
"Kenapa ini ra?" tanya pembina OSIS, masih nampak wajah lelah sepulang dinas dari luar kota. Namun karena mengkhawatirkan anak didiknya mengharuskan beliau menuju sekolah, apalagi dengan keadaan tanpa pengawasan orang dewasa atau guru.
Dan kekhawatiran beliau saat ini nampak didepan mata. Tidak dapat beliau bayangkan bagaimana nanti mereka mengatasi hal ini, apalagi ini berkaitan dengan dunia lain.
"Yah seperti ini pak, tadi waktu tadarus jamaah tiba-tiba dia tertawa sendiri. " jawab Anira.
"Hahahhaha hahahhahah, " siswi yang kesurupan mulai tertawa cekikikan lagi.
"Ya sudah tunggu bentar ya, tolong jagain ra, put, ri., bapak ambil wudlu dulu. "
"Iya Pak. " jawab mereka bertiga.
Karena kejadian ini, kegiatan kemah bakti jilid 2 di istirahatkan sejenak. Dan tak lama beberapa Panitia kelas XI dan panitia pendamping kelas XII masuk keruangan 13.
"Gimana keadaannya ra? " Tanya Dina.
"Yha gini din, ini masih nunggu pak han, mau diruqyah coba ngeluarin jin nya. "
"Gak usah diruqyah, itu gak mempan buat aku, hihi hihi hihi.. " jawab siswi yang kesurupan.
"Ehh lihat kak, ehh dia jawab. Ini yang ngomong jin nya ya kak? " Tanya pandu yang penasaran.
Mana itu tangan ngapain ngelus-ngelus gitu, kaya rambutnya panjang saja. kan pakai kerudung. Eh mungkin jin nya rambutnya di gerah ke samping kali ya terus dielus-elus gitu? "
"hihihi iya rambut aku memang panjang. hihi hihi.. "
"Eh buset jawab lagi.. " Seru pandu.
"Malam Pak. " sapa panitia pada Pak han yangasuk ke ruangan kembali.
"Malam. ayo dimulai ada yang mau bantu bapak ruqyah gak? ada yang berani. "
"Nih pak biar Anira saja, biasanya kalau perkaderan ad yang kesambet dia terdepan dampingin. " Jawab Dina sembari mendorong Anira mendekat siswi yang kesurupan. Ya karena mereka belum tau siapa namanya.
"ish itu juga kan karena kalian malah pada kabur gimana sih, masa iya aku tega ninggalin anggota yang merangkap jadi sahabat aku kesambet sendirian. " Gerutu Anira. Sambil memposisikan diri duduk disamping anak tersebut.
"Ya udah ra sini, bantu bapak? "
"Hmm pak tapi saya masih halangan gak apa? bisa pak? "
"Hmm gak apa-apa sana wudlu aja dulu, biar bapak yang bacain quran dulu. "
__ADS_1
Lantas Anira keluar dari ruangan menuju tempat wudlu. Setelahnya Anira kembali ketempat. dan mulai membantu membaca surat-surat Qur'an yang biasa untuk meruqiyah.
jika bertanya dari mana kemampuan Anira meruqiyah? jawabannya karena seringnya dua sahabat Anira yang kesurupan di sekolahan. Karena setiap mereka kesurupan banyak teman-temannya justru menghindar karena takut. Anira yang menyayangi mereka seperti keluarga sendiri lantas selalu menjadi terdepan mendampingi. Tak jarang tangan dan anggota tubuh Anira menjadi sasaran sahabatnya. Mulai dari diremas tangannya, dicakar-cakar, beruntung sahabat Anira tiyang kesurupan hanya bereaksi teriak-teriak, menjerit dan menggeliatkna badan. tidak sampai mengamuk. Ibu wakil kepala sekolah yang memang sering. meruqiyah pernah mengatakan pada Anira "Jika temanmu mengalami hal demikian jangan ditinggal, dampingi. Sola bisa mengeluarkan jin dari tubuhnya atau tidak itu hanya butuh keberanian, dan keyakinan pada Allah SWT. " Itulah menjadi patokan Anira saat ini.
Ini pengalam pertama Anira melihat orang kesurupan yang ngoceh dan bisa menjawab pertanyaan orang disekitarnya.
Dan Pak Han beserta Anira mulai membacakan surah-surah. sejam berlansung jin tersebut hanya keluar masuk kembali hanya berselang beberapa detik saja.
"Huft." desah pak han ynag sudh nampak lelah dan bosan. l
"wkwkwk, gimana pak? kamu capek ya? hihi hihi hihi udah gak usah diruqyah" jin tersebut masih berusaha mempengaruhi untuk tidak diruqyah kembali.
