
Hari telah berganti kembali. Kini Aluna kembali bersekolah seperti biasanya, kemarin karena ayahnya sudah setuju jika dirinya lulus lebih awal. Hari ini Aluna hendak menemui wali kelasnya untuk membahas kelanjutannya.
"Pagi Aluna," sapa Gama yang baru saja datang dan duduk di samping Aluna.
"Pagi juga," sapa Aluna balik.
"Bagaimana respon keluargamu semalam?" tanya Gama kepo sambil menaruh dagunya di tangan dan menghadap Aluna.
Aluna menghela napas. Gama sungguh benar-benar kepo tentang keluarganya padahal ia tahu jika respon keluarganya tentu saja akan biasa saja. Melihat Gama yang terus menerus memperhatikannya mau tidak mau Aluna menceritakannya pada laki-laki itu.
"Baiklah aku ceritakan semalam-"
Flashback on
Setelah Gama mengantar Aluna sampai di depan rumah. Aluna masuk ke dalam rumah dan mendapati anggota keluarganya berada di ruang tamu. Karena mereka tengah berkumpul Aluna memilih untuk memberi tahu kemenangannya.
"Ayah Aluna berhasil mendapatkan juara pertama," ujar Aluna memberi tahu.
__ADS_1
"Oh, baguslah tetap bertahan," sahut ayah Aluna terkesan tidak peduli.
Setelah mendengar itu Aluna segera menuju ke kamarnya, karena ia sudah sangat lelah dengan hari ini terlebih perlombaan tadi cukup membuatnya menguras banyak energi.
Flashback off
"Ohh ternyata begitu, ya sudahlah. Ini hadiah dariku untukmu, dibukanya saat di rumah nanti ya awas jika di buka diam-diam di sekolah!" sahut Gama setelah mendengar cerita Aluna tak peduli.
"Iss seharusnya aku memang tak cerita padamu, baiklah terimakasih tapi apa ini?" ucap Aluna memutar bola matanya sedikit kesal dan bertanya.
Aluna yang mendengar itu hanya menurut saja. Kotak yang diberikan oleh Gama ia masukan ke dalam tasnya dan tidak lama kemudian bell sekolah berbunyi.
Para murid-murid berbondong-bondong masuk ke dalam kelas. Setelah tidak lama murid masuk kelas gurupun masuk ke dalam kelas dan memulai pelajaran hari ini.
.
.
__ADS_1
Jam pelajaran telah selesai kini waktu istirahat tiba, para murid yang sudah kelaparan segera keluar dari kelas dan langsung menuju ke kantin.
Kali ini Aluna tidak ke kantin karena tadi ia sempat masak untuk bekalnya. Aluna memang bisa masak hanya saja ia jarang melakukannya terlebih sekolah sudah ada kantin jadi ia tak perlu repot masak lagi.
Gama yang tidur selama pelajaran terbangun dan menatap Aluna kesal karena sudah makan lebih dulu tanpa menunggunya. Hari ini Gama juga membawa bekal, lebih tepatnya sisa sarapan tadi pagi masih sangat banyak daripada sayang tidak ada yang makan lebih baik ia membawanya ke sekolah bukan.
"Setidaknya kalau ingin makan bangunkan aku dulu, aku juga lapar tahu," ujar Gama tiba-tiba sambil mengeluarkan kotak bekal.
Aluna hanya memutar bola matanya kesal. Kebetulan Aluna membawa lauk yang cukup banyak jadi ia sedikit berbagi pada Gama. Remaja laki-laki tersebut tersenyum sumringah kala Aluna memberinya lauk padahal lauk yang ia bawa juga cukup banyak.
"Tumben sekali kau membawa bekal Tara," ujar Aluna di sela-sela makannya.
"Sisa sarapan tadi masih banyak jadinya aku bawa saja. Toh di rumah tak akan ada yang makan," sahut Gama dengan mulut penuh.
"Sebelum bicara setidaknya telan dulu makanan yang ada di mulutmu, mengapa tak ada yang makan?" ucap Aluna dan bertanya.
"Iya-iya. Keluargaku tidak akan memakan masakan pagi untuk makan siang begitu juga ketika makan malam. Mereka lebih memilih memasak lagi katanya lebih fress masakannya," jawab Gama dengan santai membuat Aluna bingung. Ternyata masih ada ya keluarga seperti itu.
__ADS_1