Anira Life Story

Anira Life Story
Jejak lacak 2


__ADS_3

Ya sudah biar aku saja yang ambilkan, sekalian bolanya. Please kak jangan larang lagi ya. Tengok tuh ada beberapa kerabat lagi yang menanti giliran sampai mengular karena kita gak Selesai-selesai. " Pinta Anira pada kakak seniornya.


Setelah Anira mengambil bola dan sepatu Dian, selanjutnya mereka dibekali kata sandi untuk melanjutkan ke Pos 2.


Sebelum Dian meminta telur ayamnya pada kak Endi.


Namun justru saat Dian memintanya kak Endi malah mau melempar telur tersebut.


"Kak jangan. " Teriak semua anggota kerabat Siti Khadijah.


"Kenapa jangan?" Tanya kak Endi.


Dengan panik dian menjelaskan "Jangan kak please jangan dipecahin. Itu tadi disuruh jagain sampai finish gak boleh pecah. Nan.. "


Belum selesai dian menjelaskan namun dengan menyebalkan ya sudah dipotong oleh Kak Endi.


"Hah, jadi kalian dikasih amanah buat jagain telur ini biar gak pecah, tapi dengan mudahnya kalian menyerahkan telur ini ke kakak?"


"Kan tadi kakak yang nawarin buat pegangin telurnya kak! " Serah Devi tak kalah panik.


"Iya benar. Lalu kalian dengan enteng menyerahkan beneran. Emang kalian yakin ini telur bakal aman ditangan kakak? Kalau kakak cuma ngelabuhin kalian gimana tau-tau telur ini beneran kakak pecahin? Itu berarti kalian tidak amanah. Kan disuruhnya nyerahin nya kalau sudah sampai finish emang ini pos akhir finish? Ini baru bos 1 lho masih ada beberapa pos lagi.


Sedangkan anira berdecak kesal dengan kelakuan kakak seniornya.


"Hah, kakak yang terhormat saya kira kakak tidak akan memecahkan telurnya. Kakak kan tadi bilangnya mau pegangin bukan mecahin. Kalau kami tidak amanah cuma karena menyerahkan telur ke kakak berarti kakak dusta dong. Kan tadi bilangnya jagain bukan mecahin, gimana sih kakak ini?"


"Kamu berani jawab hah, siapa yang nyuruh? Emang kakak tanya? "


"Ck saya punya telinga yang bisa mendengar, punya mulut untuk bicara, masa tidak boleh jawab kak, jangan cari-cari kesalahan dong dari tadi kalian sepertinya ngerjain mulu? " Sungut anira karena tidak terima karena para senior terkesan mencari alasan untuk membentak, memarahi, dan menghukum para juniornya.


"Hey berani kamu ya dek? Ingat pasal ..


" Hah iya saya lupa pasal 1 panitia selalu benar, pasal 2 jika panitia salah kembali ke pasal 1." Potong Anira.


"Nah itu kamu tahu. Nih kakak kembalikan telurnya. Ingat jaga baik-baik jangan sampai pecah dijalan. "

__ADS_1


Sedangkan dalam perdebatan itu diam-diam salah satu dari kakak senior memerhatikan dan bergumam dengan seringainya, wkwkw ini anak lucu dan berani juga membantah seniornya. Menarik juga.


"Oke sudah-sudah simpan dengan baik telurnya ya dek. Jaga dengan sepenuh hati kalian, karena itu amanah. Tau kan amanah itu berat maka kalau bisa jangan diminta. Namun jika kalian diberi makan berusahalah untuk melaksanakan dan menjaganya. Kalian mengerti? " Seru kakak ganteng.


"Nah sebelum melanjutkan perjalanan, hmm kakak mau kasih kenang-kenangan, sebentar. "


Kak ganteng berjalan ke sudut lain untuk mencari sesuatu,


"Ini pegang dek, tolong dijaga ya sampai finish kalau bisa." Kak ganteng menyerah kan setangkai, ah bukan lebih tepatnya menyerahkan bunga beserta tangkai dan akar-akarnya sekaligus kepada Anira, dengan senyum manis yang selalu ia lemparkan. Ntah bunga apa ini. Tidak ada aroma harum namun cukup cantik untuk bunga yang tumbuh liar.


"Dia kasih bunga? Untuk apa bunga ini? Kalau mau ditanam lagi juga mungkin gak bisa tumbuh lagi, justru malah bisa mati. Ck yang benar saja. Ah tapi sweet banget kasihnya bunga. Seingatku dari tadi kerabat lain tidak dikasih kenang-kenangan apalagi bunga. Haha tapi biarin lah. Gumam Anira dalam hati dengan kebingungan dan kebahagian yang melanda.


" Hmm baik kak inshaAllah saya jaga, sampai finish. " Jawab anira dengan senyum tulusnya.


