
Malam itu Pesta acara BALLROOM HOTEL BERBINTANG pernikahan Doni dan Dina. Aku disana menjadi tukang Foto serabutan demi mencari kebutuhan bekal kehidupan. Heheheh...
Karena satu sisi Doni cukup kenal denganku.
Kita berteman cukup lama kurang lebih 1tahunan.
"Erik... Tolong Fotoin gua dong sama kawan kawan Kerja gua. " ujar doni
"okey siap, tar w ganti batre dulu ya... "
Jawabku membalasnya.
"ayo, Riik Foto... "
"okey ready yaaa... Siap... Pose... Satu ...dua tiiii... "
Belum sempat aku menjepret foto , tiba tiba?
"TUNGGU"
"TUUNGGUU, TUNGGU Riik..."
Doni seketika memberhentikan aku untuk tidak.menjepret dulu.
" PUT, SINI PUT... GABUNG"
TEGAS DONI MEMANGGIL SEORANG KAWANYA DARI BAWAH TUK BERGABUNG FOTO.
Dari bawa stage pelaminan salah seorang teman kerja doni akhirnya naik bergabung untuk berfoto setelah ditunggu.
Akhirnya aku bersiap melanjutkan untuk memfotokan mereka. Namun secara tak sengaja tadi lensa zoom ku terputar menjadi rada Zoomin. Tak sengaja mataku terbidik pada paras perempuan yang baru saja naik.
Ketika di perhatikan wajahnya ternyata Cantik... Seakan lensa kameraku tidak membohongi wajahnya yang Natural.
" riik, yang bagus ya " sapa Doni yang menghentikan perhatianku terhadap temanya yg baru saja naik.
"Oke siaap komandan, Beress..." jawabku.
" satu, duaa, Tii.. Ga.... " ujarku.
"CEKREEEKK"
" lagi... Yaaa.. Ganti gaya... ".
Sekali lagi aku mencoba untuk mengulang pemotretan. Alih alih sambil masih membidik paras cantik perempuan tadi.
Semua yang di Stage plaminan mengubah gayanya tidak untuk dia dengan paras alaminya. Masih tetep menjadi juara buat tatapanku.
"okeyy... Satu, dua, tii ...gaaa. "
ujarku sekali lagi.
"Lagi gaa... " tegasku.
"Cukup Riikk... Pada ngantri mau salaman " Jawab Doni.
Usai berfoto, aku bergegas mengambil air minum. Mumpung udah semua Foto yang dari tadi ku ambil. Pikirku waktunya istirahat sejenak.
Tak lama kemudian , aku yang lagi asik menikmati suasana acara sendiri. Terdengar suara.
" Permisi... Maaf yaaa... "
Suara perempuan dari sampingku.
" Eh iyaa mba... Maaf ... maaf "
Jawabku terbata kaget.
Ternyata wanita yang tadi bergabung Berfoto. Lebih lebih aku melihat kecantikannya secara langsung depan muka ku sendiri secara Dekat. Parasnya Tanpa makeUp sungguh luar biasa bagai bidadari yang tiba dari langit. Tak ingin aku lepas pandanganku untuk memandangnya.
" RIKKK, nanti Fotonya kirim langsung aja ya ke HP gua yg belum di edit"
dari belakang Doni menyapaku secara tiba tibaa. Sambil menyapa pundaku.
" okey ... Siaapp komandan"
__ADS_1
Celotehku dengan reflek.
" Ehh... Put sendiri aja "
Ujar Doni terhadap temanya disamping aku dan mengabaikan perkataanku.
" iyaa Lagi mau sendiri... "
canda wanita itu dengan senyun lembutnya.
" udah Gua kirim yaa don, via email lu... "
Secara sepontan aku memotong pembicaraan mereka.
" eh iyaa lupa... Riikk. Kenalin kawan gua Putri.
Put,, ini erikk"
Kaget campur gugup Doni mengenalkan kawanya.
" Putri.... "
Dengan suara lembut dan senyum manisnya
mendadak dia julurkan tanganya ke arahku.
Begitupun aku sebaliknya
" ERIK... "
TEGASKU memperkenalkan diri.
" Kawan gua Ini JOMBLO put... Lu mau gaa "
Canda Doni dengan Nada cablaknya. Membuatku merasa malu dan canggung.
" Apaan si lu bikin malu aja.... Bohong mba jangan di dengerin. PEA DIA MAH... "
Reflek aku menggumam mengkalrifikasi keadaan untuk netral. Biar gak nervous.
