
Udah kelewat mau gimana lagi, mending kita makan dulu buat tenaga kalau disuruh lari ngitarin lapangan sama jalan jongkok. Paling gak kita punya tenaga." Usul Anira yang di anggukan teman-teman nya.
________________________________________
Setelah selesai sholat berjamaah dan istirahat sejenak. Kini tiba pengecekan kelengkapan barang bawaan perkerabat.
Sudah dipastikan kerabat Anira akan mendapatkan hukuman.
"Kerabat Siti Khadijah ikuti kakak!" Tegas salah satu kakak senior.
"Sudah tahu kesalahan kalian apa? Kenapa bisa sampai lupa tidak membawa tanamannya? Siapa yang bertanggung jawab?"
"Itu anu kak shinta yang jatah bawa tapi dia lupa gak bawa." Jelas Dian sebagai ketua kerabat.
"Owh jadi kamu nyalahin temen kamu? Egois ya kalian. Kenapa tidak saling mengingatkan?"
"Itu soalnya kami sibuk buat bawa jatah masing-masing kak, jadi gak sempet ngecek sebelum berangkat. " Terang Dian dengan gagap.
"Owh jadi mentang-mentang sudah ada jatah masing-masing, lalu kalian gak mau ngecek temennya butuh bantuan tidak seperti itu? Terus menurut kalian si shinta musti dihukum sendirian? Wah gak ada solidaritas ya kalian sesama teman."
"Bukan begitu kak, ta_" Belum selesai Dian berbicara namun sudah dipotong terlebih dahulu.
"Jadi kalian mau dihukum bareng-bareng? Jawab! " Bentak kakak senior.
Eh buset biasa aja kali kak gak usah pakai urat cukup bakso aja yang pakai urat, situ gak cocok buat marah-marah, badan kecil gitu sama aku tinggian juga aku. Kalau kakak marah mah nampak imut bukan barang wkwkkw. Tawa Anira pecah dalam hati.
"Iya kak. " Jawab serentak kerabat Khadijah.
"Yakin kalian mau dihukum semua? Yang salah cuma satu orang lho? Ih Kalau kakak gak mau ya dihukum atas kesalahan orang lain. " Sergah kakak senior perempuan berjaket merah.
Dih ini orang maunya apaan sih kompor pisan.
"Jadi mau hukuman apa? Mau pushup/lari/jalan jongkok? "
"Pushup aja kak."
"Kalau kakak suruh pushup 100x empat kalian sanggup? Enggak kan? Gaya-gayaan minta dihukum pushup. "
"Kakak kasih hukuman ringan untuk saat ini, estafet permen silahkan kalian **** itu permen hitung sampai 10 baru gantian sama temen sebelahnya. Mulai dari pembimbing kerabatnya. Kalau permennya belum habis putar lagi dari awal. Itu juga hukuman buat kakak pendamping kerabat karna gak bisa ngehandel kalian. Hukuman berhenti sampai permen habis."
Setelah marah dan ngomel-ngomel sampai beberapa anggota Anira nangis begitu pula dengan pendamping kerabatnya karena kena semprot sama kakak senior,
"Ihh ra aku jijik dong masa, suruh makan permen bekas temen-temen sih. Ihh ra kasian kak Yani sampai nangis diomelin kakak senior. Yuk ra kita ikutan nangis biar solidaritas." Ajak teman disebelah Anira dengan berbisik.
"Cih, nangis aja sendiri gak usah ngajak-ngajak, aku gak pingin nangis masa disuruh nangis." Geram Anira pelan tanpa didengar kakak seniornya.
__ADS_1
"Ya udah biar aku aja yang ikutan nangis deh, huaaaa hwaaa maaf kak.. "
Dih dasar dibentak gitu aja kalian pada nangis cengeng banget sih. Padahal itu juga gak marah beneran cuma buat gertak aja. Gumam Anira dihati.
"Oke mulai estafet permennya! "
Setelah permen sampai di anira, bukan lagi diemut namun justru dikunyah kebetulan permen yang dijadikan hukuman adalah permen Kiss, bukan permen lollipop.
Semua kakak senior melotot saat Anira mengunyah permen tersebut.
"Sudah habis permennya kak, jadi hukuman kita selesaikan?"
"Ehh tunggu, kenapa kamu kunyah? Kakak nyuruhnya diemut ya."
"Kakak gak bilang gak boleh dikunyah tuh, tapi udah habis jadi sesuai aturan kan kalau hukuman kita selesai. Boleh kita balik ke tenda? " Jawab Anira dengan santai.
"Tapi,?? Ah ya sudah kalian boleh kembali ketempat kalian..! "
"Wahh gila tuh adik kelas, baru kali ini lho berani jawab seniornya."
"Bibit tuh kak, bisa dimasukin ke anggota. " Kelakar salah satu kakak senior laki-laki.
______________________________________
"Ya. lagian mana ada hukuman begitu, aku tau itu cuma akal-akalan kakak senior buat ngerjain kita. Udah pernah dulu aku tuh di SMP disuruh gitu bahkan hukumannya untuk satu kelas. Gak mikir apa kalau salah satu dari orang yang dihukum punya penyakit menular, emang mereka mau tanggung jawab? Pasti enggak cuma bisa bilang maaf."
"Ah iya juga ya ra, aku gak kepikiran sampai situ."
______________________________________
Malam harinya.
"Ra, sini dek kakak lupa belum kasih tau kamu semboyan-semboyan buat dihafalkan. Ini ada beberapa potongan ayat Al-Quran dan hadis buat kamu hafalan beserta artinya ya. Ini besok dipakai buat kata sandi saat jelajah. Dihafalkan ya!" Pinta kak Yani pada Anira.
"Kak ini serius aku musti hafal, waktunya mepet lho ini kak, mana malam ini juga acara masih banyak kapan aku bisa hafalin nya coba? "
"Ya kakak gak mau tau pokoknya harus kamu hafalin. Karena ini juga buat hukuman biasanya, kalau gak hafal-hafal sampai ke finish di sekolah bisa lama kalian."
"Ahh ya sudah aku coba buat hafalin semampu aku tapi ya."
"Ya semoga sukses! Ah dan 15 surah pendek ya sudah hafalkan kalau itu? "
"InshaAllah kak. "
Huft sebenarnya gak begitu banyak sih ini, tapi ya kali kalau cuma satu jam dua jam buat hafalin sampai diluar kepala agak susah buat aku.
__ADS_1
Semboyan-semboyan
Semboyan 1
نۤۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ
"Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan, "
QS. Al-Qalam
Semboyan 2
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
QS. Ali 'Imran :104
Semboyan 3
اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤء
"Laki-laki itu pelindung bagi perempuan. "
Semboyan 4
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh."
QS. As-Saff :4
"Baru 4 yang aku hafal itu juga belum hafal diluar kepala, kalau buat minggu depan mungkin masih bisa aku hafalin. Ini kakak senior bener-bener ya.. Hah semangat ra kamu bisa."
Tiba-tiba datang kakak senior laki-laki yang tak lain adalaha Kak Surya.
"Malam adik-adik boleh kakak gabung? "
tanya kak Surya pada kelompok Siti Khadijah.
"Ya boleh silahkan kak. Ada cemilan ini kalau mau." tawar salah satu anggota kerabat Siti Khadijah
________________________________________
Note : Ayatnya aku kutip dari aplikasi Qur'an online ya, karena gak hafal aku tuh kalau disuruh nulis sendiri kalau artinya masih bisa diingat-ingat lagi 😂🙏
__ADS_1