
Setelah acara kelulusan Kelas 12, kini Aldhara memasuki tingkat kelas 12.
Kelas mereka tidak diacak, jadi Aldhara masih bersama dengan ketiga sahabatnya. Sangat senang, namun ada juga rasa hampa melanda hatinya, karena sudah tidak bisa melihat Cakra lagi.
"Udah, gausah dipikirin, lagian dia juga gak mikirin perasaan lo." Ujar Meysa, sambil menyeruput kuah baksonya.
Uhukk!!
Uhuk!!
Uhukk!!
Uhuweekk!!
"JOROK BANGET SA!!" Teriak Nesha, sambil melempar tisu ke arah Meysa.
"Namanya juga keselek, ya gabisa diatur lahh!!" sewot Meysa, lalu kembali menyeruput kuah baksonya dengan lebih hati-hati.
"Gak semangat nih, pengen jerapah." Ujar Aldhara.
"Apa hubungannya egeb."
"Lo kenapa sih, masih berharap sama tu orang, kaya gaada cowok lain aja." Ujar Clara.
Aldhara melirik lesu ke arah Clara.
"Namanya juga Cintahhh, masih mending gue. Dari pada lo." Jawab Aldhara, mengingat kejadian Clara saat kelas 10 dulu itu.
"CECEP!! GUE SUKA SAMA LO!" Teriak seorang gadis sambil memberikan sebuket bunga ke arah laki-laki berkacamata bulat.
Laki-laki itu tampak gugup. "T-tapi Clara, aku gasuka sama Clara." Ujarnya takut-takut.
Clara yang merasa ditolak pun terkejut.
Sakit hati Eneng kang.
"Kok lo nolak gue sih, gue kurang apa? Cantik udah, seksi udah. gue kurang apa lagi Cep!! Kurang apa lagi!!!" teriak Clara, tidak memedulikan pandangan murid-murid lain yang mengarah kepadanya.
"E-enggak gitu, t-tapi aku emang gasuka sama Clara." Cecep masih mantap dengan jawabannya.
Clara yang tadinya memandang Cecep dengan wajah memuja langsung berubah menjadi emosi.
Di dekatinnya Cecep, lalu ditarik kerah lelaki itu.
"Kok lo gak suka sama gue sih!!! Lo ada pacar???"
"JAWAB CEPP!! JAWAB!!!"
Tubuh Cecep bergetar, dia tidak berani memandang ke arah Clara, dirinya merasa sesuatu merembes keluar dari balik celananya.
Ketiga sahabat Clara yang sedari tadi hanya menyaksikan dengan duduk di depan kelas pun langsung terkejut. Apalagi dengan Aldhara, yang melihat bahwa Cecep sedang mengompol.
__ADS_1
"CECEP LO NGOMPOLLL???!!!" Teriak Aldhara terkejut.
Meysa dan Nesha seketika menoleh ke celana Cecep.
"IYA BUSET NGOMPOL!!!" Teriak Nesha.
"Ra udah Ra, kasian Cecepnya. Sampe ngompol." Sergah Meysa, sambil menarik Clara mundur.
Clara mengatur napasnya, berusaha tenang.
"C-Cep, g-gue minta maaf ya." Ujar Clara.
Cecep masih menunduk.
1
2
3
"MAMAAHHH CECEP MAU PINDAAHHHH!!!!!" Teriak Cecep sambil berlari tunggang langgang, dengan celananya yang basah, dia berlari sambil sedikit mengangkang.
setelah kejadian itu, besok harinya Cecep tidak berangkat sekolah. Clara kira cecep hanya takut saja bertemu dengannya.
Tapi sudah seminggu lebih dirinya tidak melihat keberadaan Cecep, hingga akhirnya Clara mengetahui.
Bahwa Cecep sudah pindah.
Clara hanya memadang sinis ke arah Nesha, namun pipinya tetap merona merah.
"Apaan sih, masih diinget. Gue aja lupa." Sungut Clara.
Aldhara sejenak melupakan masalahnya, dan ikut tertawa terbahak-bahak.
"Seneng lo pada!! Gue sampe malu diketawain satu angkatan waktu itu." Ujar Clara.
"Ya lagian lo, maksa banget. Udah tau Cecep gasuka. Masih maksa aja." Timpal Meysa.
Mereka berempat pun melanjutkan berbincang-bincang, hingga bunyi bel masuk telah tiba.
"Guys ini ketua kelasnya mau diganti apa tetep kaya kemaren kelas 11? Tanya salah satu perempuan di kelas itu.
"GANTI ALDHARA AJA TA!!" Teriak Nesha.
Aldhara yang sedang memainkan ponselnya menoleh terkejut.
"UCUP AJA UDAH UCUP AJA!!!!" Teriak Aldhara tak terima.
"Kalo gue gimana?" Timpal Ica, sambil tersenyum manis.
"NHA UDAH ICA AJA, YANG PINTER!!"Sahut Aldhara.
__ADS_1
"Tapi Aldhara juga bagus, suka ngasih-ngasih ide." Timpal murid lain.
"Enggak!! Ica aja udah!!!"
"Tenang teman-teman, mending kita vote aja gimana?" Tanya Ucup menengahi.
"Ngapain pake vote segala sih, males." Dengus Aldhara.
Namun pada akhirnya dilakukannya Vote.
"Terakhir.... Aldhara!!"
"Oke selesai, dengan hasil vote Aldhara 30 suara, dan Ica 10 suara."
"HEH MANA BISA GITU ANJIR.." Aldhara kembali berteriak tak terima.
"Udahlah Dhar, itung-itung menyibukkan diri,biar nggak inget Kak Cakra mulu." Ujar Meysa, Aldhara pun langsung diam. Masih kesal.
Pada akhirnya, ketua kelasnya adalah Aldhara dengan wakil Ica.
...****************...
Aldhara memasuki toko perlengkapan sekolah, dirinya berniat membeli beberapa barang-barang sekolahnya yang sudah habis.
Bukan habis, lebih tepatnya suka hilang. Teman-temannya itu suka sekali meminjam, sampai lupa mengembalikkan kepada Aldhara.
"Totalnya 256 ribu ya kak."
Aldhara mengambil kartunya, lalu menyerahkan kepada kasir itu.
"Makasih ya mbak."
Setelah menerima pesanannya, Aldhara bergegas keluar toko, lalu melajukan mobilnya menuju rumah.
"I'M HOMEEEE"
"Diem napa sih!!" Sungut Evan.
Aldhara menoleh, "LO KOK ADA DI SINI SIH!!"
"Ya kan ini rumah gue."
"Ya lo masa nggak kuliah, lo bolos mulu perasaan."
"Anjir lo, kalo ngomong. Gue kan udah semester akhir, tinggal skripsi aja." Sahut Evan tak terima, sambil melempar kacang ke arah Aldhara.
Namun sialnya Aldhara, kacang itu nyangkut di hidungnya.
"BUSET NYANGKUT HAHAHAHA" Tawa Evan, saat melihat wajah terkejut milik Aldhara.
"Awas lo, gue aduin ayah. Kalau lo suka bolos."
__ADS_1