"Dan silahkan lanjutkan perjalanan kalian, Hati-hati dijalan, jangan sampai ada temen yang tertinggal. Oke. Dan terakhir yang penting bekal kata sandi untuk pos selanjutnya yaitu Surah As-shaf ayat 4."


*


Dalam perjalanan menuju tiap-tiap pos sellau diberikan kata sandi dari semboyan-semboyan yang sudah diberikan saat pembekalan MOS. Dan saat ini tinggal 2 pos lagi yang harus dilewati kerabat Siti Khadijah. Ditengah perjalanannya langit yang tadinya nampak cerah mulai berangsur menampakan sisi gelapnya.


Namun siapa sangka, saat hujan menerpa justru jalanan yang dilewati cukup beresiko jika tidak berhati-hati. Melewati tanjakan berbatu, tanjakan dan jalanan setapak dengan tanah yang apabila terkena air akan sangat licin jika dilalui.


"Hati-hati teman jalannya licin takut jatuh. "


Baru saja Dian memberi peringatan, selaku ketua yang berjalan didepan. Tiba-tiba saja terdengar suara


Bruk..


"Auh, ****** ku" Pekik Anira.


"Ya Allah ra kamu gapapa? " Tanya fitria sembari membantu Anira berdiri.


"Heheh makasih fit, aku gapapa kok untung tanahnya gak berbatu nasib pant*tku masih aman. Yang lain hati-hati beneran licin ini. Yuk lanjutin lagi. "


Tak berselang lama, Devi juga terpeleset untung langsung ditarik Dian. Namun sepertinya kaki Devi terkilir.

__ADS_1


Untung tidak terlalu parah dan sampai membengkak.


"Dev, masih bisa jalan? Apa nunggu tim penyapu dari senior? Atau mau lanjutin jalan nanti kamu istirahat di Pos 4 saja gimana? Takutnya kalau nunggu tim penyapu masih lama banget. Masih bisa jalankan? Kita bantu jalan gantian nanti sampai pos 4." Tawar anira.


"Ya kita jalan aja, bantu mapahin aku ya tolong. Lumayan sakit nih. Kalau nunggu disini agak takut suasanya gak enak. Ini mana jauh dari pemukiman warga, berasa dihutan ih. "


Dengan bergantian, mereka berjalan pelan menuju pos 4, tak disangka ternyata dari belakang muncul segerombolan kakak senior, ada Kak Yani dan Kakak ganteng juga. Ternyata dari Pos sebelumnya mereka berjalan terlebih dahulu menuju pos akhir.


Dan beruntungnya mereka membawa minyak gosok.


"Kamu gapapa dek kakinya?"


Tanya kak ganteng pada Devi.


"Eh emm itu gapapa kak terkilir sedikit tapi masih bisa jalan kok pelan-pelan. "


Ya Allah, senyumnya manis banget. Mana perhatiannya itu lho. Yang lain sih iya nanyain tapi kakak ganteng ini buset ramah banget. Kalau gini cepet sembuh dong. ah mau pingsan aja kali biar digendong dia wkwkk


"


"Yaudah, kamu ikut ke pos 4 nanti istirahat disitu saja, pulang ke sekolahnya bareng tim penyapu. Takut gak kuat jalan kalau sampai pos finish. "


Sampai di pos 4 ternyata ini pos berisi permainan.


Ada halang rintang, ada merayap, dan berjalan diatas tali tambang dan lainnya.


Satu persatu permainan sudah dilalui, tinggal berjalan diatas tali tambang saja. Mungkin disini yang paling lama dan menyusahkan untuk peserta perempuan, yang notabene nya jarang yang bisa memanjat. Secara letak tali lumayan tinggi dibentangkan antar dua pohon. Namun bagi Anira ini lumayan mudah sebab dia bisa dibilang jago manjat pohon. Dia sengaja dibagian akhir karena musti membantu temannya naik pohon.


"Eh yan kak jangan digoyang dong talinya, nanti kita jatuh gimana? " Teriak dian saat berjalan dan talinya sengaja digerakan oleh kakak senior.


"Yan tenang, kamu jangan banyak gerak nanti jatuh beneran. Pegangan yang kencang jalan pelan saja. Tapi gapapa sih toh jatuhnya juga kebawah kamu hahaha. " Tawa anira yang justru senang lihat temannya panik. Walau kakak senior coba menggoyangkan tali tapi anira mencoba berjalan tenang dan tidak terkecoh. Supaya tidak jatuh dan mengulang manjat dari awal.


,.Terimakasih yang sudah mampir, dan memberi like, vote serta komentar.


Kasih kritik saran membangun ya senior ☺

__ADS_1


Semoga ke depan semakin baik lagi.


__ADS_2