
Eh yan kak jangan digoyang dong talinya, nanti kita jatuh gimana? " Teriak dian saat berjalan dan talinya sengaja digerakan oleh kakak senior.
"Yan tenang, kamu jangan banyak gerak nanti jatuh beneran. Pegangan yang kencang jalan pelan saja. Tapi gapapa sih toh jatuhnya juga kebawah kamu hahaha. " Tawa anira yang justru senang lihat temannya panik. Walau kakak senior coba menggoyangkan tali tapi anira mencoba berjalan tenang dan tidak terkecoh. Supaya tidak jatuh dan mengulang manjat dari awal.
*
Perjalanan jejak lacak sudah sampai dititik akhir, Pos 5. Disini juga hanya diisi dengan games. Tepatnya games isi pipa dengan air. Ya tempat yang dipakai adalah sungai kecil dibelakang sekolah, menjadi pembatas antara area sekolah dan persawahan.
Di pos ini dijaga oleh 5 kakak pembina, 2 diantaranya adalah kak Gilang si kakak laki-laki galak dan kak wido si kakak baik.
"Selamat datang di Pos 5, nah seperti yang kalian lihat tadi ya. Disini kalian sama kaya kerabat yang lain, tugasnya cuma ngisi pipa ini dengan air di sungai sampai bola kecil didalamnya bisa sampai atas atau keluar dari pipa kalau bisa. Berhubung pipa nya banyak lubang jadi silahkan kalian bagi tugas, siapa saja yang mau nutup lubang siapa saja yang mau isi air ke pipa.
Kakak gak perlu jelasin lagi kan jadi silahkan ambil posisi masing-masing! " Jelas kak Gilang.
Dian selaku ketua regu memberi arahan, namun semua tidak sesuai apa yang disepakati. Bagaimana tidak Anira sampai kesal pada teman-teman kerabatnya dan juga pada Kak Gilang dan Kak Wido.
"Hey, stop stop. Kalian gimana sih kenapa airnya disiram ke aku. Masukin ke pipa! " Geram Anira.
Emosi Anira semakin meledak saat hanya dia seorang yang menutup lubang pada pipa, sedang yang lain dengan semangat mengambil air menggunakan caping penutup kepala, dan entah kenapa kak wido dan kak Gilang juga semangat ikut bantuin isi pipa dengan air.
"Ya Allah kalian denger gak sih, ini lagi lubang pipinya banyak kalau yang nutupin cuma aku sampai lebaran kambing juga gak bakal penuh! "
Berang Anira sembari membuang pipa yang dipegangnya, bahkan sampai temanya melongo.
"Kakak juga kenapa ikut-ikutan nyiram hah? Sekarang lihat kerudung aku jadi coklat yang tadinya putih. Kalian ya bener-bener bikin emosi. " Tak menunggu lama anira mengambil caping yang dipakai temannya untuk mengambil air dan menyiram balik kakak seniornya dengan air yang sudah bercampur lumpur yang sudah diobok-obok tadi.
"Wkwkwk hahaha iya iya maaf dek, gak tau kenapa lihat kerabat kalian yang asik jadi pingin ikutan isi pipa nya." Jelas Kak wido yang merasa bersalah tapi tidak dengan kak Gilang, justru dia sangat senang melihat anira yang penampilannya sudah persis orang-orangan sawah.
"Ya udah kalian gagal di Pos ini. Kita sudahi saja, sudah sore. Kalian bersiaplah kembali ke perkemahan, laporan dulu disana. "
Meninggalkan Pos 5,kerabat Siti Khadijah menuju ke bumi perkemahan dengan perasaan dongkol anira berusaha menormalkan emosinya.
"Assalamu'alaikum, lapor kami dari kerabat Siti Khadijah sudah melaksanakan semua tugas. Laporan selesai. " Dian melapor
"Laporan kakak Terima, gimana tadi perjalanannya? Nasib telur ayamnya baik-baik saja kan? Dapat apa saja tadi? " Tanya kakak senior bernama Dika.
"Telur aman kak! Perjalanan juga menyenangkan. " Sahut dian.
__ADS_1
"Iyakah? Berkesan ya berarti. Dapat apa lagi dek? "
Tiba-tiba Anira teringat sesuatu. Dengan sumringah Anira menjawab.
"Ah, dapat ini juga kak. " Sembari menunjukan bunga yang diberikan kakak ganteng itu.
