Anira Life Story

Anira Life Story
Jejak Lacak, Telur, dan Sepatu


__ADS_3

Jejak petualang


"Oke siap berjoget semua. Mari kita senang-senang malam ini. Satu dua tiga."


Alunan musik pengiring lagi sudah menggema, semua larut akan uforia.


Satu hal yang ku ingin dalam hidup ini.


Merasakan yang lain terbang bagai peri.


Hanya bisa khayal ku tuk ke atas awan.


Bertemu sang mentari menari bersama.


Indah.. Berkhayal dan indahh..


Hilang ragaku melayang jauh tak terbayang ke angkasa ku akan terbang,


Biarkan ku raih bintang dan ku bawa pulang, kembali ke bumiku sayang.. Dan seterusnya sampai selesai


"Hampir semua anggota kerabat anira tercengang, pasalnya mereka juga yakin jika suara anira dan dewi sumbang. Seperti yang dituturkan anira. Namun Dil ekspektasi, justru suara anira sangat merdu dan membuat penampilan mereka memukau seluruh orang yang ada dia bumi perkemahan.


______________________________________


Pagi hari di bumi perkemahan.


Malam hari bergulir digantikan dengan sinar mentari menemani pagi dengan cahaya yang menghangatkan.


Seluruh peserta kemah bakti OSIS sudah berbaris, berbekal amanah sebutir telur ayam yang harus dibawa dari star menuju finish, tanpa merusak apalagi sampai pecah.


" Ingat dek ini amanah, artinya jika kalian sampai gagal menjaga amanah yang kami berikan tandanya kalian tidak bisa dipercaya. Apapun yang terjadi kalian tidak boleh membiarkan telur yang kalian bawa pecah! Kalian paham? " Seru kak arman.


"Siap paham. " Jawab serentak peserta kemah bakti OSIS.


"Kurang keras. Kalian paham. "


"Siap paham. "


"Baik ingat ya, ikutin petunjuk arah! Nanti kalian berhenti di tiap pos yang sudah dijaga kakak senior sama pendamping kerabat. Disana ada tugas dari petugas jaga pos. Kata sandi untuk Pos 1 yaitu Surah al imran ayat 104. Dan ingat ini nanti kalian juga akan melewati pemukiman warga jadi jaga sopan santun kalian! Jangan sampai tindak-tanduk kalian mencoreng nama baik sekolah, mengerti? " Kak amran menjelaskan tentang apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seluruh peserta kemah bakti OSIS dengan panjang lebar. Dan dijawab dengan anggukan seluruh peserta.


Satu persatu kerabat sudah berjalan melaksanakan tugas jejak lacak. Tiap sepuluh menit sekali kerabat diberangkatkan.


Giliran kerabat Siti Khadijah pun tiba,

__ADS_1


Derap langkah meraka membelah jalanan, naik turun desa yang berada didaerah perbukitan sambil menyanyikan lagu yel-yel sekolah.


Minggir dong, minggir dong, minggir dong


SMK MK mau lewat


Jangan ditengah-tengah


Nanti terinjak-injak


Minggir dong, minggir dong, minggir dong


Setelah sampai di Pos 1


"Pagi adik-adik, bagaimana perjalanannya? " Tanyak kakak ganteng pada kerabat Siti Khadijah dengan senyum manisnya.


Duhh kakak ganteng nan manis ini.


"Menyenangkan kak." Senyum semangat ditunjukan pada anggota Siti Khadijah.


"Oke, selamat datang di Pos 1, tadi dari Pos pemberangkatan dikasih apa saja? " Tanya salah satu penjaga Pos 1.


"Emm tadi dikasih kata sandi kak, surah Al-Imam ayat 104, sama dikasih telur ayam." Jawab dian dengan lihat jawanya yang kemayu.


"Ya sudah lafalkan kata sandinya! Setelah itu nanti kakak kasih tugas disini! " Perintah kakak ganteng masih dengan senyum manisnya.


Setelah pelafalan kata sandi, kemudian salah satu kakak penjaga Pos yang bernama Kak Endi meminta telur ayam yang dititipkan pada kerabat Siti Khadijah, dengan dalih memegangkan saat mereka menjalankan tugas. Tanpa rasa curiga Dian selaku ketua kerabat menyerahkan telur ayam tersebut kepada Kak Endi.


