
" Eeeuugghhhh....!!! Akhirnya selesai juga ni motor jadi kinclong. Bawaanya ganteng dah mau kemana mana PD banget ini mah..." ucapku berbicara sendiri, yang puas karena baru saja selesai mencuci motor.
" Trriiiinggg... Triiingg.... Triiiiinggg....!!!"
Handphone ku berbunyi Dari dalam rumah yang aku taruh di atas meja, mungkin karena suara deringnya aku bunyikan dengan Volume kencang jadi aku sedikit mendengarnya dari luar teras halaman rumahku.
" Rik, Hp mu bunyi terus itu Rik... Bibi pusing dengernya... Kamu angkat Gih..." suara Bibi yang berteriak dari dapur karena kebisingan HP ku.
" Iyaa Bi... Erik juga denger ko,, " ucapku dari luar yang berteeriak. Dan langsung bergegas lari buru-buru mau mengambil Hp.
" GEDEBUG..."
" DUGHH.... "
HALAH Nasib sial.... Aku tergelincir kelantai dan tertimpa ember yang reflek terlempar tidak sengaja terus meninmpa kepalaku. karena buru-buru takut ada kabar penting jadi aku gak menghiraukan kakiku yang masih basah karena habis nyuci motor . Gini amat yak demi cuan. Bisa bisanya kejeledak ... Hadeh.
" UUUGGHH.....!!! APES BANGET SIH GUA."
ngegeremet sendiri dong dalam hati guanya!
Akhirnya Handphoneku berhenti berbunyi....
Pas aku lihat ternyata panghilan itu dari Doni. Ada daftar 5 kali panggilan tak terjawab . Pantas Bibiku teriak.
" ada apa ya si Doni nelpon. Tumben tumbenan....??? Ah paling dia mau kasih Tau Transferannya sudah ke kirim." dalam pikirku.
Kemudian mencoba menelponnya...
" Tuuttt.... , Tuttt ..., Tuuttttt...,, teeg"
" halo assalamualaikum. "
Ucapku pada telpon yang di angkatnya.
" hallo waallaikumusalam..."
Jawab doni.
" Ada apa Don, lu tadi nelpon gua... Sorry hp tadi g gua pegang ... Gua lagi nyuci motor."
Jawabku menjelaskannya.
" Gua mau minta Tolong sama lu Rik, ambilin berkas Formatan Dokumen kerjaan gua dikantor. Soalnya ada projekan bisnis di kantor gua yang harus gua selesaikan hari ini. Soalnya besok mau gua kasih ke si Putri. Kemaren sebelum gua Cuti FlashDisk gua lupa Gua ambil. Gua minta tolong banget Rik... Sama lu bisa gak?"
Ucap doni meminta tolong kepadaku untuk mengambilkan Flashdisk diKantornya.
" cuma FlashDisk doang... ? Oke... Oke... Gua Ambilin. Ada lagi gaak!" tanyaku memastikanya.
" iya itu doang , tar lu kalau kesana Bilang yaa... Udah ada Janji sama Ibu Putri Wijaya."
Ujar Doni dalam perintahnya.
" oke gua prepare berangkat yaa..."
Jawabku.
" Makasih Ya Don. Maaf nih ngerepotin lu.. Tar uang Bensin lu gua ganti adalah upah upahnya mah... Buat lu."
Ujar doni
" Okee... senang berbisnis Dengan Anda Bapak Doni kusuma. Assalamualaikum"
Jawabku yang meledeknya.
" Suee lu... Kampret... Ydh hati hati lu. Waallaikumusalam." ucapnya sambil menutup telpon dari ku.
Setalah aku menelpon Doni aku bergegas mandi dan mengganti pakaianku. Fikirku dalam hati lumayan juga lah. Buat nambahin uang Jajan hari ini. Tapi aku sempat bingung ketika Doni Bilang nama asli Putri adalah Putri Wijaya. Tapi apa yaa ada yang Familiar aja Dari nama Itu apa hanya perasanku sajaa. Maklum dari Tadi malam mengkhayal mulu jadi kebawa Halu terus kali yaa...?
*****
Sesampainya Dikantor PT. Royal Putra Wijaya tempat Dimana Doni Bekerja.
" Permisi Pak ada yang bisa Saya Bantu?"
Ucap seorang Resepsionis.
" Permisi Mba aku mau ketemu Ibu Putri wijaya..." ujarku
" Sebelumnya Sudah ada Janji...?"
Tanya nya kembali.
__ADS_1
" Sudah Mba... " ujarku
" Tunggu sebentar ya pak... Kalau saya boleh tau Dengan Bapak siapa saya Berbicara.! "
Tanya nya memastikan namaku.
" Dengan Erik mbak... ! " ucapku dengan Cuek.
" Ditunggu ya pak. "
Ucapnya dan menyuruhku menunggu.
Selang beberapa waktu...
" Haiii... Rik, udah lama. nunggu nya....?"
Ucap putri dikala aku sedang menunggunya..
