
Malam adik-adik boleh kakak gabung? "
tanya kak Surya pada kelompok Siti Khadijah.
"Ya boleh silahkan kak. Ada cemilan ini kalau mau." tawar salah satu anggota kerabat Siti Khadijah
________________________________________
"Ah terimakasih dek." Ucap kak Surya.
"Kak, kok kakak ketenda perempuan emang gak ada tugas lain apa? Emangnya dibolehin sama ketuanya. Nanti kena marah guru tau rasa kamu kak. " Sungut Anira .
"Iya kakak itu nanti kami kena imbas gimana coba? " Imbuh Dian.
"Hmm tenang aja gak bakal dimarahin kok, sini aja duduk kita ngobrol bareng!"
"Kakak mau curhat nih, dengerin ya."
Setelah sesi curhat kak Surya yang gak penting soal masalah percintaan nya itu, tak lama Kak ervan datang.
"Ini orang dicariin dari tadi ternyata disini, TP TP sama siswa baru, mana diarea perkemahan murid cewek. Kamu mau kena damprat panitia yang lain. Ayok balik tugas? " Omel kak Ervan sambil menarik kak Surya.
Pukul 02.30 Dini hari
"Bangun.. Bangun dek bangun.! "
Terdengar menggema di penjuru bumi perkemahan,
"Huamm jam berapa sih udah dibangunin aja?" Tanya Dian.
"Ntahlah, yaudah pakai gih kerudungnya! " Jawab Devi teman kerabat Anira.
Bangun dek ambil air wudhu kita shalat malam di lapangan.
Allahuakbar..
.
.
.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Satu.. Dua.. Tiga.. Sepuluh
__ADS_1
Hais ini siapa lagi?
"Hust hust bangun woy, kamu sujud apa mati sih? Udah shaf paling depan waktu sujud malah tidur gak malu ih" Seru Anira sontak memancing guru mengampirinya
"Ada apa nak?" Tanya salah satu guru pendamping.
"Ini bu dia shalat sambil tidur, dibangunin gak bangun-bangun. Takut bablas nyawanya." Jawab Anira.
Sontak membuat tawa anak-anak yang dekat dengannya tertawa terbahak-bahak.
"Hus gak boleh ngomong gitu. Tapi masih bernapaskan? "
"Hais ibu bercanda bu. Tenang masih bernyawa kok."
Tawa peserta KBO tak urung membuat anak yang ketiduran saat shalat terbangun, dengan polosnya dia bertanya kenapa?
"Sudah mimpi indahnya? Yang lain khusyuk shalat kamu khusyuk tidur. Hadeh.. "
"Hehe maaf masih ngantuk berat, gak kuat aku."
"Sudah-sudah fokus ke acara saja. Habis ini ada kultum dulu. Kamu jangan tidur lagi, cuci muka dulu bila perlu itu ileran! " Sela bu guru.
"Setelah ini akan diisi Kultum sama kakak senior, Arman siapa yang dapat jatah kultum habis shalat malam?" Tanya pak Mus selaku imam shalat malam hari ini.
"Arik pak, rik maju gih! "
"Oke." Jawab Arik.
" Wah kakak ganteng, kakak baik. " Seru Anira dan teman-teman fans arik. (Karena belum kenal namanya, jadi cuma sebut kakak ganteng.)
Bismillahirrahmanirrahim..
Emm...
Emm...
Emm..
Satu menit hening.
Dua menit hening.
Krik krik krik suara nangkring bersahutan.
Sekian dari saya wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
" Ihh kak arik ngapain sih am em am em doang dari tadi?" Seru Ida fans kak arik
__ADS_1
"Ehh apa itu tadi, udah gitu doang? " Tanya Anira.
"Astaghfirullah, van tanggungjawab kamu. Tadi katanya sudah fix sudah mantap. Ini apa coba kenapa cuma emm emm emm yang keluar dari mulutnya. Kamu ngajarin gak sih?" Sungut Kak Arman.
"Sumpah man, udah latihan jauh-jauh hari. Kemarin sore juga sudah aku suruh glad ih bersih dibelakang sekolah lancar kok bagus kultum nya. Aku gak tau kenapa jadi ini. Mungkin demam panggung kali dia, grogi diliatin orang banyak." Bela ervan.
