggal dulu."


Setelah mengatakan itu, Cakra buru-buru ke arah mobil yang sudah menunggunya dari tadi.


Aldhara menghela napas lesu.


"Baru juga mau tanya cewek yang dianter siapa."


Aldhara pun bergegas memasuki mobilnya, lalu mulai mengendarainya menuju rumah.


Pukul 6 pagi Aldhara sudah keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah wangi dan bersih.


SENANGNYA DALAM HATI HEY!!


MAU MAIN SAMA AYANG


Hey hey!!


Nyanyi Aldhara sambil berjoget-joget.


Semalam, sepulang dari acara. Cakra menghubunginya, katanya akan menjemputnya pukul 8. Jadi, karena ingin bersiap-siap dahulu, Aldhara sengaja bangun lebih awal.


"BUSETTT RAPI BENERRRR." Seru Evan, saat melihat Aldhara sudah rapi dengan pakaiannya saat sampai di ruang tamu.


"jomblo diam."


Jderrrr


Evan merasa tersindir. Eh asal kalian tau aja nih ya, Evan tuh sering dikejar-kejar cewek di kampusnya tau. Cuma dianya aja yang ogah. Gitu sih kata Evan, gatau bener apa enggak.


"Nusuk banget omongan lo."


"Ya memang fakta kali." Timpal Aldhara.


Mengambil duduk di samping Evan, sambil menonton film kartun di depannya.


"Mau pergi sama yang kemaren kan lo." Tanya Evan menyelidik.


"Kok tau?"


"Tau lah, pesen gue aja nih ya, jangan mau-mau aja kalau diajak. Pastiin dulu dia udah punya pacar apa belum. Nanti giliran lo udah jatuh cinta, malah ternyata lo nya yang di PHP." Ujar Evan panjang lebar.


Aldhara tercengang, menatap ke arah Evan kaget. "Ini beneran abang gue?"

__ADS_1


"Anjr lu, dikasih tau malah gitu. Dahlah, terserah lo dah."


Aldhara pun tertawa, lalu beranjak memeluk tubuh Evan erat-erat.


Evan pun membalas pelukan sang adik dengan tulus.


"Senyebelin gue di mata lo, tapi gue gamau adek gue disakitin sama cowok." Jelas Evan.


Aldhara melepas pelukannya. "Tapi lo selalu bikin kesel tau."


"Ya cukup gue aja yang boleh, yang lain jangan."


Aldhara pun hanya mengangguk-anggukkan kepala.


"Misi non, di depan ada temannya non Dhara." Ujar bi Sumi menemui Aldhara.


Aldhara pun beranjak dari duduknya, lalu menengadahkan tangan ke arah Evan.


Evan menatap tangan Aldhara bingung.


"Apaan?"


"Uang saku dong." Pinta Aldhara.


"Aelah lo, gak modal banget, suruh dia aja yang bayarin entar."


"Dih, malu lah. Seenggaknya gue ada uang."


"Lah, lo juga minta ke gue."


"Lo kan abang gue!!"


"Minta Bunda aja sana."


"MAU NGASIH GAK??? GUE ADUIN AYAH KALAU LO KEMAREN YANG MECAHIN KACA SPION MOBIL AYAH!!"


"Iya-iya!! Punya adek ngeselin, tukang adu."


Evan pun menyerahkan dua lembar uang bewarna merah ke arah Aldhara,


"Nha, makasih abangku yang baik hati, tapi jelek."


Aldhara pun bergegas berlari ke luar rumah, sebelum menerima amukan dari Evan.


Evan terlihat mengelus dada sabar.


"Sabar Van"


Aldhara menemui Evan yang sudah berdiri di depan mobilnya sambil tersenyum.


"Hai." Sapa Aldhara.


"Hai, udah siap?"


BELOM BANG, BELOM. GUE LAGI MAU GOSOK GIGI.


"Udah."


"Mau sekarang?" Tawar Cakra.


Aldhara menganggukan kepala, Cakra pun bergegas membukakan pintu mobil untuk Aldhara.


"Eh?" Aldhara terkejut.


"Silahkan masuk tuan putri." Ucap Cakra becanda.


Aldhara pun tertawa, lalu memasuki mobil milik Cakra.


Ini pertama kalinya Aldhara duduk dimobil seorang pria yang bukan keluarganya.


Dan tidak dipungkiri, bahwa kini dirinya sangat gugup.


Bunda, anakmu main sama cowok.


Cakra pun berlari memasuki bagian kemudi, lalu melajukan mobilnya ke luar gerbang rumah Aldhara.

__ADS_1


Membelah jalan raya yang ramai, karena hari wekeend.


Aldhara sebenarnya masih belum tau Cakra akan membawanya kemana, tapi ikut aja deh. Yang penting sama Ayang. Pikir Aldhara.


__ADS_2