Anira Life Story

Anira Life Story
Tarik Tambang


__ADS_3

"Yah gimanapun kita juga pakai walau mungkin bukan kita yang rusakin, tapi kita gak punya alibi kuat buat bantah tuduhan itu. Jadi yah mau gak mau kerabat kita sama kerabat Fatimah yang kena hukuman. Kecuali kalau kita gak ninggalin barang bukti dan bisa kasih bukti bahwa kita tidak salah, sayang kita gak bisa buktiin kan. Toh kita gak mati juga karena dihukum. Tapi telinga aku tuh berasa mau pecah, denger senior teriak marahin kita hahaha. " Anira.


"Heh iya juga sih.. Ya udah siapa mau mandi duluan? "


"Keg kemarin ajalah bareng. Inget jangan ngintip palingan muka ke tembok! "


"Yaelah, kamu kemarin pasti juga ngintip punya aku. Untuk aku yang tinggi badannya ukuran proporsional wanita Indonesia, punyaku termasuk pas. wkwkkw"


"Ya Allah ini anak ngomong gak pakai disaring ya." gerutu dian.


hahaha tawa mereka pecah.


"Hahha becanda ih, udah ah kalian mau dihukum lagi? " Seru Anira.


____________________________________


Setelah senam dan sarapan, acara dilanjutkan dengan perlombaan. Hanya permainan tradisional kebanyakan, mulai dari bakiak, engrang, dan juga terakhir tarik tambang.


Bakiak sendiri merupakan permainan asejenis sandal yang telapaknya terbuat dari kayu yang ringan dengan pengikat kaki terbuat dari ban bekas yang dipaku di kedua sisinya. Mungkin permainan ini terinspirasi dari sandal Jepang, namun dalam permainan ini dalam satu papan akan dibuat menjadi 3-4bagian sandal.


Sedangkan egrang adalah galah atau tongkat dari bambu pada umumnya, yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Enggrang berjalan adalah enggrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai yang ,tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal.


Akhir dari lomba games ini adalah bermain tarik tambang. Selain tenang trik posisi penarik juga penting.


Waktu bergulir tak terasa sudah memasuki babak semi-final.


Kerabat Anira termasuk beruntung bisa mengalahkan beberapa kerabat lainnya.


"Behh siang-siang gini musti banget ya dilanjutin lombanya, gila panas banget ini. " Keluh Devi.


"Wkwkwk ya udah ngadem yog disana, tempat sekretariat guru sama panitia OSIS, sambil nunggu giliran kita." Ajak Anira.

__ADS_1


"Ehh by the way, lawan kita di semifinal kerabat yang mana? Ada yang tau gak? "


Tanya shinta.


"Tuh yang itu lawan kita! " Tunjuk Anira.


"What?? Serius ra? Apa kita bisa menang lawan mereka. Melek ra liat tuh badan mereka aja bongsor pisan, lah kita mini-mini begini postur tubuhnya? Lagi jalan aja kalau kesenggol salah satu dari mereka yang bongsor aja bisa nyungsep. Itu dulu emaknya makan apaan bisa segede itu anaknya? Gak mungkin butho gede kan? " Pekik Devi.


"Hust sembarangan kalau ngomong, anak bapaknya lah, yang bercocok tanam aja bapaknya juga. Lagian kamu liatin aja barangkali ada yang mukanya mirip bapakmu, siapa tau ketuker dulu sama kamu waktu lahiran. Hahaha" Seru Anita yang membuat Devi dongkol.


"Ish kamu mah gak lucu! " Jawab Devi dengan sewot.


"Hahah iya iya bercanda gih, ih si Devi sensi pisan lagi pms jeng? Kamu marah aja imut gitu hehe. "


"Eh udah kita tengok aja nih lombanya mau mulai lagi." Sela Dian.


Saat perlombaan sudah dimulai, dengan semangat para peserta mengerahkan tenaga maksimal dan strategi untuk bisa memasuki babak final. Tak lama tiba-tiba kapten tim umi kalsum jatuh pingsan.


