
Kak Gilang, kenapa dia ikutan disuruh maju? Dia anak baru belum tau aturannya. Suruh kembali duduk." Perintah kak Nur pada senior laki-laki itu.
Owh namanya Gilang. Oke aku tandain tuh muka ya kakak galak.
terimakasih kak Nur penolongku hahhaha... ucap Anira dalam hati.
"Silahkan kembali ketempat duduk mu dek!" Seru kak Gilang.
"Ya terimakasih kak."
Anira melangkah menuju tempat duduknya. Lebih tepatnya tempat duduk siswa yang pingsan di lapangan tadi.
"Ehem, numpang duduk dulu di sini ya mbak. Kenalin aku Anira. Nama mbak siapa?"
"Aku Puput mbak."
"Kalau mbaknya yang dibelakang siapa?" Sembari Anira mengulurkan tangannya.
"Tepangake mbak nami kulo Dian, kulo saking kerabat Siti Khadijah."
Dalam benak Anira "Eh masih ada yang pakai Bahasa Jawa krama ternyata wkwkwk lucu juga sih yang lain ngomong pakai Indonesia. Ini kalau ditemuin sama orang Jakarta asik kali ya."
"Wah mbak kita satu kerabat dong ya? Kerabat pendampingnya Kak Yani kan?"
"Njih leres sanget mbak. Mangke sareng-sareng geh."
_____________________________________
"Assalamu'alaikum.. Anira pulang." Salam Anira ketika sampai dirumahnya.
"Huh gila ini kakak senior gak kira-kira ya ngasih tugas barang bawaan. Yang bener aja ini udah sore, nyari dimana barang sebanyak ini?" Keluh Anira.
Dengan langkah gontai Anira berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai untuk bersiap-siap menjalankan ibadah shalat sebelum bertempur mencari amunisi perbekalan untuk KBO esok.
"Mas musa, anterin aku nyari barang-barang ini yok. Besok musti dibawa ke KBO."
"Banyak bener ra, nyarinya kemana nih? "
"Kemana ajalah mas yang penting dapet."
Setelah berputar-putar sampai pukul 9 malam, masih saja ada barang yang belum didapat.
"Tinggal beberapa aja yang belum. Haduh mana papan nama, rumbai-rumbai, caping belum dibikin pula. Aha aku tau apa gunanya punya sepupu banyak kalau gak dimanfaatkan. Ahh aku memang pintar. Hahaha. " Seringai licik Anira.
"Bu aku mau ke rumah budhe dulu ya."
"Ngapain? "
"Hmm mau minta tolong pakdhe buat bikinin papan nama, mau minta tolong adik ngecat caping, sama minta bantuin mas idam buat bikinin rok rumbai-rumbai. Bakal lama kalau bikin sendiri ini juga pasti nglembur sampai malem banget bu. "
Pagi harinya.
"Pak botol kaca coklatnya belum dapat bu. Tolong cariin dong sedapetnya deh gak apa, dibelakang kayanya ada tuh bekas sirup waktu Al meriang dulu cuci aja! "
__ADS_1
"Udah gak usah keburu gitu ntar malah ada yang lupa gak kebawa." Nasehat bapak memang bener.
"Nak sarapannya belum matang, ibu beliin diwarung aja ya."
"Iya terserah ibu aja. Tapi di bungkusin gak sempet kalau sarapan dirumah udah jam 5 pagi nih bentar lagi udah mulai, aku gak mau dihukum karena telat ya."
Ketika sampai di sekolah, sudah disebut teriakan kakak senior.
"Lari dek, cepat!"
"Hei itu yang turun depan gerbang, kembali ke depan gang sana, jalan kaki dari sana kemarin kakak bilang apa dari arah selatan minta turun di depan gang bukan gerbang sekolah."
Tet tet tet... Bunyi belum sekolah menandakan bahwa acara segera dimulai.
"Ehh buset udah mau mulai aja, moga keburu sampai di kerabat ku. "
Dengan napas terengah-engah Anira berusaha mencari posisi kerabatnya.
"Hah hah hah.. Alhamdulillah akhirnya tepat waktu."
"Yang baru datang segera menyesuaikan, kakak hitung sampai sepuluh semua sudah harus dalam barisan kerabat masing-masing! "
Satu.. Dua.. Tiga.. Empat.. Sepuluh waktu habis. Yang terlambat silahkan maju dan ambil posisi, putra sering kanan putri serong kiri push up satu seri.
