
"Hahah udahlah gak apa cuma permainan juga, masih ada beberapa acara lagi. Simpten aja energinya buat besok jelajah. " Usul dewi yang disetujui yang lainnya.
"Ke sekretariat lagi aja yuk apa ke tenda ngadem, haus juga ini. " ajak Dian pada teman-teman nya.
Semua berjalan menjauh dari lapangan menuju ke tenda, walau kalah namun cukup menyenangkan. Namun ada yang ingin Anira temui, ya anak yang pingsan itu. Walau menurut sebagian orang yang melihat dia pingsan mungkin karena lelah tapi tidak dengan Anira, dia masih yakin dengan analisanya bahwa anak tersebut pingsan karena syok dengan sesuatu. Nampak jelas tadi wajahnya.
_______________________________________
Malam hari.
"Dek persiapkan buat nanti pentas seni ya!" Pinta kak Yani.
"Ehh ada pantas seninya kak? Ihh kok dadakan sih? Kita gak ada persiapan sama sekali nih kak?" Keluh Anira.
"Yah kakak lupa. Udah bebas kalian ntar mau ngapain aja. Puisi boleh, nari boleh, drama boleh, nyanyi boleh. Pokoknya harus tampil. Daripada nanti dapat hukuman. Ayo siapa yang mau tampil? "
"Dian? Dewi? Shinta? Anira? Fitria atau siapa nih?" Tanya Kak Yani.
"Jangan saya, jangan saya aku malu kak. Dian saja kak! " Sembari menunjuk dian.
"Ih gak mau aku, gak ada bakat seni. Anira aja ya. Ra please. "
"Lah kok aku? Aku mau ngapain kalau tampil? Ngelawak gak bisa, puisi aneh kalau aku berpuisi, pidato gak vocal, mau nyanyi takut bubar semua.? "
"Yah terus siapa dong? Kak Yani maunya siapa? " Tanya Devi.
"Anira saja ya. Gak boleh nolak! " Seru kak Yani.
"Hais, ini nih gak sukanya sama senior pemaksaan." Keluh anira.
"Hus gak boleh protes tadi tanya, inget ya Pasal 1 panitia selalu benar. Pasal 2 jika panitia salah kembali ke pasal 1. Jadi udah nurut aja ya. "
"Yah tapi aku ngapain nanti, gak mungkin godain kakak senior kan? Nyanyi aja gimana? Ehh tapi kan gak bawa kaset terus pakai apa kak? " Heboh anira.
"Hmm gampang kan ada laptop di sekretariat panitia, kalian mau nyanyi apa ntar biar kakak minta downloadin buat karaoke nya."
"Hmm apa ya? Ahh tapi aku gak mau tampil sendiri ya? " Pint anira.
__ADS_1
"Oke dewi kamu nanti tampil sama anira ya, kalian tentuin saja dulu lagu apa. "
"Gimana wi? " Tanya anira.
"Gak usah tanya deh, lagipula kalau aku bilang gak mau, bakal di acc? Kan enggak harus mau gitu jawabnya. "
"Hahahaha iya pintar gitu dong. Gimana mau lagu apa nanti?"
"Kamu bisanya apa? Lagunya kotak saja gimana? "
"Boleh, Yang judulnya terbang kalau gak beraksi saja ya. Yang ngebeat, asik buat joget pasti. "
"Oke yang terbang saja deh kalau gitu."
"Nah fix ya Aniira sama Dewi yang tampil nyanyi, lagunya Terbang dari kotak. Kalau iya kakak tinggal buat persiapin musiknya. Dan yang lain nanti suport boleh joget tapi jangan bar-bar jogetnya, kakak tinggal dulu. " Pamit kak Yani.
"Siap kak. " Seru semuanya.
******
Sebelum acara pentas seni dimulai, didahului dengan Upacara Api unggun sebagai penutupan Kemah Bakti OSIS.
"Iya bener. Tapi ini Upacara Api unggun ter enggak banget menurut ku. " Gersah anira.
"Emang kenapa? " Tanya dewi yang kebingungan.
"Lah kamu gak nyadar apa? Mana ada api unggun dilapangan yang baru ditanamin rumput, terus itu kayunya dialasin pakai papan alumunium? Biar apa? Ya biar arang sama apinya gak ngebakar rumputnya. Ya ampun ini kepala sekolah sumpah pelit apa alay sih?