" eh... Putri...! Nggak kok. Gua baru aja dateng... Ya palingan cuma 5 menit doang kali ada disini." jawabku
" sekalian Keluar aja yu,, kebetulan kamu dateng pas jam makan Siang... Kita Lunch dikawasan sini " ucap Putri mengajakku makan siang.
" ihh jadi enak nih Put.... Hehehe...., "
Ucapku.
" Udah ayoo... Aku tau pasti kamu belum makan juga kan..." jawabnya.
"Heheheee.... " aku cuma senyum senyum aja seakan terhipnotis sama ajakannya yang Harus Wajib mengikutinya.
Lalu aku berjalan mengikuti langkahnya Dari belakang. Melihatnya menjadi Wanita karier sungguh sangat berbeda dari Tadi malam yang aku liat. Personality nya jauh lebih Dewasa dan Wibawahnya benar benar menunjukan dirinya seorang Pemimpin.
Tiba di parkiran
" Naik kendaraan aku ya...! " ucapnya
" Aku bawa kendaraan kok Put. ?" jawabku
" Udah pakai kendaraan aku ... " ucapnya sedikit memaksa dan menatapku sepeti menghipnotis dengan perkatanya yang Harus di iyakan.
" yaudah deh aku ikut kamu... "
Ucapku yang mengikuti inginnya.
Tiba tiba dia memberikan kunci Mobil yang membuatku bingung. Karena aku sama sekali tidak bisa mengendarai kendaraan roda empat. Maklum orang gak punya.
" ih apa nih, aku gak bisa bawa mobil Put."
Ucapku pada Putri.
" ah masa sih. Kamu ga bisa bawa Mobil...!!!."
Tanyanya memastikanku.
" seriuss ga bisa Bu...."
Jawabku memperjelas kenyataan bagwa aku tidak bisa bawa mobil.
Sambil berjalan kearah mobil putri. Kami pun tiba disana.
" yaudah ayo. Kita jalan." jawabnya.
Akhirnya kami mulai mencari tempat makan.
Dengan keadan Canggung aku duduk tenang dan bingung.
" kaku amat Rik, ngobrol lah"
Ucap Putri mengisi obrolan dal perjalanan kami.
" hehehe bingung Bu..." ucapku.
" ih Apa sih kamu nih Ibu..ibu... , Panggil nama aja ... " ujarnya
" kan Ceritanya Profesional.. " jawabku dalam canda.
" Memangnya kamu anak buah aku..."
Ujar Putri
" Hehehe ... " tawaku.
__ADS_1
" Minta No Kamu Rik... "
Seketika aku terkejut dia meminta no ku.
" haah.. Buat apa ? "
Ujarku terkejut seakan tak percaya.
" ya Nanti kalau aku ada kerjaan Aku mau minta tolong kamu. Masa Doni aja yang kamu bantu. Jangan Sok Artis deh. "
Ucap Putri
" ohh... Kirain ngefans sama Aku."
Ucapku mengisi canda obrolan.
" Halah... Sama aja kamu sama Doni .. Sama sama nyebelin.. Yaa."
Ucapnya.
" Bedalah... Aku mah apa atuh... Cuma mas mas Biasaa.. "
Jawabku seraya dalam celotehannya.
Akhirnya kita pun tiba makan siang disuatu Restoran lumayan kebilang Elite. Dan kami pun saling menular No HP. Aku tidak memikirkan apa apa tentang Pribadi mereka kepada Rudi karena bagiku dia Teman baik buatku.
Sesampainya di Meja makan....
" Rik kamu mau pesan Apa."
Tanya Putri...
" Aku pesan Ayam sama Nasi aja... Klo ada soalnya Aku bingung. Liat menunya nama namanya aneh."
Jawabku seakan Cuek melihat nama nama menu yang tertera karena tidak pernah aki dengar di dalam Daftar menu itu.
" Dasar kamu tuh aneh... Yaudah aku kamu pilihin menu ini aja ya. Cordonblue with Rice."
Jawab putri menunjuk salah satu menu diDalam daftar harga dan mencatatnya.
" Terus untuk minumnya.. Apa?"
Tanya nya kembali.
" Es teh manis ajaa Put..."
Jawabku yang Tidak terbiasa suasana Restoran Mewah.
" yaudah ini aja... Ada lagi ga? "
Jawabnya sambil menanyakan kembali.
" udah itu aja... Itu aja Udah kenyang Bu bos.
Hehehe... " jawabku dengan Canda.
" halah kumat penyakitnya." jawabnya cuek seakan abikan perkataanku. Lalu dia memesan pesanan yang dia catat dan memberikanya Pada pelayan.
" Mba, yang ini aja yaa... "
Ucapnya pada pelayan Restoran itu. Aku yang masih pangling melihat kemewahan Restoran itu hanya bisa celingak celinguk aja dan canggung. dan mengabaikan obrolan Putri pada Pelayan.
Tidak lama kemudian suara adzan dzuhur berkumandang di HP aplikasi HP ku.
" