Aluna Syahira Mahardika (Rumah atau hanya sekedar RUMAH?)

Aluna Syahira Mahardika (Rumah atau hanya sekedar RUMAH?)
Bab 20. Final and kemenangan Aluna


__ADS_3

Setelah dua babak berakhir, kini Aluna masuk ke dalam babak final. Babak final dilakukan setelah istirahat selama satu jam. Aluna menghampiri para guru dan Gama yang menunggunya di ruang tunggu dengan wajah tersenyum dan senang.


"Selamat ya nak, kamu masuk ke final. Menang atau kalah itu urusan terakhir yang terpenting kamu sudah berusaha sayang," ujar Ibu Mawar selaku wali kelas Aluna menyambut kedatangan gadis itu.


"Iya bu, terimakasih atas suportnya," sahut Aluna senang.


"Baiklah karena kamu belum makan siang, ini sudah di belikan untuk kalian berdua," timpal kepala sekolah membawa beberapa bungkus nasi padang.


"Wihhh makasih pak, kebetulan saya lagi laper hihi," tawa Gama dan mengambil dua bungkus nasi padang membuat para guru menggeleng akan tingkah remaja laki-laki tersebut.


"Otakmu itu makan terus pikirannya, sekali-kali mikir keras kayak aku dong," celetuk Aluna membawa tawa bagi mereka yang ada di ruangan tersebut sedangkan Gama tidak peduli dan memilih menghabiskan makanannya.


Aluna hanya bisa menepuk keningnya melihat Gama yang tak meresponnya. Lalu gadis itu mengambil sebungkus nasi padang dan di makan olehnya karena kebetulan ia juga sudah sangat lapar akibat babak yang tadi sedikit berdekatan waktunya dengan babak terakhir ia lakukan karena ada yang didiskualifikasi karena kecurangan.


Aluna memakan nasinya dengan lahap begitupula dengan Gama. Para guru yang melihat betapa lahapnya mereka hanya bisa menggeleng dengan tingkah mereka.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka berdua untuk menyelesaikan makan mereka. Setelah makan tidak lupa mereka untuk minum, kebetulan masih ada sisa waktu sebelum ia berperang dengan dua orang lainnya untuk merebut juara pertama.


Aluna memilih untuk bersantai karena ia sudah yakin dan sudah belajar keras dalam sebulan terakhir ia pasti bisa mendapatkan juara pertama.


.


.


Babak final di mulai, Aluna berdiri di tengah-tengah para peserta yang sangat menjanjikan dan tentu saja kepintaran mereka tidak boleh diremehkan. Aluna menjawab setiap pertanyaan dari para juri meski terkadang di sela oleh peserta yang lainnya.


Para guru dan Gama yang menonton merasa khawatir, takut jika Aluna akan kalah. Meski begitu mereka tetap bangga pada Aluna yang sudah selalu berusaha sesuai kemampuannya.


"Aluna aku yakin kamu menang, jika kamu menang aku berjanji akan memberikan hadia yang sangat luar biasa untukmu dan juga untuk mengungkapkan isi hatiku padamu," batin Gama menatap Aluna dari kejauhan.


Gama memang tak sepintar Aluna namun Gama tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik. Ia benar-benar beruntung memiliki keluarga yang selalu mendukungnya dan bukan menuntutnya, tetapi setelah bertemu dengan Aluna. Gama benar-benar merasa bersyukur dan bangga pada gadis tersebut.


Meski kekurangan kasih sayang, gadis tersebut tetap semangat dan membuktikan bahwa dirinya bisa melaluinya sendiri. Sekarang sudah ada Gama, Laki-laki itu berjanji akan terus bersama dan mendukung Aluna terus menerus dari belakang.


Peserta satu persatu menjawab sola yang salah tidak terkecuali bahkan Aluna. Kesempatan mereka ada yang hanya tinggal satu kali menjawab dan dua kali menjawab, jika mereka gagal atau salah menjawab pertanyaan yang di lontarkan otomatis mereka telah kalah dan menjadi juara tiga.


Aluna beruntung karena baru salah satu kali dan masih memiliki tiga kesempatan untuk menjawab. Pertanyaan yang semakin lama semakin sulit membuat mereka kesulitan menjawabnya.

__ADS_1


Giliran pertanyaan selanjutnya, kedua peserta yang lain menjawab terlalu terburu-buru membuat mereka mendapatkan jawaban yang salah. Aluna yang mendengarkan sambil menghitung baru mengajukan jawabannya berhasil.


"Pertanyaan selanjutnya, jika


Y \=-4x+1


Y\=x²+3x-1


Berapakah jawabannya?" ucap seorang juri mengajukan pertanyaan.


