
"Iya-iya. Keluargaku tidak akan memakan masakan pagi untuk makan siang begitu juga ketika makan malam. Mereka lebih memilih memasak lagi katanya lebih fress masakannya," jawab Gama dengan santai membuat Aluna bingung. Ternyata masih ada ya keluarga seperti itu.
"Kenapa seperti itu?" tanya Aluna penasaran.
Gama menyelesaikan makannya baru ia menjawab pertanyaan gadis tersebut. Apakah memang rata-rata laki-laki kalau makan cepat? Meskipun porsi makan mereka tetap banyak.
"Entah aku juga tidak tahu, sore ini ada jadwal kah?" jawab Gama dan balik bertanya.
"Ouhh aneh tapi lucu, tidak ada aku hanya akan menemui wali kelas membahas pertemuan orang tua," sahut Aluna membuat Gama menaikan sebelah alisnya bingung.
"Apanya yang lucu? Baiklah aku temani, sore ini ikut denganku kulineran biar aku yang izin pada ayahmu," tanya Gama memberi tahu.
"Keluargamu lucu, baiklah tapi kau yang traktir yah," jawab Aluna lalu memakan suapan terakhir bekalnya.
Setelah Aluna menyelesaikan makannya, tidak lama kemudian bel masuk sekolah berbunyi. Tidak lama kemudian di susul guru yang masuk dan memberikan tugas. Memang ada beberapa guru yang tiba-tiba langsung memberikan tugas namun tugas tersebut materinya sudah di pelajari sebelumnya.
Aluna mengerjakan tugas tersebut dengan cepat membuat Gama yang melihat tersebut keheranan dan berakhir meminta Aluna mengajarinya. Kebetulan pelajarannya adalah matematika ia agak bodoh di matematika, dan sangat kebetulan Aluna sangat mahir di mapel tersebut.
__ADS_1
.
.
Bel pulang sekolah telah berbunyi. Para murid berbondong-bondong keluar kelas untuk pulang dan seperti biasa Aluna dan Gama selalu pulang belakangan begitu juga dengan Saskia yang menghampiri Aluna.
"Aluna," panggil Saskia.
Aluna yang namanya di panggil menoleh menatap siapa yang memanggilnya. Ketika ia tahu yang memanggilnya siapa Aluna segera berdiri dan bertanya sambil menaruh salah satu tangannya di belakang punggung memberi kode pada Gama.
Gama yang melihat itu paham. Lalu ia memilih memejamkan matanya namun dengan keadaan siaga, takut-takut Aluna di lukai oleh gadis yang tengah mengajaknya mengobrol.
"Apakah kau ada waktu? Aku rencananya ingin ke toko buku lalu menonton bioskop apakah kau bisa menemaniku?" ujar Saskia to the point.
"Tidak bisa, Aluna akan pergi les bersamaku," Bukan Aluna yang menjawab melainkan Gama. Laki-laki itu menyela pembicaraan mereka lebih tepatnya menghentikan Aluna yang hendak bicara.
"Loh bukannya hari ini seharusnya tidak ada ya? Jangan membual Gama aku mengetahui jadwal les Aluna," sahut Saskia tak terima rencananya di gagalkan oleh Gama.
__ADS_1
"Memang tidak ada les pelajaran, tapi kami mau les mencicipi setiap makanan kaki lima," Sahut Gama lagi yang tahu akal-akalan Saskia.
"Apakah benar Aluna? Bukankah kau tidak boleh keluar dengan sembarang orang? Sebaiknya pergi denganku saja," paksa Saskia.
"Maaf Saskia, aku sudah berjanji pada Gama so lain kali saja ya," ucap Aluna tidak enak dan langsung menarik Gama keluar dari kelas.
Saskia yang melihat kepergian mereka merasa kesal. Gadis tersebut menendang tempat duduk Aluna dengan kesal, Lagi-lagi rencananya terus gagal karena ada Gama di samping gadis itu.
Aluna menarik Gama langsung menuju ke ruang guru. Gama yang di tarik hanya ikut saja, sejujurnya ia mengantuk namun ia tengah menginginkan makanan kaki lima seperti seblak dan rujak.
Sesampainya di ruang guru, Aluna menyuruh Gama menunggu di luar sedangkan dirinya menemui wali kelasnya. Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Aluna berbicara dengan gurunya, kini ia telah keluar dengan membawa surat panggilan untuk orang tuanya.
"Sudah selesai? Kok cepat?" tanya Gama melihat Aluna keluar ruang guru.
"Ngapain lama-lama, emangnya aku mau ngapel sama pak ujang. Udah yuk sebelum sore oh ya jangan lupa kabari ayahku," jawab Aluna sedikit bercanda.
FYI pak ujang salah satu guru di sekolahnya, pria paru baya tersebut guru kimia di sekolahnya. Gama yang mendengar candaan Aluna merasa kesal namun ia tetap mengikuti langkah gadis tersebut.
__ADS_1
"Iya-iya, aku sudah mengabarinya kok," sahut Gama lesu.