Kakak senior bingung melihatnya,
"Hmm itu apa dek? Maksudnya untuk apa kamu bawa tanaman bunga itu? "
"Gak tau kak, kata kakak ganteng. Eum eh maksud saya kata kakaknya suruh dijaga dengan baik. Sampai finish kalau bisa. " Jawab Anira yang salah tingkah.
Sedangkan para senior yang mendengar jawaban Anira berusaha menyembunyikan senyumnya. Menjaga wibawa katanya. Dilarang tertawa didepan adik juniornya.
"Lalu kalau sudah sampai di finish disuruh apakan bunga itu, hmm? "
"Itu? Ah saya tidak tau kak. Kan saya cuma menurut saja. "
"Baiklah, berhubung tugas kalian sudah selesai bisa bersih-bersih diri, kalau belum sempat mampir shalat saat perjalanan bisa langsung shalat habis mandi ya. Dan kamu, tunjuk nya pada Anira. Kamu bisa simpan itu bunga dari kakak ganteng mau kamu tanam lagi juga boleh. "
"Hehe sudah layu kak, aku bunga saja deh. "
Gumam Anira.
*
Malam harinya. Diisi dengan pengakraban. Setiap peserta diminta berkenalan dan mencatat Nama setiap orang yang diajak berkenalan termasuk dengan kakak pendamping dan kakak seniornya.
"Eh cari kakak ganteng yuk ra, kita kenalan. Kan belum tau namanya. " Ajak Ida dan Dewi yang masuk juga jajaran pengagum Kak ganteng.
"Ya udah ayuk, tadi aku lihat dia diujung sana sama kak Dika. "
Mereka berjalan menuju tempat kak ganteng dan kak Dika berada.
"Malam kak, " Sapa Devi.
"Hmm kak mau minta tanda tangan dong sama nama, kasih nomor hape juga boleh". Sembari menyodorkan kertas dan bolpoinya.
__ADS_1
"Wkwk kakak gak ada nomor HP, jadi nama sama tanda tangan saja ya dek. " Jawab kak Dika.
"Gak mungkin kakak bohong, bilang saja gak mau ngasih nomornya, yang lain saja mau ngasih kak. " Sergah ida karena merasa kesal.
"Heheh. Minta kak ini saja ya. Jawab Dika sembari menunjukan jari pada Kak ganteng..
" Hmm kakak tulis nama, tanda tangan sama nomor HP nya ya" Pinda Ida dengan memasang wajah memelas.
"Yaya baiklah. Sini kertasnya.
Owh jadi kakak ganteng ini namanya Kak Arik. Gumam Anira dalam hati.
Cek cek perhatian semuanya. Waktu pengakraban sudah selesai silahkan kembali ke tenda masing-masing. Ada kuis yang harus kalian isi, Terima kasih.
Suara dari sound itu langsung membubarkan semua peserta menuju tendanya masing-masing.
"Hmm dek ini ada kuis silahkan diisi ya. Gak harus semua jawab kok boleh perwakilan. Kalau sudah selesai bisa diserahkan ke kakak atau ke sekretariat sekalian. " Kata kak Yani yang menyerahkan lembaran kuis dan diterima Anira.
"Eh Devi, Ida sini bantuin ngisi kuisnya! " Pinta Anira.
"Kuis nya berisi nominasi-nominasi kakak ter ter ternyata, kakak tergalak, kakak terbaik, kakak terganteng, kakak tercantik, kakak teraktif."
"hahaha fix ya kakak tergalak yang pakai jumper merah yang jambak kak Yani pokoknya. " Sergah ida yang disetujui Anira dan Devi.
"Kakak cantik menurutmu siapa? Tanya Anira. "
"Menurutku itu lho kakak yang putih banget itu, dia cantik banget tau. Kalau gak salah namanya Kak ami. " Jawab Devi.
"Ah iya menurutku juga kak Ami yang paling cantik. Kalau kakak ganteng siapa menurutmu? " Anira
"Kak Ardi. " Jawab Devi dengan semangat dan senyum merekah.
"Ah menurutku kak Arik dong. Dia bukan cuma ganteng tapi juga baik. " Sela Anira.
"Gak ra kak Ardi yang ganteng, " Timpa Devi yang kekeh dengan jawabannya.
"Da menurut mu siapa yang ganteng kakak nya? " Tanya Anira pada Ida.
__ADS_1
"Kalau menurut ku sih Kak Arik. Aku setuju sama Anira. "
Akhirnya perdebatan pemilihan kakak terganteng ditentukan kalau Kak Arik yang dipilih sebagai kakak ganteng versi kerabat Siti Khadijah.