
Gama Raden Argantara remaja laki-laki yang kerap di panggil Gama ia berusia 19 tahun, sejak kecil ia tinggal dengan neneknya di rumah sang nenek yang berada tepat di samping rumah Aluna hanya saja setelah ia berusia sepuluh tahun, ia mulai tinggal bersama orang tuanya karena sudah tidak sesibuk dulu.
Setelah mencapai umur 19 tahun, Gama meminta orang tuanya tinggal bersama kembali dengan neneknya karena ia khawatir jika neneknya terus menerus tinggal sendiri di usianya yang semakin menua.
Gama baru pindah lusa kemarin dan langsung mengurus perpindahan sekolahnya. Hari ini kebetulan hari pertama ia sekolah di sekolah yang sama dengan Aluna, gadis yang bisa membuatnya jatuh hati sejak pertama kali melihatnya.
Gama berangkat ke sekolah barunya menggunakan motor pada pukul tujuh pagi seperti kesepakatan kemarin saat ia mengurus surat pindah sekolah. Gama tak henti-hentinya tersenyum tak sabar bertemu dengan Aluna di sekolah gadis itu.
"Bagaimana yah ekspresinya nanti saat melihatku? Hehe," gumam Gama sambil terkekeh.
Tidak membutuhkan waktu yang lama baginya untuk sampai di sekolah barunya. Gama memarkirkan motornya di tempat parkir lalu segera menuju ke ruang guru untuk menemui wali kelasnya.
Sepanjang jalan menuju ruang guru, banyak gadi-gadis yang mengintip dari jendela dan mencuri pandang pada Gama, bahkan ada yang menggoda Gama terang-terangan. Wajah Gama memang terbilang cukup tampan jadi wajar saja jika ia di kagumi banyak gadis.
Gama tak memperdulikan tatapan-tatapan itu dan memilih untuk melanjutkan perjalanannya, meski ia tidak suka dibicarakan oleh orang lain namun tetap saja wajahnya yang lumayan membuatnya sering dibicarakan para gadis dan dimusuhi oleh pacar dari gadis-gadis itu.
__ADS_1
"Lihat, dia sangat tampan. Apakah dia sudah memiliki pacar? Jika belum aku ingin mendekatinya," bisik salah satu siswi yang terdengar oleh Gama.
"Ya benar, jika dia masih sendiri aku juga mau menjadi yang kedua hehe," tawa gadis lainnya.
Gama yang mendengar itu menghela napas panjang. Awalnya ia memang tak mau menghiraukan mereka dan tetap berjalan menuju ruang guru. Perkataan dia siswi yang sangat mengganggu dirinya membuat dirinya berhenti dan menatap tajam ke arah dia siswi tersebut membuat keduanya terkejut dan memilih pergi melihat tatapan tajam dan wajah datar Gama.
Setelah kedua siswi itu pergi, Gama kembali melanjutkan perjalanannya dan kali ini tidak ada gangguan paling hanya di perhatikan oleh sekelompok siswa laki-laki yang memiliki anggota geng di sekolah itu, kebetulan sekolah yang ia datangi memang memiliki kelompok geng di dalamnya hanya saja kelompok itu tak pernah terdengar ada kasus seperti tawuran.
"Akhirnya aku sampai juga di ruang guru," batin Gama merasa lega.
Di ruang guru masih ada beberapa guru yang masih di sana dan tersenyum kepada Gama. Salah satu guru wanita bangun dari duduknya dan menghampiri Gama. Gama yang di hampiri guru tersebut segera menyalami tangan guru tersebut.
"Kamu Gama?" tanya guru itu.
"Iya bu, saya Gama," Jawab Gama sopan.
__ADS_1
"Baiklah, saya wali kelas kamu Ibu Mawar dan ini guru-guru yang lain, silahkan perkenalkan diri kamu dulu," sahut Guru yang mengaku Wali kelasnya.
"Halo saya Gama, semoga bisa menjadi Murid yang teladan dan guru yang dapat saya andalkan," ujar Gama dengan tersu terang.
"Ya nak," jawab para guru yang ada di sana serempak.
"Gama sekarang ikuti saya," ajak Bu Mawar.
Gama mengangguk lalu mengikuti Bu mawar menuju ke kelas barunya. Selama perjalanan ke sana Gama benar-benar tak sabar, karena ia akan bertemu dengan Aluna mereka akan satu kelas karena Gama yang memintanya kemarin.
Tak butuh waktu yang lama untuk mereka sampai di ruang kelas. Gama masuk ke kelas yang cukup ribut itu, saat mereka berdua masuk ruang kelas tiba-tiba menjadi hening dan terfokus pada Gama yang baru datang.
Gama melihat keseluruhan kelas dan tatapannya jatuh pada gadis yang tengah menelungkupkan wajahnya di atas meja paling belakang. Gama tersenyum membuat beberapa gadis yang ada di sana histeris melihat senyum Gama yang manis.
"Diam! Kita kedatangan murid baru, Gama silahkan perkenalkan dirimu," ucap Bu Mawar membuat yang lain terdiam.
__ADS_1
"Halo nama saya Gama Raden Argantara, biasa di panggil Gama salam kenal," sapa Gama memperkenalkan diri dengan singkat.