" Kenapa mba ketawa, LU SIH DON... Bikin malu nih..."
tanyaku kepada Putri dengan keadaan malu dan salah tingkah seakan menyalahkan ucapan Doni.
" apasih lu... Grogi lu yaaa... "
sindir Doni.
" Gak kok gak apa apa.... Kalian Lucu juga ya..? "
Jawabnya ditengah candaku dengan Doni.
"Geser Yuk... Kemeja VIP. Biar enak ngobrolnya... " ajak Doni untuk pindah tempat.
Sesampainya di meja VIP
" mana BAPAK sama IBU dua duanya... Yang "
tanya Doni kepada istrinya yang duduk masih mengenakan Gaun pengantin.
" Bapak Ibu ku Lagi Ambil makanan berdua... Dan Bapak ibumu di Meja samping... Sama saudara yang lain..."
Jawab Dina yang sudah sah menjadi istri Doni.
" kenalin Yang... Ini Putri... Yang anaknya pak Hendra... Pemilik perusahaan di kantorku, klo si Erikk mah ga usah dikenalin yang kamu mah udah kenal"
Ucap Doni dengan Candanya.
" Suee lu... DON. "
gerutu sewot jawabku dengan canda.
" Putri... "
sekali lagi aku lihat senyum manisnya Dia dengan berkenalan pada Istri Doni.
__ADS_1
" Sini Duduk..."
Dina mempersilahkan kamu duduk.
Kebetulan Dimeja itu sepi dan tak ada yang menduduki selain DONI DAN DINA, AKU DAN PUTRI.
" Kok keluarga kalian Gak Ada yang duduk disini...? " Tanyaku penasaran kepada Doni dan Dina.
" Kelebihan setUpnya... Sengaja gua pinta Lebih 1 meja. Biar lu bisa duduk"
canda Doni.
" Terserah lu lah becanda mulu... "
Jawabku
" Serius , pikir mas Doni takut Rame soudara... Tapi apa daya kita punya Sodara dikit"
jawab Dina
Ternyata singkat cerita Doni dan Dina sama sama anak Tunggal. Dan sodara mereka banyak yang berhalangan Hadir. Karna sebagian saudara mereka di luar Negeri.
Dan jelasnya hanya terhitung sepuluh orang lebih. Dan Hanya memakan 2 meja VIP saja.
Sedangkan yang di sediakan 3 meja.
" ENAK YA jadi Putri... Kamu berarti langsung Urus perusahaan Bapak kamu dong yaa... Di Tempat Mas Doni. "
Tanya Dina Dengan Ramah.
" Gak kok, Mba Aku baru belajar... Pahamin perusahaan yang bapak kelola. Sama halnya aku seperti magang "
jawab Putri seakan merendah.
" ouuhh... Begitu, bisa aja kamu Put... "
Ucap Dina dengan santun.
" klo begitu kamu pewaris perusahaan bapak Kamu dong. " ujarku buat Putri.
" Alaaah. Kamu kamu... Gaya lu Riikk "
celetuk Doni.
" apa Si luuu... Ribet banget. "
aku menjawab Doni.
" Ih... Udah ih malu sama Putri. Kalian tu yaa. Klo ketemu ada aja yang di debatin. Begitu kelakuan nih anak berdua"
Ucap Dina.
" hiihii... Udah biasa mba. Aku gak kaget liat orang orang kaya dia ber2 "
Jawab putri seakan mengabaikan pertanyaanku.
" By the way... Kalian Pada makan Gih... "
Ucap Dina menawarkan Mini buffet makanan yang ada di VIP kepada kami berdua.
" Iya put, Rikk. sini makan, Kalian cobain makanannya ... Kebetulan Ada Steak Wagyu A5. Aku pilih buat VIP khusus. "
Doni menarik Tangan kami dan menawarkan makanan special dari tamu umumnya.
Aku yang Tadinya Memikirkan menolak Doni untuk tidak makan. Namun Doni tetap memaksa. karna dipaksa mau gak mau aku mencoba mencicipinya.
Begitu pun Putri sama Halnya itu di Lakukan padanya.
Aku dan Putri mencicipi hidangan Khusus stall pada buffet yang berada di VIP.
Sungguh mewah acara yang dibuat Oleh Doni.
Terkadang aku penasaran pekerjaan Doni itu apa. Tapi enggan buatku bertanya padanya.
Dari sini kita bisa lihat keberhasilan Doni sungguh luar biasa.
__ADS_1
Aku jadi teringat waktu dimana masa Kuliahku di semester akhir yang bertemu dengannya 1 kelas dalam jurusan yang sama.