Anira Life Story

Anira Life Story
Inbox


__ADS_3

“Dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS. An-Nisa’ : 28)


Pasca melihat kejadian tersebut, Anira lebih memilih kembali ke sekolah daripada menghampiri Ariz.


Bukan karena tak bersimpati, namun lebih enggan untuk menambah masalah.


Lagipula kejadian itu terjadi diluar lingkup wilayah sekolah, bukan diwaktu sekolah jadi Anira merasa tidak perlu ikut campur lebih-lebih itu masalah pribadi.


Terlihat konyol.


Namun Anira tetaplah Anira, walau bagaimanapun perasaannya pada Ariz masih besar di hatinya. Rasa iba dan khawatir masih menghantuinya. Namun bagaimanapun saat ini dia tengah mengerjakan tugas sebagai Ketua OSIS masalah pribadi harus dia singkirkan terlebih dahulu.


Bagaimana ya keadaan Ariz sekarang? Apa baik-baik saja. Huft menjenguk? Tidak mungkin.


Lebih baik nanti aku tanya saja sama Aji. Ya itu lebih masuk akal.


🌸


Sepulang sekolah Anira bergegas membersihkan diri, sudah malam dia sampai dirumah karena harus evaluasi dahulu dan rapat untuk acara perpisahan kakak kelas.


Setelah membersihkan diri Anira menghubungi Aji, untuk apalagi kalau bukan menanyakan kabar Ariz.


Anira : "Assalamu'alaikum Ji tadi di sekolah Ariz kenapa?"


Sendiri. Tanya Anira.


Tring. Balasan Aji tak berselang lama masuk.


Aji : "Waalaikumsalam.


Owh, kamu lihat ra? Tau tuh mak Lampir ngeselin dia jorokin Ariz sampai jatuh ke sungai. Mana lumayan tinggi itu, airnya si gak seberapa tapi jatuh kan lumayan tuh, mana sungainya banyak batu-batuan lagi. Untung Ariz gak kenapa-kenapa, kalau bukan cewek udah pingin aku tonjok si mak lampir. " Jelas Aji panjang lebar dengan kekesalannya.

__ADS_1


Anira : "Loh kok bisa? Kenapa bisa sampai di jorokin? "


Aji : "Ya itu gak tau kenapa, si Adel itu udah nyelingkuhin Ariz tau gak ra, sama kakak kelasmu yang suka ngedance kek Boyband gitu. Siapa tuh namanya Faisal. Ya bener Faisal. Kamu kenal ra? "


Anira : "Wah udah ganteng masih diselingkuhin ya wkwk. Hmm kenal sih gak, taulah sekolahku kebanyakan loe loe gue gue. Lebih banyak fokus ke buku daripada teman. Ah udah jangan bahas Adel males aku, aku cuma mau tanya kabar Ariz, dia gak apa-apa? Apa ada cidera? "


Aji : "Cie, cie perhatian banget sih kamu ra. Masih cinta neng? Udah disakitin juga sama Ariz. Wkwk eh tapi kalau boleh jujur lebih seneng juga sih kalau Ariz sama kamu daripada sama lampir. Cantik sih tapi hatinya busuk buat apaan. "


Anira : "Gak usah berlebihan. Lagian mana mau Ariz sama aku. Alhamdulillah syukurlah kalau dia baik aja ji. Kalaupun mau aku gak mau pacaran juga, dosa aja masih kecil pula duit jajan juga masih minta ibu wkwk. "


Aji : "wkwk kirain mah. Ya udah mau tanya itu ajakan? Aku ada urusan soalnya nih. Kapan-kapan kalau ketemu kita meetup bareng bikin reuni kelas sekalian. Oke. By. "


Anira : "Iya ji. Makasih infonya. Assalamu'alaikum. "


🌸


Saat hendak tidur Anira menyempat kan diri membukanya akun sosialnya. Ya Facebook.


Namun fokus Anira tertuju pada inbox yang masuk. Saat dibuka


Ya ad a inbox dari Ariz.


"Maaf untuk apa? Emang kamu punya salah sama aku? "


"Ya untuk kesalahan ku yang dulu ra. Aku minta maaf. "


"Yang dulu, yang mana nih? Aku gak merasa kamu punya slaah kayanya. " Pancing Anira.