"Ehh dia kenapa? Gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba ambruk? " Shinta.


"Yang bener aja pasti kecapean dia, liat aja lawannya juga bongsor-bongsor begitu gak jauh beda kaya lawan kita nanti. " Devi.


"Hmm tapi tadi dia itu kaya orang syok, dia kaya kaget terus pingsan. Kalau dia capek biasanya nampak lemes dulu baru pingsan. Sepertinya dia liat sesuatu. " Analisis dari Anira yang sok tau.


"Halah sok tau kamu ra, udah yuk siap-siap kita mau main nih harus menang ya biar kak Yani bangga sama kita." Seru Dian.


"Yaelah cuma tarik tambang doang ini, kalah juga gak masalah. Jangan terlalu memaksakan, yang penting maksimal aja. Takutnya kamu pingsan juga. Awas ya kalau pingsan ntar aku hanyutin kamu ke kali yan. " Canda Devi.


"Gak usah sok gitu deh, badan kita sama-sama imut Dev kamu mau gotong aku gimana? Emang kuat aku yakin gak. "


"Ayok ambil posisi. Fit kamu mau jadi ing ngarso sung tulodho, ing Madyo mangun karso, atau tut wuri handayani? " Tanya Anira.

__ADS_1


"Hahaha ada gitu istilahnya dipakai buat acara tarik tambang? dibelakang saja. Kamu depan ya jadi tameng ra, shinta yang tengah."


"Sudah siap? Oke kakak hitung sampai 3 nanti bisa mulai. "


Satu. . . Dua. . . Tiga.. Mulai


Sorak sorak para penonton menggema diseluruh penjuru lapangan, memekikkan telinga bagaimana tidak lapangan ini tidak terlalu luas, sudah pasti teriakan mereka terdengar keras. Ditambah komentar kakak senior yang menggunakan pengeras suara, memposisikan seakan-akan dia seperti komentar sepakbola.


"Ra tarik ra yang kenceng. Tahan ya jangan nyungsep kamu! "


"Diem kamu ih yan, udah konsen aja jangan jangan bicara simpen tuh tenaga. Bantuin narik dong, gak kuat ini aku. " Keluh Anira.


Persaingan sangat sengit antara kerabat Siti Khadijah dan kerabat Siti Aisyah, tidak ada yang mau mengalah hampir tenaga mereka habis, nafas mereka terengah-engah. Sampai terdengar teriakan..


Aaaakkk kkk.. Gedebruk


"Hais kalah kan kita, ih fit kenapa dilepas talinya.? "


"Wkwkwk maaf yan sumpah capek bener tangan aku sakit juga, gak pakai sarung tangan nih. Lecet-lecet secara tambang yang dipakai udah lapuk ini. " Kilah fitria.


"Hah iya lihat nih tanganku sampai berdarah sedikit. Nafas aku engap banget duh kalau pingsan butuh nafas buatan ini. " Seru Anira.


.


"Hahah udahlah gak apa cuma permainan juga, masih ada beberapa acara lagi. Simpten aja energinya buat besok jelajah. " Usul dewi yang disetujui yang lainnya.


"Ke sekretariat lagi aja yuk apa ke tenda ngadem, haus juga ini. " ajak Dian pada teman-teman nya.


Semua berjalan menjauh dari lapangan menuju ke tenda, walau kalah namun cukup menyenangkan. Namun ada yang ingin Anira temui, ya anak yang pingsan itu. Walau menurut sebagian orang yang melihat dia pingsan mungkin karena lelah tapi tidak dengan Anira, dia masih yakin dengan analisanya bahwa anak tersebut pingsan karena syok dengan sesuatu. Nampak jelas tadi wajahnya.


_______________________________________

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir, mohon maaf jika masih kacau ceritanya. Mohon bimbingan nya para author senior 😊


Jangan lupa bila berkenan tinggalkan komentar, kasih love dan juga vote nya.


__ADS_2