Setelah selesai kembali ke kerabatnya.
______________________________________
Walau sudah berusaha tidak telat nyatanya masih suruh maju saja, semoga gak dapat omel dan hukuman saja.
"Kamu belum sarapan dek?"
"MasyaAllah ini kakak kelas lembut banget suaranya, kalem ganteng pula duh meleleh hati adik kak wkwkk."
"Dek? "
"Ehh iya belum sarapan kak. "
"Kenapa gak sarapan? Kalau nanti gak kuat saat acara gimana?" Tanyanya dengan tetap lembut.
"Hmm itu gak sempet kak soalnya baru beli makannya." Jawab Anira dengan gugup karena grogi ya bukan karena takut.
"Owh ya udah." Berjalan meninggal kan Anira, baru 2 langkah kakak senior tersebut balik lagi ke Anira.
"Eh dek tadi bilang baru beli makan, dibawa gak?"
"Iya kak dibawa."
"Ya sudah kamu kembali aja ke kerabat kamu dan dimakan ya, habisin makannya oke."
"Ehh ehh apa itu tadi dia tersenyum, Ya Allah manis banget, baik lagi gak galak. Jadi ngefans wkwk."
"Eh ra kok balik yang lain kok masih didepan?" Tanya salah satu teman di kerabat Anira.
__ADS_1
"Owh itu gak tau tadi disuruh makan bekal yang aku bawa sama kakaknya. Uhh baik pisan dia. Bantuin aku makan nih biar cepat habis. Aku gak mau diburu-buru pas lagi makan."
***
"Perhatian semua, setelah ini acaranya mendirikan tenda. Tempat sudah ditentukan silahkna cari tempat yang sudah diberi nama kerabat masing-masing ya. Nanti dibantuin kakak pendamping untuk mendirikan tendanya. Kalian paham?" Seru ketua OSIS.
"Siap paham." Jawab serempak peserta KBO.
Semua sibuk dengan kerabat masing-masing untuk mendirikan tenda dengan saling bahu membahu.
Namun kebanyakan kerabat putri belum selesai mendirikan tendanya.
"Ada yang bisa dibantu?"
"Ehh kak, iya nih belum selesai. Loh kakak laki-laki kenapa ke area perempuan, emang gak kena marah? " Tanya Anira.
"Hmm gak apa-apa kelihatannya kalian kesusahan biar kakak bantuin." Dengan cekatan kakak senior menggali tanah untuk menjadi titik tumpu bambu tenda.
"Kak Yani kakak itu namanya siapa?"
"Owh itu namanya kak ervan. Dia gitu baik orangnya."
Tak lama satu lagi kakak senior laki-laki datang menghampiri,
"Wih van udah disini aja, bantuin Yani sama adik kerabatnya nih. "
"Heem dari tadi belum kelar-kelar mereka, udah mending bantuin nih biar cepet selesai."
"Okey aku bantuin sini." Sahut kakak senior yang diketahui bernama Surya.
Ahh beruntung banget kerabat aku dapat pendamping kerabat kalem, cantik dan baik. Ehh kakak seniornya juga banyak yang baik gak killer.
Setelah tenda berhasil berdiri tegak, waktunya untuk istirahat, makan siang, sholat dzuhur berjamaah dan menata barang-barang bawaan. Semua harus ditata dengan rapih karena nanti akan ada penilaian dari para kakak senior diakhir acara KBO.
Ditengah-tengah makan siang dikejutkan dengan pekikan shinta salah satu anggota kerabat Anira.
"Astaghfirullah, Ya Allah. "
"Ehh ehh kenapa Shin, ada apa?"
"Ya ampun ra , gawat nih gawat ra yan, aku lupa bawa tanaman hias nya. "
"Haduh pripun kok klepyan? Mangke pripun nak dihukum kakak senior?" Geram Dian dan yang lain sampai panik.
"Duh gimana dong aku bener-bener lupa sumpah. Aku minta maaf. "
"Sudah-sudah udah kelewat mau gimana lagi, mending kita makan dulu buat tenaga kalau disuruh lari ngitarin lapangan sama jalan jongkok. Paling gak kita punya tenaga." Usul Anira yang di anggukan teman-teman nya.
________________________________________
Terima kasih sudah mampir kakak,
Sempetin kasih Like, Tinggalin komentar dan Vote jika berkenan. 😊
__ADS_1