ANUGRAH Semalam

ANUGRAH Semalam
AYAHNYA TEMENAN, ANAK NYA JUGA TEMENAN!


__ADS_3

Kisah pertemanan ayahku dan ayahnya Putri dua orang sahabat yang turun padaku menjadi Teman akrab pada anak anaknya.


" ting Tong... Ting Tong... Ting Tong ... Ting tong."


Bell rumahku berbunyi.


" permisi assalamualaikum. Permisi...!"


Ucap suara Seorang Pria Dari luar Rumahku waktu itu.


" iyaa wa'alaikumsalam, siapa ya?"


Ucap bibi saat membukakan pintu.


" Apa Benar Ini Kediaman Bpk. Putra Mahendra. " Ujarnya.


" Iya Benar Pak. Kalau Boleh tau Ada perlu Apa ya pak! " Tanya bibi kala itu.


Seketika itu pula Ayahku Melihat orang itu dan menyapa menyapanya dengan sedikit terkejut. Karena Ayah mengenali siapa Orang itu.


" hei... Anton. Sudah lama Aku gak ketemu kamu. Pikir Aku, kamu tidak datang ke Jakarta." Ujar ayahku.


" aku Datang kesini ingin jadi Tetanggamu Putra... ! " ucapnya.


" Tetangga ...? Memang kamu tinggal Disini."


Tanya ayahku dengan penasaran akan ucapanya.


" iya Aku baru saja Pindah... Aku tinggal depan Rumahmu sekarang." ujarnya


" Ah Gila , dari Dulu kamu itu emang dasar gila Ton. Baru ketemu udah biki kejutan."


Ucap ayahku.


" Aku Udah gak mau lagi.. Berlayar. Jadi sekarang aku temuin kawanku yang udah Suport aku dahulu. Aku mau tinggal di Jakarta. Sekarang dekat dengan sahabatku."


Ucapnya kala itu.


" Masuk Ton sini...! " ucap ayahku kepada Pak anton nama temanya.


" ayo dek, Masuk... Dipanggil om Putra."


Ucap Om Anton yang ternyata iya Membawa Anaknya saat itu.


Ini kisah pertemanan sahabat lama ayahku yang sekian lama kini bertemu kembali saat itu.


Om Anton dan ayahku adalah kawan semasa kecil. Dimana dia selalu 1sekolah saat Dari SD sampai Kuliah. Ayahku berpisah dengan om Anton karena nasibnya saja tidak bisa bersama dalam Mencari pekerjaan. Ayahku lebih Dahulu bekerja dan bisa dibilang berkembang Pesat dalam meniti Kriernya. Sedangkan Om Anton saat itu menganggur dan sulit mencari pekerjaan. Ayahku masih belum bisa membantu Om Anton karena Ayahki masih bekerja dibawah Naungan Orang lain (atau Bosnya).


Ayahku cuma Bisa mengasih saran Peluang kerja untuk berlayar kepada Om Anton saat itu dan membukakan jalan pada om Anton sekaligus membantunya memberikan Banyak modal. Baik dari mengurus Berkas Berlayar sampai memberikan Modal dalam banyak Hal kepada Om Anton. Hingga Akhirnya om Anton pun berhasil dari jerih payahnya yang selalu di suport ayahku.


" Bi tolong Buatkan Minum buat Si Anton...!"


Ucap ayahku yang menyuruh Bibi untuk membuatkan minum.


" iya Tuan... " ucap bibi.


Akhirnya mereka saling bercerita Dengan keseruanya.

__ADS_1


Bibi pun membawakan Minuman yang dibuatnya untuk Ayahaku dan Om Anton.


Ketika itu Bibi menyapa anak kecil yang tidak lain anak Om Anton. Yang sedang asik bermain sendiri.


" Hei nama kamu siapa...?" Tanya Bibi kepada anak om Anton.


" namaku Pute'Li. Bi. Puteli Wijaya'."


Ucapnya dengan nada cadel.


" Ouh. Nama Kamu Putri wijaya."


Ucapnya.


" Tapi Aku Biayasanya... Emm... Di Panggil Puput. Bi. Soalnya Aku paling suka Nama Puput Bi. Jadi nanti Bibi panggil aku Puput aja ya" ucapnya menyuruh bibi memanggilnya Puput.


" oke deh Cantik, " ucap bibi.


" Ih bukan Cantik Bi, nama Aku Puput. Pu.... P U Pu T. Puput. Gitu Bi. Jangan salah lagi ya. Inget Puput." ucap Putri dengan perkataanya semasa kecil ingin di panggil Puput.


" ih pintar banget sih kamu... Yaudah berarti Bibi Panggil kamu Puput." ucap Bibi yang gemas Pada Putri.


Tak lama aku Pun Pulang bersama ibuku.


" Assalamualaikum..." ucapku dengan Nada keras Yang Baru saja Pulang dengan ibuku.


