
Hehhe iya sih sebenernya aku merasa ya kalau kamu pingsan bukan karena faktor capek, gak tau kenapa kaya ada hal lain aja sih. Ya walau mungkin hampir semua orang mikirnya hal biasa, menganggap kamu cuma capek tapi aku berasa nolak aja. "
"Jadi sebenernya waktu itu aku tuh."
*
Flashback on
Terik matahari masih menyinari. Sinarnya menantang. Semilir angin menerpa menjadi penawar sengatan mentari.
Disaat semua merasa terik disiang hari cukup menyilaukan dan menuntut setiap orang mencari tempat berteduh.
Namun tidak dengan mandala ayu, yah gadis cantik, berkulit putih bening, body bakal gitar Spanyol, ukuran da*a yang terbilang sangat besar untuk anak seusianya. Semok! Berambut lurus sepanjang pant*tnya, dan harus dia ikat sanggul agar tertutup dengan khimar yang dikenakan.
Cuaca hari ini justru terasa seperti agak mendung, bagaimana dia bisa bilang mendung padahal yang lain kepanasan dengan keringat bercucuran.
Satu dua tiga..
Tarik, yu kamu yang didepan ayok semangat tarik terus jangan sampai kamu nyentuh garis pembatas ya.. Seru salah satu teman Mandala Ayu.
Tarik menarik antar kerabat Ayu dan lawannya pun berlangsung cukup sengit, saat tertarik lawan maju satu langkah makan akan melawan dengan menarik sampai mundur tiga langkah.
Belum juga usai dan ditentukan pemenangnya.
Namun suasana semakin menggelap seakan hujan akan segera tiba dalam pandangan Mandala.
Tiba-tiba saja ada sesuatu yang muncul mendadak tepat didepan muka Mandala.
Gubrakk..
__ADS_1
Mandala Ayu jatuh tergeletak tak sadarkan diri dan anggota kerabatnya pun silih berganti berjatuhan saat ditarik pihak lawan. Beberapa panitia OSIS menghampiri dan mengangkat Mandala menuju Unit kesehatan sekolah.
Flasback off
"Emang apa yang kamu lihat waktu itu sampai kamu pingsan begitu? " Anita yang sangat antusias bertanya pada Mandala.
"Huuuussstt sini mendekat aku bisikin! "
Anita mendekatkan kepalanya pada Mandala, dan siap mendengarkan.
"Jangan berisik ya, diem aja oke. Waktu itu tiba-tiba ada sosok wanita berbaju merah muncul mendadak didepan aku. Sebenernya hal seperti ini gak begitu asing buat aku. Namun kemarin itu bener-bener bikin aku kaget. Soalnya dia itu tiba-tiba saja muncul, mana tepat didepan muka aku lagi, yang bikin aku tambah syok itu bukan hanya kemunculannya yang mendadak tapi dia itu natap aku melotot ra."
Mandala menjeda sejenak sampul mengambil nafas, lalu melanjutkan kembali. Anita sungguh sangat serius mendengarkan nya.
"Kamu tau, muka wanita itu benar-benar sangat mengerikan, rusak, hancur, mengeluarkan darah yang baunya amis banget, ahh pokoknya mengerikan susah dijelasin. Yang jelas mukanya parah banget." Cerita Mandala Ayu yang masih setengah berbisik.
"Jadi maksud kamu, kalau kamu itu indigo begitu man?"
"Kok bisa sejak kapan man? "
"Kata Sabah aku sih ini karena keturunan, tapi waktu kecil belum nampak ginian. Aku baru lihat yang begituan itu sejak SMP kalau gak salah. Jadi dulu di SMP aku pernah kejadian kesurupan massal ra.
Dan aku salah satunya. "
"Parahnya kesurupan massal itu hampir menimpa seluruh warga sekolah, siswa saja yang tersisa cuma sedikit. Akhirnya yang gak kesurupan disuruh pulang takutnya merembet juga. Yang diruqyah satu persatu mulai sadar dan dijemput keluarganya. Guru-guru sampai ku alahan menangani hampir ratusan siswa yang kesambet. Beruntungnya ratusan itu gak serentak. Sampai di panggilin beberapa Ustadz buat bantu ngeluarin makhluk halusnya. Nah habis kejadian itu kita diliburkan sampai seminggu. Nunggu sekolahnya diruqyah. Dari situ aku mulai sering lihat yang aneh dari dunia lain. "
"Astaghfirullah, ngeri juga ya gak kebayang kalau aku disitu. Hih.. Lah waktu kamu lihat gituan emang gak takut man? "
"Yah takut dong ra, malah sempet sakit meriang sampai semingguan juga. Sempet ditutup juga mata batinnya sama Sabah. Ehh tapi kebuka lagi. Kata Sabah ya sudah Terima saja, kalau lihat mereka yang tak nampak coba cuek yang penting jangan mengusik nanti mereka marah. "
__ADS_1
"Jadi sekarang kamu sudah bersahabat ceritanya sama mereka yang tak kasat mata wkwkwk? " Kekeh Anita
"Yah gak juga sih, ish jangan ketawa kenceng-kenceng ra. Kamu lihat tangga dibangunan sekolah gedung A? Kan ada toilet tuh. Nah disitu kamu tahu apa? "
"Tempat buang hajat lah gimana sih kamu? "
"Ihh Anira aku serius nih, " Protes Mandala dengan suara manja manja nya.
"Aku tau toilet tempat buang kotoran, maksud aku itu yah, toilet itu adalah pintu masuk ke dunia mereka. "
Anira menatap bingung masih mencerna penuturan dari Mandala Ayu.
"Maksud kamu kalau kita masuk toilet berati kita masuk dunia mereka gitu? "
"Hahahahaha, pecah tawa Mandala. Ups.. Maaf kelepasan. Gak gitu juga ra, ya kalau kita masuk tetep saja sampainya dijamban juga. Maksud aku tuh didunia mereka ya itu pintu dunia mereka, namun dikita ya tetap nyata itu masih saja pintu masuk ke toilet. Cuma kalau orang yang indigo kadang juga lihat kalau disitu pintu menuju kaya tempat hutan. Begitu pokoknya. "
"Owhh enak gak bisa a lihat gituan? "
"Ishh kamu tuh ya kalau boleh minta aku gak mau bisa lihat hal ghoib ra, enak jadi anak normal. "
"Ehh kamu tau gak? "
"Apa? "
"Hhusst.. Kalau mereka liatin kita dan ada juga yang, dideket kita. " Kata Mandala Ayu dan langsung lari meninggalkan Anira dengan keterkejutan nya.
"Mandala... " Teriakan Anira cukup menjadikan dia sebagai pusat perhatian, apalagi melihat Anira yang lari kalang kabut menyusul Mandala saking kagetnya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca
Salam santun, dukung author receh remahan peyek ini dengan meninggalkan komentar membangun, kasih Like dan vote jika berkenan.