
Waktu pulang sekolah telah tiba, bell pulang sekolahpun sudah berbunyi beberapa waktu lalu. Para murid mulai berbondong-bondong keluar kelas meninggalkan kelas satu persatu.
Semua murid kelas sudah keluar dan hanya menyisakan Aluna, Gama dan juga Saskia. Gama masih terduduk ia masih merasa ada yang janggal di sana. Gama melihat ke arah Aluna yang baru saja bangun.
Aluna mendengar suara bell lalu bangun. Setelah memastikan jika semua murid sudah keluar Aluna bangkit dari duduknya untuk pergi namun belum juga ia melangkah Gama sudah menghentikannya dan memintanya kembali duduk.
Aluna yang melihat wajah datar Gama memilih untuk menurut dan kembali duduk. Mereka terdiam hingga Gama menghela napa dan bertanya pada Aluna, sedangkan selama mereka mengobrol Saskia terus memperhatikan mereka dengan tatapan tak suka.
"Apa kau yakin baik-baik saja?" bisik Gama bertanya.
Aluna yang mendengar itu tertegun, ia menatap laki-laki yang ada di sampingnya yang tengah menatapnya juga. Aluna menghela napas lalu mengangguk, ia tak mau membawa Gama ke dalam masalahnya meski sumber masalah berawal dari laki-laki itu.
"Aku akan baik-baik saja, kau pulang lah," jawab Aluna dengan santai.
"Aku tak yakin, bagaimana jika dia berbuat sesuatu padamu?" tanya Gama masih tak bisa pergi terlebih mendengar rumor yang beredar tentang Aluna.
Aluna menghela napas kasar lalu mengangguk dan tersenyum menandakan jika ia akan baik-baik saja. Gama yang melihat itu tertegun, entah apa yang harus ia lakukan mungkin ia akan mengikuti mereka nanti.
Mereka sama-sama terdiam hingga pada akhirnya Gama mengalah dan meninggalkan Aluna tanpa sepatah katapun, ia tak akan pergi ia hanya akan membeli minuman dan kembali untuk mengawasi mereka. Firasatnya mengatakan jika akan terjadi sesuatu yang berbahaya pada Aluna.
__ADS_1
Aluna menghela napas lega ketika melihat Gama sudah menjauh. Saskia mendekati Aluna dan memastikan jika Gama sudah benar-benar pulang dan tidak ada di sekitar mereka. Sesampainya di samping Aluna, tanpa aba-aba Saskia menarik rambut Aluna dengan keras dan berkata.
"Hey! Apa hubunganmu dengannya?" tanya Saskia tidak suka.
"Akhhhh," rintih Aluna enggan menjawab pertanyaan Saskia.
Saskia yang tak mendapatkan jawaban dari Aluna, menarik Aluna dan membanting gadis itu ke tembok hingga keningnya terbentur cukup keras.
"Akhh sakit, apa maumu sebenarnya?" tanya Aluna merintih kesakitan.
"Kau bertanya mauku apa? Jauhi Gama jangan mencoba-coba bersaing denganku!" ujar Saskia diakhiri tawa kejam.
Saskia yang mendengar itu murka. Lalu ia kembali menarik rambut Aluna membuat Aluna meringis kesakitan, Aluna memberontak untuk melepaskan diri dari gadis itu namun sebelum ia memberontak Saskia menarik lengan Aluna dan menginjaknya membuat tangan Aluna kebas dan sulit di gerakan.
Lagi Saskia mendorong Aluna ke dinding membuat kening Aluna terluka sangat mengeluarkan darah cukup banyak. Aluna merintih kesakitan ia hanya bisa pasrah kali ini, namun ia masih mencoba untuk memberontak karena Saskia masih sendiri belum bersama dengan teman-temannya.
"Ikut aku!" ujar Saskia dan menarik Aluna dengan paksa.
Tangan Aluna yang kebas di tarik dengan keras oleh Saskia membuatnya tak bisa apa-apa. Saskia membawa Aluna ke toilet seperti janjinya pada teman-temannya yang sudah menunggu.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah sampai di depan pintu toilet. Toilet itu tidak terlihat aneh atau mencurigakan namun didalamnya lah yang berbahaya.
"Masuk!" pungkas Saskia dan mendorong Aluna masuk.
Brukkk.... Byurrr...
Aluna terjatuh tepat di depan pintu dan seember air tumpah dari atas pintu membuat Aluna terkena air itu hingga basah kuyup. Aluna merasakan perih pada bagian keningnya yang terluka.
"Ssshh sakit," rintih Aluna yang disambut tawa oleh teman-teman Saskia.
Saskia ikut masuk setelah melihat itu lalu menutup pintu toilet tidak lupa mengunci pintu toilet yang ia dapatkan secara sembunyi-sembunyi.
"Bagaimana rasanya? Enak? Hahah," tanya Salsa tertawa terbahak-bahak.
Aluna menatap tajam mereka dan hal itu menyulut emosi mereka. Salsa menghampiri Aluna lalu mencengkram wajah Aluna dengan keras. Aluna melawan dengan menatap gadis itu dengan tajam.
"Hey sialan! Jangan menatapku seperti itu cupu! Dasar menjijikkan," ucap Salsa dengan kesal.
Ia hendak melayangkan pukulan keras pada wajah Aluna namun tiba-tiba pintu toilet didobrak oleh seseorang dari luar membuat mereka terkejut dan ketakutan. Di sana Gama melihat Aluna terduduk dengan keadaan basah kuyup dan terdapat darah yang masih mengalir dari keningnya. Hal itu membuat Gama marah, Saskia yang melihat kedatangan Gama segera menahan laki-laki itu dan mencoba untuk menjelaskan namun Gama tidak peduli dan memilih menghampiri Aluna lalu menatap para gadis yang melakukan itu pada Aluna dengan tajam dan mengancam.
__ADS_1