"Jadi gini dek, di pos 1 ini kalian dapat tugas mengambil 3 bola dari pohon beringin ini. Nanti 3 perwakilan yang mengambil ya. " Terang kakak ganteng sembari menunjuk pohon beringin yang tidak terlalu tinggi.


"Silahkan bisa dimulai! "


"Ah gampang mah ini, beberapa bola bahkan digantung tidak terlalu tinggi. Bisa diambil tanpa memanjat pohon hanya tinggal lompat saja dapat, jika aku fitria dan shinta yang ambil. Yah secara kita bertiga yang memiliki postur tubuh lebih tinggi dibandingkan yang lain. " Gumam Anira dalam hati sembari memikirkan ide mengambil bola.


Seakan bisa membaca pikiran Anira, tiba-tiba kak ganteng menyela sebelum Anira berbicara pada teman kerabatnya.


"Hmm tunggu, kamu kamu dan kamu tidak boleh yang mengambil." sembari menunjukan Anira, Fitria, dan shinta.


"Kakak mau nya yang kecil-kecil yang manjat. Ya itu kamu, kamu dan kamu! Satu lagi tidak boleh ambil yang rendah silahkan ambil yang diatas sana. "Yah Kak ganteng meminta Dian, Devi, dan irma yang memanjat.


"Ha! Kenapa kak? Aku bisa memanjat kalau gak boleh ambil dengan lompat. Kasian kalau mereka gak bisa amanah jatuh gimana? Ah aku tau kakak sengaja ya ngerjain kami? " Sulut Anira pada kak ganteng.


"Hehe terserah kakak dong, kakak maunya mereka yang naik. Mau atau tidak terserah kalian, taukan resikonya? "

__ADS_1


Hiss ternyata menyebalkan juga dia


"Gak apa-apa ra, biar kami coba usahakan biar dapat bolanya. " Jawab dian.


Dengan susah payah Dian, Devi, dan Irma mencoba mengambil bola yang digantung. Anggota satu kerabatnya hanya bisa memberi semangat dengan teriak-teriak.


Mulai dari mencoba naik sendiri-sendiri, menaiki punggung temannya, melompat yang Anira pikir mereka bod*h dan membuang-buang tenaga saja. Padahal mereka tau tidak bisa menggapai bola dengan melompat.


Sampai akhirnya.. Dian melepaskan sepatu dan melemparkan kearah bola.


Wwiingg, pluk..


"Waduh sepatuku.? " Gumam dian yang kaget karena sepatunya nyangkut diantara celah pohon beringin, mana cukup tinggi dia melemparkan nya.


Sontak kelakuan dian menimbulkan kegaduhan dan tawa orang yang ada disitu.


"Hahahha dek kenapa dilempar sepatunya? "


"Kenapa kamu lempar sepatumu kesana, kenapa tidak kau lempar saja ke kakak-kakaknya? Siapa yang mau ambil coba? Kamu liat sepatumu nyangkut lebih tinggi dibandingkan bola-bola itu. " Sungut Anira yang gemas dengan Dian.


"Yah gimana dong? Aku gak bisa manjat. "


"Ya sudah biar aku saja yang ambilkan, sekalian bolanya. Please kak jangan larang lagi ya. Tengok tuh ada beberapa kerabat lagi yang menanti giliran sampai mengular karena kita gak Selesai-selesai. " Pinta Anira pada kakak seniornya.


Setelah Anira mengambil bola dan sepatu Dian, selanjutnya mereka dibekali kata sandi untuk melanjutkan ke Pos 2.


Sebelum Dian meminta telur ayamnya pada kak Endi.


Namun justru saat Dian memintanya kak Endi malah mau melempar telur tersebut.


"Kak jangan. " Teriak semua anggota kerabat Siti Khadijah.


_________________________________________


Netijen : Thor gak nulis cerita yang bagus, yang konfliknya keg author lainnya.


Author : wkwkwk saya baru belajar nulis novel kak, dan imajinasi saya belum sampai kesitu. Dan lagi saya lebih suka nulis yang realistis 😂😂 walau kadang suka nge halu.


Hmm nanti coba author belajar nge halu tingkat tinggi ya buat bikin.


Terima Kasih sudah mampir dan kasih Like, Vote, dan tinggalkan Komentarnya.


Salam sukses untuk semuanya. 😊🥰

__ADS_1


__ADS_2