Anira Life Story

Anira Life Story
Ternyata Ariz


__ADS_3

"Udah ra sabar gak usah didengerin, aku tau kok kamu bukan cewek gampang. Udah yuk masuk apa mau shalat dulu tapi masih penuh masjidnya, habis ini aja ya shalatnya. Biar adem kamu. " Uus yang coba memberi ketenangan pada Anira yang masih emosi. Ya Uus tau pasti kalau Anira saat ini tersinggung, bukan apa-apa Anira cukup menjaga harga diri di hadapan laki-laki, dia saja bisa menolak akan pacaran walau mungkin laki-laki itu cukup menarik untuk Anira dan gadis lain, namun Anira memang belum mau menjalin kasih karena merasa belum waktunya.


*


Sedangkan di lain tempat


"Yang aku sebel banget sama itu penggemar kamu," Sungut Adel dengan cemberut.


"Emang kenapa yang? Sini duduk ceritain coba apa sih yang bikin pacar aku yang cantik jelita ditekuk gitu mukanya. Nanti cantiknya berkurang. "


"Itu siapa lagi kalau bukan temen SMP kamu yang kemarin ngintilin waktu kamu pulang KBO. "


"Hmm, si Anira? emang dia ngapain kamu? "


"Yah gak ngapa-ngapain, aku tadi ngelabrak dia waktu pulang sekolah. Masa dia ngacuhin waktu aku lagi ngomong sama dia. Kan ngeselin mana habis itu dia ngeloyor main masuk kelas ninggalin aku yang masih pingin ngomong sama dia. "


"Hah? jadi kamu ngelabrak dia yang? duh aku kok jadi gak enak yang hati sama dia. "


"Apa? apa kamu bilang tadi? Kenapa musti gak enak hati. Jangan-jangan kamu malah seneng ya. "


"Gak bukan begitu yang, aku bilang kemarin itu bukan mau bikin kamu jadi musuhan sama Anira, ya cuma biar kamu makin sayang aja sama aku."


Flashback on


Yang, aku udah pulang KBO nih. Besok ketemuan yuk! send. pesan dikirim Ariz untuk Kekasihnya Adel.


Hmm okey yang, ditempat biasa ya.


Besoknya di warnet dekat rumah Adel.


30menit Adel sudah menanti kedatangan sangat pujaan hati. Dibalik bilik warnet tempat langganan para muda-mudi mengerjakan tugas sembari memadu kasih. Ya bukan rahasia lagi tempat itu sering disalahgunakan oleh pasangan muda. Tak jauh beda yang dilakukan Ariz dan Adel.


Yang aku udah di warnet nih. Kamu masih lama gak?


tring.


Iya tunggu bentar yang, masih beli jajan. Bentar lagi aku kesitu.


Sepuluh menit kemudian, Ariz sudah sampai di warnet tempat Adel menanti.


kritt...


"Yang." Sapa Ariz pada Adel yang sudah berada dibilik warnet. Sengaja mereka memilih tempat yang didalam, suasana yang cukup remang karena tidak ada pencahayaan dari sinar mentari, hanya penerangan dari lampu kuning yang tidak terlalu terang. Tiap bilik pun dibatasi kanan kiri depan sehingga privasi pengguna tidak terlalu terganggu pengunjung lain.


Ariz pun langsung merangkul pundak Adel dan disenderkan pada bahunya. tangannya yang satu pun tak tinggal diam, mulai merambah kemana mulai dari perut dan ke bagian atas, mer***snya perlahan.


"hmm, " Adel melenguh karena merasa geli.


"Husst, jangan keras-keras yang nanti ada yang denger. "


"Lagian ini tangan kamu ih, gak bisa diem. "

__ADS_1


Cup.


Tiba-tiba Ariz mendaratkan bibirnya pada bibir Adel.