"Hais si Arik ini, malu-maluin panitia tapi yah hiburan juga sih peserta jadi melek semua kan yang ngantuk gara-gara dia. Hahahah coba liat tuh peserta pada ketawa." Tawa Kak Gilang.
"Haduh kamu gimana sih rik, bisa-bisanya ya kamu. Aturan kalau gak siap ngomong dong. "
Si tersangka cuma cengengesan tanpa rasa bersalah.
"Kak Yani, silahkan kedepan gantiin kultum! " Titah kak Arman.
"Iya kak. "
Setelah acara kultum dan dilanjutkan dengan siraman rohani dari Pak Mus dan dilanjutkan dengan shalat subuh berjamaah.
Kemah bakti OSIS hari ini akan diisi dengan olahraga dan games.
"Huh setelah semalam diisengin kakak senior terus, Latihan baris berbaris. Slaah kasih hukuman." Shinta
"Iya Mana itu siapa kakak senior ber jumper merah asli ngeselin. Dia kaya gak ada kerabat lain apa, ngawasin kerabat kita mulu. Keg sengaja cari kesalahan kita. Mana kak Yani sampai dijambak lagi karena kerudungnya kesingkap dikit dan nmpak rambutnya. Padahalkan gak sengaja." Sungut Dian yang tidak Terima.
"Yah itu kan juga kak Yani, yang minta dihukum jambak karena gak mau lama-lama diintimidasi sama kakak itu, siapa sih namanya? Tapi ya juga sih kenapa dijambak beneran kan bisa pura-pura. " Jawab Anira.
"Huum kesel banget aku tuh." Seru Dian.
"Eh Ngomong-ngomong yan, kamu udah gak ngomong pakai bahasa Jawa alus lagi? Wkwkkw lucu dan seneng tahu kalau denger kamu ngomong. Bagus sih melestarikan bahasa, jaman sekarang jarang banget anak muda pakai unggah ungguh. Kadang suka ngomong kasar sama orang yang lebih tua. " Anira
"Heheh iya soalnya masih acara ini, nanti kalau udah mulai pembelajaran pakai bahasa Jawa krama lagi." Jawab Dian.
"Yaudah yuk teman-teman kita mandi, kita cuma punya waktu 30menit buat membersihkan diri. Gila kaya Bebek kita mandinya hahahha. " Kelakar Anira.
"Haha parno aku tuh, daripada telat mending cuci muka aja lah, takut keg semalem gila, masa kita mandi berempat dikamarandi. Udah sempit gak ada bakal mandi cuma pakai ember sama kran. Gak lupakan semalam kerabat kita sama kerabat Fatimah dihukum sama kena damprat kakak senior. Iya kalau yang ngomelin satu dua orang. Parah hampir separuh kakak senior turun tangan gaes. Hahah merinding aku berasa diomelin tentara. Tengok tampak kakak senior. " Ucap Dewi.
"Hah iya bener tuh, iya sih kita mandi disitu, cuma gara-gara iket rambut kamu wi ketinggalan disitu kita jadi kena damprat kan, galak-galak pisan kakaknya. Padahalkan setelah kerabat kita tempat itu dipakai kerabat lain, masa kita dituduh. Yang rusakin kran kamar mandi warga. " Sungut ida.
"Yah gimanapun kita juga pakai walau mungkin bukan kita yang rusakin, tapi kita gak punya alibi kuat buat bantah tuduhan itu. Jadi yah mau gak mau kerabat kita sama kerabat Fatimah yang kena hukuman. Kecuali kalau kita gak ninggalin barang bukti dan bisa kasih bukti bahwa kita tidak salah, sayang kita gak bisa buktiin kan. Toh kita gak mati juga karena dihukum. Tapi telinga aku tuh berasa mau pecah, denger senior teriak marahin kita hahaha. " Anira.
"Heh iya juga sih.. Ya udah siapa mau mandi duluan? "
"Keg kemarin ajalah bareng. Inget jangan ngintip palingan muka ke tembok! "
"Yaelah, kamu kemarin pasti juga ngintip punya aku. Untuk aku yang tinggi badannya ukuran proporsional wanita Indonesia, punyaku termasuk pas. wkwkkw"
"Ya Allah ini anak ngomong gak pakai disaring ya." gerutu dian.
__ADS_1
hahaha tawa mereka pecah.
"Hahha becanda ih, udah ah kalian mau dihukum lagi? " Seru Anira.