" Yah yang dulu-dulu pokoknya. Aku sadar aku banyak salah sama kamu dari dulu. Jadi aku bener-bener minta maaf. "


"Hmm gak perlu minta maaf udah aku maafin dari dulu. Bukannya dulu kamu yang bilang kita semua saudara? Ya jadi udah aku gak pikirin. Santai aja Riz. "

__ADS_1


"Ya tapi aku rasa perlu minta maaf sama kamu ra. Dan Terima kasih banyak buat maafnya. "


Tanpa membalas pesan inbox dari Arizona lagi, Anira meletakan ponselnya.


Hmm kayanya aku tahu kamu minta maaf buat yang mana Riz. Pasti karena dulu kamu yang ngomong sendiri sama Adel kalau aku ngikutin kamu. Padahal pingin banget kamu ngaku ke aku sendiri. Tapi ya sudahlah, paling tidak kamu sadar juga kalau itu salah. gumam Anira.


Tak terasa, hari berganti. Perpisahan kelas XII pun selesai. Beberapa Alumni pun Anira undang khusus sebagaimana tamu undangan, ya untuk kali pertama Alumni diundang resmi untuk tahun ini.


Anira pun sedikit demi sedikit sudah bisa menyesuaikan dengan pembelajaran jurusan yang menurutnya susah. Sebenarnya bukan karena susah tapi karena Anira masih setengah hati.


Memasuki liburan, jangan harap Anira bisa senggang seperti teman yang lainnya.


Kesibukannya sebagai ketua OSIS.


Sudah dipastikan Anira dan pasukan anti liburnya akan lembur bagai kuda untuk kesuksesan Mos dan KBO.


"Din inget hasil rapat sebelumnya, kamu jadi Ketua Panitia ya. Semangat ini yah bisa dibilang tugas akhir kita sebelum nanti pemilihan ketua yang baru. Hah berat rasanya masih cinta banget sama organisasi ini. Masih banyak kesalahan dan kekurangan aku selama memimpin. " keluh Anira pada Dina


"Namanya juga manusia ra, ini aja aku rasanya was-was banget tau. Kamu ngapain sih pakai acara ngusulin aku jadi Ketupat nya ra? Kan ada yang lainnya? "


"Hais kamu gimana sih din? kan dari dulu udah sepakat tiap acara Ketua panitia ganti, gak melulu kabid nya. Lagian ya kamu kaya gak tau aja sih laki-laki diantara kita kalau dijejerin smaa strong women aja mental. wkwkkw aku percaya kamu bisa kok. Bukan aku meragukan kemampuan temen kita yang lain. Tapi tugas ketupat moment ini cukup berat din dan aku tau kamu bisa kok."


"Justru karena itu ra aku merasa takut. Ah pokoknya kamu musti bantuin aku kalau ada apa-apa, ada kesalahan. titik. "


"Wkwk ya kali bakal lepas tangan, Kalaupun ada kesalahan yang kena damprat pasti aku duluan lah sebagai penanggungjawab panitia pelaksana. Nah habis itu kamu. Nikmatin sajalah."


"Hist kamu tuh malah becanda. "


"Yaelah din, mumpung belum rapat sama guru ini. Ntar disana kita bakal pasang wajah datar, gak bisa becanda ini. Ahh ya setelah ini nanti kita rapat anggota. Jangan lupa Bu Wakil kepala sekolah minta kita gak pakai sistem kaya tahun kemarin. Senioritas mulai bakal dihapuskan. Nanti Pendamping kerabat gak cuma kelas XI aja bakal ada beberapa dari kelas XII. Begitupun panitia inti nanti bakal ada diisi beberapa dari kelas XI."


"Iya aku inget ra, tapi gimana ya? dari dulu kan kita pakai sistem lama. Ini mau diubah apa gak bakal nimbulin masalah. Secara ya kalau kelas XII pegang kerabat mungkin ada yang merasa gak dinaggeplah, merasa direndahkan atau apa gitu. Ahh kamu tau kan beberapa ada yang baperan. Padahal niatnya gak begitu. Gimana jelasinnya coba.? "

__ADS_1


"Udahlah din kita lihat nanti saja, yah walau yang kamu khawatir kan juga aku pikirin. "


Udah yuk pulanglah udah sore juga.


__ADS_2