"Hah, saya panggilkan temen saya saja ya? biar beliau yang ruqyah kamu. kenal bu ela kan? "
tanya pak han
"Wkkwk gak takut panggil saja hihi hihi. "
"huh putra telfon bu ela gih, ini bentar lagi isya masa dia gak keluar-keluar dari tadi. "
"Kamu capek kan? Hmm aku lapar aku pingin makan bunga kenanga. Petik kan dong. " pintanya pada pak han.
"Sudi apa aku di budak setan. " jawab pak han
"ih jin nya genit banget sih. Eh aku potong nih ya rambutnya. potong nih potong. " seru pandu sambil mengerakkan jari menyerupai gunting.
"hmm jangan dipotong "
"Pak bu ela gak angkat telfonnya dari tadi. "
"Huft yog ra, habis ini kalau keluar langsung bawa pulang kerumahnya. kasian yang lain nanti. "
Setelah beberapa saat akhirnya jin tersebut mau keluar.
"Ahhhh panas.. tidak. "
bruggggg.
anak tersebut pingsan, sesaat sadar dan segera Anira menyuruh panitia kelas XI untukengantarkan pulang.
"mbak masa aku nganterin sendiri ih, kalau waktu aku boncengin dia terus kumat dijalan gimana? mbak Anira ikut lah. " pinta Ayu yang ditugaskan Anira.
__ADS_1
"Lha terus mbak gimana?bak kan gak bisa ngendarain motor sendiri kamu tahu kan? "
"Hmm kak Dina ikut ya, tapi kak Dina yang boncengin dia. Mba Anira bareng aku oke? "
"Haist ya sudah ayo, keburu kesambet lagi berabe nanti. " Ajak Dina.
Diperjalanan semua hanya diam setelah diberi tahu rumah anak tersebut. Sampai mereka di rumah siswi Anira selaku penanggungjawab mulai menceritakan kejadian kepada sorang tua siswi tersebut. ynag baru diketahui tadi saat diperjalanan bernama Nia.
"Ya Allah makasih banget sudah diantar anak saya mbak-mbak nya. Ayo masuk dulu, istirahat dulu. "
Ibu Nia meninggalkan mereka diruang tamu bersama Nia.
untuk membuat minuman di dapur.
"Hmm gimana dek. udah mendingan? " Tanya Anira basa-basi. sebenarnya dia hanya penasaran tentang kejadian tadi. wkwkkw
"Iya kak makasih tadi udah dibantuin buat ngeluarin dia. "
"Kalau boleh tahu sebenarnya gimana awal ceritanya kamu gitu tiba-tiba. " Tanya Dina yang juga ikut penasaran
" Jadi tadi waktu di al seng. aku lihat sosok tinggi besar, hitam di lantai atas ruangan yang buat KKPI kak, didepan kelas dia lihatin aku. Gak nampak wajahnya cuma hitam semua tapi jelas dia lihatin kebawah ke arah kita, aku takut terus ngalamun." Nia menarik nafas perlahan.
dan melanjutkan kembali ceritanya.
"Terus tiba-tiba kaya ada sosok perempuan, cantik pakai model baju Jawa model dulu kak, kaya kemben gitu sih. Mirip kaya Baju-baju Nyi roro Kidul kaya begitulah modelnya. Dia yang masuk ke tubuh aku. Tahu gak kak dia kan sempet marah tadi sama Kak Anira sama pak han. " jelas Nia
"Ehh kenapa emangnya? "
"Kan pak han sama kak Anira yang coba ngeluarin dia tadi. waktu dia sempet keluar sebentar dia tuh masih berdiri disamping aku. sambil matanya melotot lihatin pak han sama kak Anira. "
"Owh begitu.. wkwk ah dimusuhin dedemit kamu ra. hahah hati-hati nanti pas kita balik kesekolah. " goda Dina dan diketawain Ayu.
"His nanti kalian repot kalau aku dimusuhin. "
Dari belakang ibu dan bapak Nia menghampiri.
sambil bincang-bincang mereka menceritakan awal mula Nia sering kesurupan.
dan tak lama mereka berpamitan untuk kembali ke sekolah.
Baru setengah jam Anira mengistirahat tubuh duduk dibangku depan ruangan 13, ada satu siswi yang tidak mengikuti acara PBB malam. Anira coba mendekati sekedar menemani. Baru Anira hendak duduk namun seperti ada yang aneh, siswi tersebut mengeluarkan air mata tanpa suara, dan tatapannya pun kosong.
__ADS_1
"Huft apalagi ini? "
Gumam anira