" Walaikumsalam..." ucap serentak ayahku dan Om anton yang berada di dalam Rumah.


" Eh ada Tamu... " ucap Ibuku.


" Om om. Salim Om... " ucapku saat pertemuanku melihat Om Anton. Dan aku meminta Tangan om Anton untuk salaman.


" Namaku ERik Om... " ucapku lantang


" Eh ... ton Kenalin.ini istriku. Namanya Astry.!" Ujar ayah mengenalkan Ibu kepada Om Anton.


" Astry... " Ucap ibu.


" Anton... , Aku Kawan Kecilnya Putra sekarang Aku juga Jadi Tetangga Kalian."


Ucap Om Anton.


" OM om... Itu anak Om ya. Aku Boleh ga main denga anak Om." ucapku kala itu memotong pembicaraan Ibuku. Sebab aku melihat seorang Anak yang sedang bermain dengan Bibi.


" iya Itu anak Om, kamu Kenalan Gih sama anak Om. Namanya Puput. Sana Main... Dia Baik kok..." Ucapnya.


Lalu aku Menghampiri anak kecil yang sedang seru bermain bersama Bibi.


" Aku ikutan Ya, Boleh kan.! "


Ucapku mendekati Putri yang bermain dengan Bibi.


" Sini Rik, Ini kawan Baru kamu. Namanya Puput kenalin!." Ajak Bibi menyuruhku bermain dan berkenalan dengan Putri.


" kenali nama Aku Erik ... ?"


Ucapku memperkenalkan diriku.

__ADS_1


" Nama Aku Puput."


Ucap Putri.


Akhirnya pertemuan Itulah Yang membuatku berteman Akrab Pada Putri. Kami Bermain dengan keseruan yang kami Ciptakan. Bibi selalu menani kali. Di kala Bibi sedang tidak mengerjakan pekerjaan.


HaRi hariku selalu seru... bibi saat aku kecil selalu menjadi orang Tua kami Berdua. Bibi memang baik Hati selalu memberikan cerita dan menemani Aku tiap Main.


*****


Tiba Tiba....


" pokk.."


Tepuk Bibi dari Belakang...


Bibi Menyadarkan aku yang sedang Terdiam memperhatikan Putri yang sudah pergi.


" Masuk ayo Rik , Dari Tadi Kamu tuh Bibi perhatiin diam aja Di Luar. Kamu lagi Bayangin Putri yaa...?"


Ucap bibi menyindirku dari Lamunan ku Tadi.


" eh , engGak Kok Bi, Gak apa apa. Hayuu bi masuk Sudah Malam." ucapku mengalihkan pembicaraan dari Lamunanku.


" Ah ... Kamu Tuh Bisa Aja. Mengalihkan pembicaraan Orang Bibi liat kamu dari tadi senyum senyum sendiri. Pasti Kamu lagi bayangin masa kecil Kamu ya Sama Puput. "


Ucap Bibi.


" benar Bi, gak apa apa Bi. Ayo masuk Bi... "


Ucapku yang masih Defend.


" Huu.. Dasar Kamu Rik. Intinya Awas aja Tanya Tanya Putri ke bibi ya. Yaudah Yu masuk." Ucap Bibi .


Kemudian kami pun masuk Kedalam Rumah.


Dan di Dalam Rumah Bibi kerap Memancing mancing Tentang Putri.


" Rik, Putri Cantik ya Sekarang.? Kamu suka gak Rik, Sama Putri Kira kiraa?"


Ucap Bibi mengintrogasiku layaknya Pak Polisi yang sedang bertanya tanya Pada Terdakwa.


" Gak Mungkin loh Bi, aku Gak Mungkin Naksir dengan Putri. Dia itu Sudah Punya Tunangan Bi. Putri sudah ingin menikah jelas jelas." ucapku menceritakan ketidak mungkinanku.


" Emm ... Andai Putri belum Tunangan. apa kamu Mau Rik Sama Putri."


Ujar Bibi menyecarkan Pertanyaan buatku.


" tetep enggak Lah Bi. Gak akan. dia itu Orang Baik Bi. Pasti Bakal dapat Jodoh yang terbaik Buatnya."


Ucapku menjawab pertanyaan Bi.


Kemudian aku berupaya mencari Akal Untuk pergi dengan alasan. Aku mengantuk .


" Hoaam... bi, aku ngantuk Banget bi. Aku istirahat Duluan Ya. bi. Mudah mudahan besok bakal ada Rezeki yang lebih Baik Dari Hari ini ya Bi. Amiin." ucapku berpura pura mengantuk.


" Amiin " jawabnya.

__ADS_1


Lalu aku ngibrit masuk kedalam kamarku.


Aku masih Gak Nyangka Buat Hari ini. Ini akan menjadi Anugrah semalam dalam Hidupku . Semoga akan ada Anugrah Anugrah lain Selalu Ditiap Hari hariku. Itu menjadi impianku jika Itu benar Terjadi.


__ADS_2