ANJANI

ANJANI
Berpisah Untuk Permulaan


__ADS_3

...HAPPY READING...


...----------------...


There dan teman prianya itu membuka kemeja yang dikenakan Andre. Begitu juga celana jeans yang di kenakan, mereka tanggalkan juga hingga tersisa celana boxer. There pun melepaskan pakaian dan hanya bikini yang melekat pada tubuhnya.


There mengatur posisi seolah-oleh habis berhubungan badan dengan Andre. Sementara teman pria There memotretnya. Setelah selesai dengan potretan itu, There membayar jasa teman prianya itu dengan tubuhnya di kamar itu juga. Demi melancarkan keinginannya, There rela melakukan segala cara.


Sementara Anjani di rumah Ibunya nampak gelisah. Sebentar-bentar ia melihat gawainya, berharap Andre memberinya kabar pulang terlambat atau mau di bawakan oleh-oleh.


"Kenapa gue jadi mikirin dia ya?" gumam Anjani dalam hati.


Lagi-lagi hatinya menepis bila ia mulai peduli. Rasa kantuk mulai datang, Anjani memutuskan untuk tidur. Gawai di letakkannya di bawah bantal.


Matahari mulai menampakkan sinarnya. Andre menggeliatkan tubuhnya karena rasa capenya terbayar dengan ia tidur. Saat ia bangun dan menoleh ke arah kirinya, terlihat There tidur dengan pakaian bikininya.


"Kenapa kami bisa di sini?" gumam Andre.


Ia menurunkan selimut yang menutupi separu tubuhnya. Ia terkejut, melihat keadaan tubuhnya hanya memakai celana boxer.


"Ini tidak mungkin," Andre menggelengkan kepalanya.


Ia bangkit dari tempat tidur, bolak-balik sambil menepak dahinya berkali-kali. There yang merasa terusik tidurnya pun membuka kedua matanya.


"Pagi, Sayang! I Love You," salam There.


Andre menoleh ke arah There lalu menghampirinya dan duduk di tempat tidur.


"Kenapa aku bisa ada di sini?" tanya geram Andre.


"Kenapa sih kamu? Kayak nggak bisa tidur denganku aja!" sahut There.


Andre kesal. Ia memukul kasar pada kasur. Andre duduk di pinggir tempat tidur. Ia mengusap kasar wajahnya.


"Kenapa aku bisa ceroboh gini, sih?" lanjut gumam Andre.


There tersenyum kemenangan. Ia menghampiri Andre dan melancarkan aksinya lagi.


There menciumi wajah Andre. Andre menepisnya. Bukan There bila keinginannya tidak bisa tercapai. Ia menjatuhkan tubuh Andre ke kasur.


Dengan cepat There duduk di atas tubuh Andre. Dada yang padat berisi itu menggoda birahi Andre.


"Tolong, There! Jangan biarkan nafsu menguasaimu. Carilah seseorang mencintaimu dengan tulus, maka kamu akan menghargai hidupmu," saran Andre mengenai tepat di jantung There.


Benar apa yang di katakan There, bertahun-tahun ia meninggalkan cinta tulusnya demi ambisi dan kekuasaan. Namun bukan kebahagiaan yang ia dapat, hanya jeritan hati yang di rasa.


There bergeser duduk di tempat tidur. Andre pun bangkit dari tempat tidur. Mengambil pakaian There yang berserakan di lantai dan memberikannya.

__ADS_1


Anjani yang masih berada di rumah Ibunya, dengan sabar menunggu kabar dari Andre mulai cemas. Ia coba menghubungi Pras. Namun jawaban dari Pras semakin membuatnya khawatir.


"Udah makan dulu sarapanmu!" pinta Ibu yang memperhatikan Anjani serius dengan gawainya.


"Andre, Bu. Dimana ya dia?" kesah Anjani.


"Jangan khawatir, mungkin sebentar lagi ia datang. Ayo makan dulu," saran Ibu.


Anjani menuruti saran Ibunya.


Setelah sarapan, Anjani duduk di teras depan rumahnya. Masih mengharap kabar dari Andre. Tiba-tiba nomor tak di kenal mengiriminya foto Andre dan seorang perempuan, yaitu There. Sakit, hati Anjani bagai terkena anak panah. Seperti itu yang sedang ia rasakan.


Satu jam kemudian, mobil Andre terparkir di depan rumah Anjani.


"Hai! Lagi nungguin aku ya?" tanya Andre dan mencium kepala Anjani.


Anjani membuang pandangannya.


Andre masuk kedalam rumah menghampiri Ibu mertuanya dan membawakan sesuatu.


"Pagi, Bu," salam Andre dan mencium punggung tangan mertuanya.


