
Kalau menurut ku sih Kak Arik. Aku setuju sama Anira. "
Akhirnya perdebatan pemilihan kakak terganteng ditentukan kalau Kak Arik yang dipilih sebagai kakak ganteng versi kerabat Siti Khadijah.
**
Hari Penutupan Kemah Bakti OSIS.
Dalam penutupan Kemah bakti OSIS hari ini, juga akan diumumkan siapa-siapa saja pemenang kuis yang diadakan semalam. Dan ada pula pengumuman penilaian kerabat ter-ter tanpa diketahui para peserta sebelumnya.
Hari ini juga kedatangan beberapa alumni OSIS yang akan membantu jalannya penutupan.
Saat diumumkan pemenang Kakak terganteng sedikit membuat Anira dan Ida serta Devi bingung dan tertawa konyol. Pasalnya pemenangnya adalah Kak Arik yang tak lain adalah Kak Ardi versi Devi.
"Hahahah ternyata ya Kak Arik itu ya kak Ardi. Arik Ardiansyah. Udah capek-capek kita debat ternyata orangnya satu. " Seru Devi
Setelah acara pembagian hadiah untuk kakak ter-ter dan kerabat ter-ter, yah Kerabat Anira juga mendapat satu penghargaan sebagai kerabat terrajin dan terbersih tendanya.
Dan acara kemudian diambil alih kakak alumi.
"Assalamu'alaikum, selamat pagi dan semangat pagi adik-adik. Tadi sudah ditutup ya acaranya sama kepala sekolah dan guru. Nah sebelum pulang alangkah baiknya kita tuntaskan segala rasa keluh, kesal, dan dendam kalau ada. "
"Owh iya saya sampai lupa, pasti kalian bertanya-tanya ya. Ini siapa sih tiba-tiba kok bisa ikut ngisi acara. Seperti pepatah tak kenal maka ta'aruf, nama saya Ahmad. Saya alumni dan mantan ketua OSIS sebelumnya. Alhamdulillah walau sudah hengkang dari sekolah masih diberi kesempatan hadir dalam acara Kemah kali ini. Seperti yang saya katakan tadi sebelum pulang kita tuntaskan rasa tidak enak kalian. Saya tau para peserta pasti banyak yang dongkol sama kelakuan kakak-kakaknya, nah para kakak panitia baik kelas XI maupun kelas XII. Silahkan kedepan dan berbaris! "
"Lihat ya ini muka-muka kakak senior kalian!" Seringai kaka Ahmad mulai tegas dan sangar,
"Kalian yang didepan tidak usah senyam-senyum!" Bentak kak Ahmad pada para panitia.
"Lihat baik-baik kakak senior kalian. Saya yakin kalian para peserta punya dendam atau rasa kesal pribadi sama senior kalian. Disini saya mau memberi kesempatan, daripada dipendam jadi dendam kepanjangan dan bikin kalian sakit hati. Silahkan maju yang mauembalas perbuatan kakak kalian yang tidak kalian suka. " Tawar kak Ahmad,
Ah demi apa asli jika diberi keberanian semua peserta rasanya ingin membalas apa yang telah dibuat kakak senior pada peserta Kemah bakti OSIS.
Suasana hening, sedetik dua detik, berganti menit.
"Wahh sepertinya para peserta berhati mulia semua ya. Ayo jangan takut maju saja kalau ingin membalas."
Tiba-tiba saja seperti mendapatkan kekuatan, Anira dengan polosnya memberanikan diri untuk maju.
"Nah adik yang cantik, punya masalah nih ya sama seniornya. Mau minta ditemani sama teman-teman yang lain? " Tanya kak Ahmad dengan kekehan kecil,
"Hmm tidak perlu kak. Mungkin cukup saya mewakili mereka. Saya gak mau seperti kakak senior yang suka bentak-bentak tapi kroyokan. " Sindir Anira dengan senyum smirk.
"Ya baiklah, silahkan mau ditujukan pada siapa kekesalan mulai adik manis.! "
"Semuanya! "
"Haha wah kalian dengar kak, semua. Ternyata kalian cukup tidak disukai peserta ya? Ayo mau diapakan seniormu.? Ah sebentar siapa namamu dek? "
__ADS_1
"Anira Mayasari. Panggil saja anira. Ah sebelumnya terima kasih sudah diberikan kesempatan kak. "
"Untuk semua kakak senior, pasukan saya ambil alih, siap grak! Silahkan ambil posisi dan pushup 1 seri. "
"Buat teman-teman kalian silahkan menghitungnya! " Pinta anira.