"Emh.. "


"Yang. Udah ah. Gimana kemarin pasti kamu capek ya. "


"Ya gitu, yang kemarin kan waktu aku pulang KBO, ada tau temen aku yang ngikutin aku sampai ngejar-ngejar. "


"Haa? cowok apa cewek yang? "


"hhaaha cewek lah masa cowok, emang aku cowok apaan? "


"Owh penggemarmu juga? Siapa namanya? orang mana? awas ya kalau kamu macam-macam. "


"Gaklah, kita juga belum lama jadian. Masa mau selingkuh aku. Sia-sia dong usaha aku. Inget ya saingan aku dapatin kamu banyak, yah walau gak capek aku buat ngejar kamu secara cuma niupin napas aku di jendela rumahmu terus aku tulisin nomor HP aku, ehh gak lama udah jadian aja kita. wkwk Pesonaku gak bisa kamu tolak kan. " kekeh Ariz.


"Hmm temen aku yang kemarin, kebetulan satu sekolah sama kamu yang, kayanya ambil jurusan sama juga kaya kamu. Namanya Anira. "


"hmm iya pesonamu gak bisa aku tolak. Rugi banget nolak kamu, secara idola di sekolahmu, bahkan idola hampir di kabupaten ini. ganteng keg oppa oppa Korea gini. "


"Owh Anira namanya. Tapi kayanya gak sekelas sama aku deh soalnya gak ada yang namanya Anira dikelas. Coba deh besok aku cari tau. Awas aja kalau berani deketin kamu."


Flashback off


Hufft maaf ra, aku gak niat bikin kamu dilabrak sama pacar aku. Aku tau kamu perempuan yang baik. Jadi ngrasa bersalah sama kamu ra, aku tau kamu suka aku, pasti ini nyakitin hati kamu. Batin Ariz


*


Anira : "Assalamu'alaikum ji aku mau tanya boleh? " send


meletakan ponselnya Anira masih memikirkan kejadian pelabrakan dirinya di sekolah.


Ada pertanyaan di benaknya yang sungguh membuat Anira sangat penasaran.


Darimana Adel tahu kejadian itu, ah ralat maksudnya walaupun itu tidak benar, namun cerita bahwa dirinya sempat menyalip laju motor Ariz yang mungkin dianggap seperti mengejar-ngejar Ariz itu benar.


"Masa iya Ariz yang ngadu ke Adel, kayanya gak mungkin. Aku tahu banget dia bukan orang begitu. Tapi masa iya Aji yang ngadu, itu lebih gak masuk akal. Bagaimanapun Aji termasuk temen deket ku. Apa Yusuf? Ah si rese itu, bisa aja dia yang ngadu dia baik sih tapi kadang suka ember dan ngeselin pisan. Pasti dia nih. Hadeh."


Lama menanti balasan pesan dari Aji, Anira merebahkan diri ke tempat tidur lantainya.


Membolak-balikan badan kekanan dan kiri, mencoba mencari posisi wenak tiduran. Masih mencoba memejamkan mata sambil berpikir.


"Huft, Aji masih sibuk kali ya. Hem walaupun Yusuf suka ngeselin tapi kok aku gak yakin juga sih kalau dia yang ngadu ke Adel. Yah mau bagaimanapun dia cuma sahabat Ariz dan kayanya gak begitu deket juga sama Adel. Hah tau ah pusing. "


Lama menanti kabar Aji yang tak kunjung membalas pesannya, membuat Anira jenuh dan tak lama terdengar dengkuran halus.


Saat pertama, ku dekati dirimu


menuruti semua, inginmu

__ADS_1


dan tiba waktumu


tuk beri jawaban


ternyata kau anggap aku


hanya teman..


Bawalah aku kedalam mimpimu


Anira terjaga saat sering ponselnya mengganggu mimpi indahnya.


Panggilan masuk


📲 Aji


Hmm baru nongol ini anak.


"Hallo, Assalamu'alaikum ji. Darimana aja ditungguin balesannya? " tanya Anira, disela mengumpulkan sisa-sisa nyawa yang belum penuh.