"Apa ini?" tanya basa-basi Ibu Anjani.


"Makanan, Bu," jawab Andre.


Anjani menahan kesal. Ia pun masuk ke dalam kamarnya. Andre mengikutinya. Ia duduk di pinggir tempat tidur dan memperhatikan Anjani yang menenggelamkan kepalanya pada bantal.


"Aku minta maaf tidak mengabari semalam," Andre berucap sambil membelai rambut Anjani. Anjani langsung memberikan gawainya.


Seketika Andre sok. Ia melihat ada fotonya dengan There di kamar hotel itu.


"Aku bisa jelasin semuanya ko! Di foto itu nggak seperti apa yang kamu pikirkan!" ucap Andre seketika, ia merasa bodoh dengan kelicikan There.


"Memang lo tahu apa yang ada di pikiran gue?" Anjani berucap dengan nada tinggi.


"Tolong jaga bahasamu, Anjani!" timpal Andre.


Anjani berdiri menghadap Andre.


"Denger ya, soal gaya bicara gue aja lo permasalahin. Trus gimana dengan hobi lo yang suka tidur dengan perempuan yang bukan istri lo?" pertanyaan menohok Anjani membuat Andre terdiam.


"Sepertinya rumah tangga kita nggak bisa di pertahankan. Kita nggak sejalan," ucap spontan Anjani.


"Jangan bilang begitu! Aku janji akan berubah!" Andre memohon dengan berlutut.


Anjani mundur tiga langkah.

__ADS_1


"Ternyata benar, lo abis tidur dengan There kan?!" pertanyaan menohok di lontarkan Anjani lagi.


Andre masih terdiam dengan posisi berlutut.


"Sekarang, gue minta lo pergi dari sini. Terimakasih udah jadi suami gue selama seminggu. Gue akan lupain semua dan berusaha ikhlas dengan takdir," sambung Anjani dengan meneteskan air mata.


"Kamu yakin dengan semua ucapanmu itu? Dan tidak mau mendengarkan penjelasanku?" tanya Andre menyakinkan Anjani.


"Nggak perlu," jawab Anjani dingin.


"Baik. Biar aku simpan penjelasan ini sampai kau mau mendengarkannya," sambung Andre.


Andre keluar kamar dan berpamitan pada Ibu mertuanya. Ia pun segera berlalu meninggalkan rumah Anjani.


Andre telah sampai di apartemennya. Ia merapikan pakaian seperlunya di dalam koper. Lalu ia kemudikan mobilnya, meninggalkan apartemen menuju rumah Anggoro.


Sesampainya di rumah Tuan Anggoro, Andre menyerahkan beberapa dokumen resto pada Ryan.


"Kenapa?" tanya Ryan bingung dengan keputusan Andre yang mendadak.


"Sepertinya aku tidak berhak dengan semua harta ini. Dan aku kembalikan pada pemiliknya," ucap datar Andre.


"Lalu Mas mau kemana?" tanya Ryan.


Andre tersenyum simpul, "Kau akan tahu setelah aku sukses," jawab Andre.


"Bagaimana dengan Ayah?" sambung Ryan.


"Aku percayakan padamu. Aku juga akan sering menanyakan kabar Ayah," sahut Andre dengan menepuk pundak Ryan.


Saat beberapa langkah Andre meninggalkan Ryan.


"Mas, nggak mau menemui Ayah dulu?" tanya Ryan.


Andre membalikkan badannya, "Aku khawatir berubah dengan tujuanku."


Andre membalikkan lagi badannya ke arah pintu keluar.


Ryan menyaksikan Andre berlalu.


Anjani mengurung dirinya di kamar. Ia mulai tidak nafsu makan. Ibunya mulai khawatir. Ibu bertanya tentang masalah apa yang sedang di hadapi, Anjani hanya bungkam saja.


Hari berganti hari. Minggu berganti minggu. Sampai tak terasa sudah hampir sebulan Anjani hanya berdiam diri tanpa panjelasan pada Ibunya. Membuat Ibu mencari tahu kebeneran dari kedua teman Anjani hingga keluarga Tuan Anggoro.


Setelah mengetahui masalah Anjani, Ibu memberi dukungan agar Anjani bangkit. Ia ingin anak perempuannya tidak meratapi rumahtangganya yang kandas. Ada rasa dalam hati menyalahi dirinya yang telah menjodohkan. Tapi bukan itu yang di perlukan Anjani sekarang.


Ibu berusaha mencari kegiatan untuk Anjani melalui kedua temannya, Sita dan Boy. Dengan senang hati mereka mau membantu Anjani.

__ADS_1


__ADS_2