"X¹ \=-3 dan x²\= 2," jawab salah satu di antara mereka.


"X¹\=-2 dan x²\=2," jawab yang satunya lagi.


Juri menggeleng menghela napas. Lalu menjawab jika jawaban mereka salah. Salah satu diantara mereka yang hanya memiliki satu kesempatan lagi sudah hangus dan berakhir menjadi juara tiga sedangkan yang satunya lagi masih memiliki satu kesempatan. Aluna belum menjawab membuat guru tersebut bertanya.


"Jawaban kalian salah, Aluna apakah kau sudah menemukan jawabannya?" ujar juri tersebut dan bertanya.


Aluna yang awalnya melamun mengangguk, ia tahu jawabannya karena ia sudah memastikannya dan menghitungnya berulang kali agar tidak salah menjawab.


"Benar, bisa kau jelaskan bagaimana kau mendapatkan hasil tersebut?" ujar guru tersebut membuat yang lain bersorak dan bertanya.


Aluna kembali mengangguk.ia melihat ke kertas lembar yang diberikan oleh para juri dan menjelaskan bagaimana ia bisa mendapatkan jawaban tersebut.


"Pembahasan \= y¹\=y²


-4x+1\=x²-3x-1


0\=x²-3x-1+4x-1


\=x²+x-²


(X+2) (x-1)


X¹ \=-2 x²\=1" jelas Aluna panjang lebar.


Semua bertepuk tangan mendengar penjelasan Aluna yang singkat namun tepat. Peserta yang bersaing dengannya hanya sisa satu dan mereka tengah memperebutkan juara pertama.

__ADS_1


"Lihat, Aluna berhasil menjawabnya!" ucap Gama kegirangan dan memukul-mukul pelan punggung kepala sekolah.


"Saya tahu, tapi bisakah kau tidak memukulku murid sialan?" kesal kepala sekolah.


"Hehe maaf Pak," ucap Gama dengan entengnya sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Lalu perlombaan kembali berjalan, mereka kembali bertarung dengan sangit. Di pertanyaan terakhir Aluna dapat menjawabnya dan peserta lainnya tidak alhasil Alunalah yang mendapatkan juara pertama.


"Juara pertama di menangkan oleh Aluna Syahira Mahardika," ujar MC menyebutkan kemenangan Aluna dan juga dengan peserta yang lain.


Akhirnya lomba yang sudah tunggu dengan kerja kerasnya ia kembali mendaptkan juara pertama. Gama bersorak dengan girang tak peduli dengan tatapan orang-orang yang merasa aneh padanya.


Kepala sekolah naik ke atas podium untuk menemani Aluna menerima penghargaan milik gadis tersebut. Setelah penghargaan di terima oleh Aluna dan sedikit berfoto untuk meninggalkan kenang-kenangan baru mereka pulang.


"Aluna kau mau bapak antar? Oh ya sekali lagi selamat atas kemenangan mu," tany kepala sekolah dan mengucapkan selamat pada Aluna yang entah sudah keberapa kali.


"Aku pulang bersama Gama saja pak. Makasih pak," jawab Aluna sopan.


"Baiklah kalian hati-hati pulangnya," sahut kepala sekolah dan memasuki mobil bersama guru yang lainnya.


Setelah kepergian mobil milik kepala sekolah, Gama merangkul Aluna dan mengajak gadis tersebut menuju ke motornya yang terparkir di parkiran khusus motor.


"Sekali lagi selamat ya, aku akan memberimu hadiah nanti," ucap Gama memberikan helm pada Aluna ketika sampai di parkiran.


"Ya terimakasih Gama, hadiah? Untuk apa?" sahut Aluna dan bertanya.


"Untuk merayakan kemenangan mu, keluargamu pasti senang kau mendapatkan juara pertama," jawab Gama.


Aluna hanya tersenyum, ia sudah tahu respon apa yang akan ia dapatkan di rumah nanti. Respon mereka tak akan se antusias Adira ketika gadis tersebut memenangkan perlombaan meski hanya masuk ke peringkat ketiga.


"Mungkin," sahut Aluna tak yakin.


"Sudahlah, tidak usah bahas itu lagi. Kabari ayahmu jika kau pulang sedikit telat karena ada acara makan-makan," lanjut Gama mengalihkan pembicaraan agar tidak membuat Aluna sedih.


"Kau yang traktir," ucap Aluna dengan semangat.


"Baiklah aku yang traktir kali ini," sahut Gama lalu menyuruh Aluna naik ke motornya. Setelah memastikan Aluna sudah naik Gama segera menjalankan motornya meninggalkan lokasi perlombaan dengan hati riang.

__ADS_1


__ADS_2