"Maaf ra, tadi masih aku charger HP ku, gimana mau tanya apa ra? "


"Hmm aku lagi kesel ji, baru kali ini dilabrak orang. Iya kalau cuma face to face aku sih mungkin gak se nyesek ini. Cuma agak malu soalnya ada banyak anak-anak. "


"Eh, kamu dilabrak sama siapa? kenapa bisa dilabrak sini cerita sama aku ra. Biar plong.! "


"Hah, " menghembuskan nafas beratnya Anira mulai bercerita sedetail mungkin pada Aji.


"Bagitu ji. Sumpah ih masih dongkol aku. Bukan kamu kan yang ngadu ke Adel. sampai kamu yang ngadu bener kelewatan ya. "


"Ya Allah ra, kamu kaya baru kenal aku aja. Ya gaklah gila apa, ya walau aku fine-fine aja Ariz jadian sama Adel bukan berarti semua sikap mereka aku dukung ya. Tapi gak mau ikut campur juga sih kan urusan mereka. Tapi suer ra bukan aku yang ngadu, cuma Aku, Ariz dan Yusuf yang tau kejadian waktu itu. Dan aku paham banget ceritanya itu kamu ngikut Yuni doang."


"Tapi ya ra, sengesel-ngeselin nya Yusuf dia juga gak begitu deket sama Adel. Gak mungkin dia ngadu. " Jelas Aji


"Lalu? kalau begitu cuma tinggal Ariz nya sendiri yang kemungkinan ngadu ke pacarnya itu ji? "


" Ya mungkin ra bisa jadi. Tapi ya aku juga gak yakin sih. Dia kan agak pendiem walau gitu dia gak mungkin ngadu domba kamu sama pacarnya. Kamu tau kan dia idola sekolah dulu banyak cewek-cewek ngejar-ngejar Ariz, kebanyakan dia cuekin dan masa bodo bahkan kadang kasar sama penggemar nya, tapi sama kamu ra perlakuan dia itu beda walau mungkin gak suka kamu tapi dia masih jaga perasaan kamu, masih bersikap lemah lembut ke kamu. Masa iya sih dia tega gitu? tapi gak menutup kemungkinan kalau memang dia sendiri yang ngadu barang kali mau cari perhatian Adel doang. "


"Yah bisa jadi begitu ji, huh kalau bener Ariz sendiri yang ngadu haduh sakit hati aku ji. "


"Sudah gak usah dipikirkan, padahal sama yang lain Adel biasa aja lho sama kamu kenapa jadi sensian wkwkwk, ehh btw kamu ngasih nomor aku ya ketemen mu yang kemarin si Yuni itu?,"


"Ehh iya aku lupa minta ijin kamu ji, gak apa kan aku kasih nomormu ke dia. Yah gimana udah janji aku tuh mau ngasih ke dia. cie yang banyak fansnya sekarang. " Sejenak melupakan rasa jengkel dihatinya, Anira coba menggoda teman baiknya itu.


"Tau gak dia juga minta aku comblangin, dia baik-baikin aku juga biar mau jodohin sama kamu ji hahaha, berasa aku tuh keg orang yang berarti buat kamu ya, sampai dia baik-baikin aku biar kamu nanti mau sama dia. "


"Hahah ya kamu kan temen baikku juga ra, yah gimana ya agak males sebenernya tapi yah gimana lagi dia temenmu. Eh aku tutup dulu ya ra mau keluar nih, nanti coba deh aku tanya sama Ariz ya. "


panjang lebar mereka berdua ngobrol lewat sambungan telepon, dan mereka akhiri.


"Iya masih ya udah dengerin keluhanku wkwk, Assalamu'alaikum. "

__ADS_1


"Sama-sama ra udah santai aja kaya sama siapa saja. Oke wa'alaikumsalam. "


__ADS_2