
Baru setengah jam Anira mengistirahat tubuh duduk dibangku depan ruangan 13, ada satu siswi yang tidak mengikuti acara PBB malam. Anira coba mendekati sekedar menemani. Baru Anira hendak duduk namun seperti ada yang aneh, siswi tersebut mengeluarkan air mata tanpa suara, dan tatapannya pun kosong.
"Huft apalagi ini? "
Gumam anira
"Ari.. " teriak Anira yang sedikit kesusahan menyeret siswi tersebut.
"Ari tolongin aku sebentar.! " Teriak Anira lagi.
"Dek ayo kita ke al seng! " masih berusaha mengajak dan menarik siswi tersebut.
"Gak mau. " jawabnya
"Kenapa dek? "
"Panas." sembari meneteskan air mata kembali. Namun masih sama air matanya keluar tanpa adanya isak tangis.
Dan lama Ari mendekat pada Anira, bersama putra. Partner segala partner mereka berdua.
"Ada apa ra? ini adiknya kenapa kok ditarik-tarik? " tanya Ari yang melihat Anira mencoba menarik siswi dengan kesusahan. Secara postur tubuh sebenarnya mungkin tingginya sama dengan Anira namun siswi tersebut hanya lebih berisi. Berbeda dengan Anira yang memang bertubuh ideal antar tinggi badan dan berat badan.
Cenderung langsing. Bukan karena siswi tersebut berat hanya saja ntah kenapa agak terasa berat, padahal dalam beladiri Anira mampu mengangkat dan membanting lawan yang beratnya mungkin 11-12 dengan siswi ini.
"Jangan tanya-tanya dulu ri, mending bantuin ini susah aku tuh. Kayanya dia kaya yang tadi juga. Aduh mana pak han udah pulang lagi. Ayok bantu tarik ke al seng! " Seru Anira.
Lantas putra dan Ari pun membantu Anira membawa siswi tersebut ke al seng.
Kemudian Dina dan Sinta selaku panitia pendamping kelas XII, menghampiri Anira, Ari dan Putra.
Terlihat mereka berlima mengelilingi siswi tersebut.
Dengan bingung mereka tak tahu harus berbuat apa?
Sudah menghubungi Pembina OSIS namun tak ada jawaban.
"Ehh lagi ini? hais gimana nih ra? " tanya Sinta
"Yah gimana, kita coba keluarin jinnya saja sendiri." jawab Anira dengan santai.
"Ehh ynag bener saja ra, emang bisa? " Sinta yang masih terlihat tak percaya dengan jawaban Anira.
__ADS_1
"Kata bu Ela yang penting yakin. wkwk" kekeh Anira.
"ra please jangan bercanda ih, kalau gak berhasil gimana? " Panik Sinta yang khawatir jin yang merasuki siswi ini tak mau keluar.
"Yah daripada tegang. Relax sin, tuh Dina Ari Sama putra saja nyantai. Ayuk kita coba aja dulu. "
Mereka berlima mulai membacakan ayat-ayat suci Al-Quran.
setelah beberapa saat, akhirnya siswi tersebut sadar.
"huft, akhirnya ra berhasil juga ya wkwkwk, duh kayanya kita berbakat jadi tukang pengusir makhluk ghoib. "
"Anira hanya menggelengkan kepala, melihat kelakuan Sinta.
" Tadi paling panik sekarang bangga banget dia. " sindir Dina.
"Hmm kok aku ada disini kak? " tanya siswi tersebut.
"Heehhe gak apa dek. Nama kamu siapa? Ingat kakak-kakak disini gak? " tanya Anira yang mencoba melihat apakah anak ini sudah sadar sepenuhnya.
"Saya Amel kak, huum inget Kak Anira, Kak Ari, Kak Putra, Kak Sinta sama Kak Dina. " jawab amel.
"Emang kenapa kak? kok tiba-tiba aku disini? "
"Heheh gimana panas gak dek di al seng? " tanya Anira.
"Ehh?? enggak kok kak adem. "
jawab amel yang nampak kebingungan dengan pertanyaan Anira.
Lantas semua tertawa.
"Tadi kata kamu waktu kakak ajak kesini gak mau, soalnya panas. "
"hehe masa kak? aku kok gak inget.? "
"Hmm, emang tadi apa yang kamu inget dek? " Tanya Ari yang mulai mengorek informasi
"Itu tadi waktu aku duduk di depan rumah 14, aku disamperin sama peremouan, pakaiannya kaya orang jawa jadul gitu kak. Cantik, terus aku diajak jalan-jalan naik kereta kencana sama dia. " Jawab Amel menceritakan apa yang dia alami.
"Lalu kamu sudah naik keretanya? "
__ADS_1
Putra yang ikut bertanya
"Udah kak, aku diajak lewat WC bawah tangga itu, disana pintunya. Tapi waktu buka pintu yang nampak bukan toilet tapi kaya gerbang masuk ke hutan-hutan gitu kak. Disana waktu aku naik kereta kencana sama perempuan itu, gelap gulita, banyak kabut, gak ada orang tapi berasa rame banget soalnya berisik banyak suara. Kaya pasar ramenya kaya orang-orang transaksi jual beli gitu. Tapi aku gak lihat siapa-siapa cuma ada aku sama perempuan itu saja. " Jelas Amel yang masih mengingat kejadian sebelumnya.
"Oh jadi begitu dek. Ya udah tapi sekarang udah baik-baik aja kan? kalau udah ke ruang istirahat saja bareng peserta lain ya. Bisa sendiri apa mau dianter? " tanya Dina.
"Sendiri aja kak gak apa. Aku pamit ya kak makasih.. " Amel pamit dan pergi menuju ruang istirahat peserta, menyusul yang lainnya. Sedangkan Anira dan teman-temannya mengawasi Amel dari al seng.
"Syukur deh , kamu tahu gak itu anak kalau udah sampai di Kerajaan demit itu bisa-bisa gak bisa balik jiwanya ketubuhnya,. " seru putra yang dari tadi lebih banyak diam.
"Ah sok tahu kamu put, kaya ngerti gituan aja. " Sungut Dina, sambil memutar bola matanya.
"Ish kamu tuh gak percaya, kata orang-orang yang ngerti begituan emang bener kok kalau udah diajak sampai ke kerajaannya nanti gak bisa balik atau susah banget baliknya, sekalinya bisa pulang kadang udah gak bernyawa. Kan ra ri? " tanya Putra meminta persetujuan Anira dan Ari.
"Ah wallahu'alam aku gak ngerti begituan. intinya hal ghoib seperti itu memang ada. Kita sebagai umat muslim wajib mengimani, namun dilarang takut. Karena yang patut kita takuti hanya Allah SWT. Apalagi sampai menghamba kepada Syaiton. Jangan sampai..." belum selesai namun sudah dipotong Putra.
"Bu haji mulai ceramah. xixixi " Sela Putra sambil tertawa kecil.
Anira yang kesal lantas melempari Putra dengan sajadah yang kebetulan masih terbentang untuk alas Amel tadi.
"ish sakit ra, kamu mah nimpuk nya pakai tenaga dalam apa? awas nanti kelepasan lewat belakang. "
"Putra.. " geram Anira.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ “
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia yang mereka simpandi kepada-Ku.”
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Maaf jika tulisannya masih kurang menarik, greget dan sebagainya 🙏 saya masih belajar menulis 😁 mohon bimbingannya senior.
Berhubung ini sudah memasuki Bulan Suci Ramadhan, saya dari hati mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.
Semoga haus kita, lapar kita tidak hanya sia-sia belaka.
🤲
Marhaban Ya Ramadhan.
__ADS_1