"Ayok kak tunggu apalagi! " Bentak anira pada senior nya.
Hitung mulai.
Kakak senior mulai pushup dan para peserta juga mulai menghitungnya.
Satu, satu.. Satu satu.. Satu.. Satu
"Yang benar pushup nya kak! " Seru salah satu peserta.
Dua,, dua.. Dua..
Ah ulangi dari awal.
Satu satu satu
Dua dua dua
Tiga tiga tiga
Dua dua dua..
Empat setengah
Empat tiga perempat
Lima, lima lima lima seperempat
Lima setengah
..
.
.
.
Sembilan
Sembilan seperempat
__ADS_1
Sembilan sepertiga
Sembilan setengah
Sembilan tiga perempat
Se.. Sep.. Sep..
Satu
Sepuluh
Diluar dugaan senior, ternyata Para peserta menghitung dengan asal seperti yang pernah dilakukan para panitia.
Sedangkan para senior sudah mulai ngos ngosan dengan deru napas terengah-engah. Keringat mulai mengalir pada dahi mereka.
Karena kebetulan cuaca cukup terik di pagi menjelang siang ini.
Semua peserta cukup merasa senang sepertinya melihat seniornya seperti itu.
"Bagaimana kak masih kuat? Apa enak? Ah sepertinya kalian menikmati ya. Pushup pagi hari anggap saja olahraga pagi ya kak. " Kekeh anira tipis.
"Huh huh huh.. Sumpah ini adik kelas dari hari pertama acara emang agak ngeselin ya" Gumam kak jumper merah yang ternyata bernama Dila.
"Wkwkw boleh juga. Bibit masa depan nih. " Gumam kak Arman sambil sedikit tersenyum kecil.
"Ayok berdiri kak! Hmm belum selesai ya. Sekarang hadap kanan grak. Jongkok kak, dan jalan bolak balik dari disini ke timur balik lagi kesini, 5x.owh jangan 1x saja cukup. Baik kan saya? "
"Mukanya biasa saja kak, ingat gak boleh protes. Masih mending cuma sekali, ck. "
Geram yang melihat salah satu seniornya sedikit mengumpatinya.
"Ahh cukup untuk kalian para senior. "
"Huft lumayan capek ternyata. Mana tenaga sudah ke kuras semua beberapa hari ini. " Gumam kak Icha.
"Cukup buat semua. Tapi tidak dengan Kakak itu yang jumper merah, Kak Gilang, kakak yang itu juga. " Tunjuk anira pada Senior yang pernah menghukum kerabatnya dengan permen Estafet, menjambak kakak kerabatnya, dan ah pokoknya yang sering berurusan dengan kerabat Siti Khadijah.
Satu persatu Anira lakukan pula pada seniornya itu tapi tidak dengan Estafet permen. Menurut anira itu tidak patut.
Mulai dari berjoget, bernyanyi dengan mengganti huruf vocalnya, dan hal nyeleneh lainnya. Sampai Anira menyuruh Kak Yani menjambak balik Kakak ber jumper merah.
Entah apa yang dilakukan Anira sepertinya sangat disenangi, teman-teman nya. Tak sedikit dari peserta memuji anira yang pemberani. Dan tak sedikit pula yang kagum pada keberanian Anira termasuk beberapa Kakak senior dan alumni yang hadir.
"Cukup saya bersenang-senang,saya sudah gerah dan ingin pulang kerumah. Terima kasih Kak Ahmad untuk kesempatan nya, dan kakak kakak semua saya minta maaf atas kelakuan saya tadi, tidak ada maksud balas dendam yah mumpung dikasih kesempatan kan ya, gak enak kalau disia-siakan. Coba kalau tidak lelah mungkin saya ingin kalian merasakan seperti saya dan yang teman-teman saya rasakan. " Kata anira dengan senyum ramah dan tulus. Sedikit bercanda. Diiringi tawa beberapa peserta.
"Heheh tolong maafkan dan jangan dendam dengan saya ya. "
__ADS_1
*
Penutupan pun selesai dan semua peserta sudah pulang kerumah masing-masing.