ANJANI

ANJANI
Cinta Datang Kembali


__ADS_3

...HAPPY READING...


...----------------...


Manik hitam Anjani masih mencari-cari tuan si pemilik kamar.


"Selamat datang," suara pria itu yang duduk di sudut sofa.


Anjani mengamati wajah pria itu, seperti ia mengenalinya.


Pria berambut gondrong dengan cambang tipis itu tersenyum simpul.


Anjani mendekati lebih dekat lagi. Tanpa ia sadari, tubuhnya berdiri di hadapan pria yang sedang duduk di atas sofa.


Pria berambut gondrong itu membiarkannya.


Anjani berlutut menyakinkan diri pria yang di hadapannya itu, pria yang ada dalam benaknya.


Tangan Anjani meraba wajah pria itu. Dengan mengerutkan kedua alisnya, Anjani yakin bila pria itu Andre. Suami tercintanya yang ia usir atas kecemburuannya.


"Andre. Kamu Andre kan?" ucap Anjani dengan bibir gemetar.


Pria itu tersenyum simpul. Ia bangkit dari duduknya, lalu pergi ke kamar mandi. Anjani tidak mengerti dengan maksud pria itu.


Setelah lima menit, pria itu kembali di hadapan Anjani.


Anjani terkejut. Ia menutup mulut dengan kedua tangannya, sampai ia jatuh terduduk di atas sofa.


Pria itu mencukur cambangnya. Sehingga terlihat jelas bila ia adalah Andre. Suami yang lima tahun yang lalu ia usir karena melihat tidur dengan There dalam foto.


"Iya, ini aku Andre," ucap pria itu membuka identitasnya.


Anjani menangis, tak percaya bila pria itu Andre.


Andre bersimpuh pada Anjani.

__ADS_1


"Maafkan aku, yang udah buat kamu menderita," ucap lirih Andre.


Anjani memeluk tubuh Andre dengan erat. Andre pun membalasnya.


Derai air mata dari kedua mata mereka sudah tidak terbendung lagi.


"Kamu kemana aja, Ndre? Aku khawatir," ucap Anjani.


"Maafkan aku, Sayang," jawab Andre.


Andre melepaskan pelukan itu. Menatap dalam wajah Anjani. Kemudian ia mengusap air mata Anjani. Anjani pun memeluk kembali Andre.


"Aku merindukanmu. Kenapa kamu nggak kasih kabar sama sekali," timpal Anjani.


Andre membelai rambut Anjani. Kemudian mereka berdiri dan saling melepas pelukannya.


"Aku mencintaimu, Sayang," ucap Andre.


"Aku juga," sahut Anjani dengan mata penuh air mata.


"Aku putus asa. Setelah kejadian itu, aku berpikir bila kamu benci padaku hingga tidak ada kabar," ucap Anjani.


"Maafkan aku, Sayang. Sekarang aku tak pergi lagi dari sisimu, " jawab Andre.


"Janji," timpal Anjani.


Andre mengangguk.


"Aku merindukanmu," ucap Anjani sambil mencium telapak kanan Andre.


Setelah selesai, mereka memutuskan tidur bersama. Dengan posisi Andre memeluk Anjani dari belakang. Andre menciumi pundak Anjani yang putih itu. Meski Anjani terpejam, ia menikmati ciuman Andre itu. Ia terpejam dengan senyuman mengembang.


Boy yang sudah di dalam kamar hotel, khawatir dan menghubungi gawai Anjani berkali-kali namun tidak ada jawaban.


Jam telah menunjukkan pukul empat pagi. Boy pun memutuskan untuk tidur, karena jam sepuluh besok akan ada pertemuan dengan pihak penyelenggara.

__ADS_1


Roby yang berada di Jakarta sangat khawatir. Dari kemarin Anjani di hubungi namun tidak ada jawaban.


"Ada apa denganmu, Sayang. Semoga kamu baik-baik saja," gumam lirih Anjani.


Sementara Ibu Anjani terbangun dari tidurnya. Ia bermimpi Anjani tersenyum. Dengan menunggangi kuda dengan seorang pria.


"Sepertinya kamu bahagia di sana, Nak."


Jam telah menunjukkan pukul sembilan pagi. Ada ketukan dari luar pintu kamar Andre.


"Siapa ya?" gumam lirih Andre.


Ia melepaskan pelukannya pada Anjani dan mencium kepala Anjani.


Ia bangkit dari tempat tidur tak lupa memakai celana panjang yang ia lempar sembarang tempat sisa semalam.


Ia melihat dari lubang pintu kamarnya ternyata kedua bodyguardnya. Ia membuka pintu itu.


"Ada apa?" tanyanya sambil menguap.


"Bos jam sepuluh ada pertemuan dengan peserta event," terang salah satu bodyguardnya.


Andre menepuk dahinya.


"Ok. Aku akan siap-siap, nanti aku kabari kalian," ucap Andre.


Kedua bodyguardnya mengangguk.


Pintu menutup kembali pintu kamar. Dan berjalan menuju tempat tidur.


"Bangun, Sayang. Jam sepuluh kalian kan mau bertemu penyelenggara event," bisik Andre pada Anjani dengan lembut.


Spontan Anjani membuka matanya lebar.


"Kok nggak dari tadi banguninnya," sahut Anjani sambil mencari-cari pakaiannya.

__ADS_1


__ADS_2