Iya kalau rumput yang ditanam itu jenis rumput Jepang yang halus dan bagus. Nah ini bayangkan rumputnya keg rumput liar gitu? Ditambah gak boleh diinjak-injak lagi. Kamu pikir nanti yang dapat tugas nyalain api mau lewat mana dan peserta berdiri dimana? Depan tenda masing-masing, hais kenapa gak nanang ntaran aja habis acara selesai sih. Mana dari tadi sore siang sibuk nyiram rumput itu kepala sekolah gak ada kerjaan lain apa? " Keluh anira seperti rumus balok. Panjang kali lebar kali tinggi.
"Hahaha ah iya ya, baru sadar aku ra. Ini kepsek ter ter yang pernah aku liat sumpah. Dosa gak sih ngetawain dia? " Dewi.
Upacara api unggun pun dimulai, sebelum api dinyalakan para petugas penyala menyebutkan janji pelajar SMK MK terlebih dahulu. Saat api sudah menyala dan peserta menyanyikan lagi Api kita sudah menyala, baru selesai lagu habis tiba-tiba..
Byuuuurrr...
Hah??? Semua orang diacara tersebut kaget, pasalnya baru beberapa menit api menyala si Kepala sekolah penuh sensasi berkepala plontos depan menyiram api unggun untuk memadamkannya.
__ADS_1
"Awas-awas, kalian gimana sih kan tadi saya sudah bilang jangan sampai kayu yang terbakar jatuh kerumput!"
"Ah maaf ya anak-anak bapak padamkan apinya, takut rusak kebakaran rumputnya. "
"Sumpah gila ini kepala sekolah, udah peserta selain petugas penyakit api gak boleh berdiri diatas rumput, kayunya pakai dialasin papan aluminium. Sekarang lihat cuma kayu kecil yang kebakar api jatuh dia heboh sendiri. Eh buset ya kali padahal tadi sebelum dimulai itu bawah papan aluminium udah disiram pakai air. Khawatir amat baik kebakar ke basah. " Omel anira pada barisan kerabatnya.
"Hahahah kepsek kamu tuh ra, "
"Mon maaf ya kepsek kita. "
Setelah tragedi penyiraman Api Unggun, untuk menaikkan mood para panitia dan peserta, acara petas seni dilakukan lebih awal.
Satu persatu kerabat sudah menampikan penampilan mereka, dan sekarang giliran kerabat Siti Khadijah yang diwakili oleh Anira dan Dewi tampil.
"Hmm cek cek satu dua cek sound. Selamat malam teman-teman, sebelumnya perkenalkan kamu dari kerabat Siti Khadijah. Disini kamu tidak mempunyai suara yang tidak jelak tapi cenderung sumbang. Tapi perkenankan kami untuk menghibur teman-teman malam ini, lagu berjudul Terbang dari kotak. Sahabat kotak bisa berjoging bareng disini. Ahh maksud saya berjoget Didepan tenda masing-masing ya, kalau kalian bisa terbang atau melayang boleh gabung sini. Karena rumput didepan saya ini amat berharap seperti nya untuk kepala sekolah. Pak ini serius sama boleh tampil disini? " Goda anira pada kepala sekolah.
Sontak hal itu menjadi tertawaan para peserta, panitia bahkan guru yang berjalan di acara kemah.
"Hahah Gila nih adik kelas gak tau apa kepsek kita itu selain killer, kalau ngomong di ngeselin. Nyalinya jempol deh. Kita aja yang senior gak berani. " Kekeh kak Arman.
"Oke siap berjoging semua. Mari kita senang-senang malam ini. Satu dua tiga."
Alunan musik pengiring lagi sudah menggema, semua larut akan uforia.
Satu hal yang ku ingin dalam hidup ini.
Merasakan yang lain terbang bagai peri.
Hanya bisa khayal ku tuk ke atas awan.
Bertemu sang mentari menari bersama.
Indah.. Berkhayal dan indahh..
Hilang ragaku melayang jauh tak terbayang ke angkasa ku akan terbang,
Biarkan ku raih bintang dan ku bawa pulang, kembali ke bumiku sayang.. Dan seterusnya sampai selesai
__ADS_1
"Hampir semua anggota kerabat anira tercengang, pasalnya mereka juga yakin jika suara anira dan dewi sumbang. Seperti yang dituturkan anira. Namun Dil ekspektasi, justru suara anira sangat merdu dna membuat penampilan mereka memukau seluruh orang yang ada dia bumi perkemahan.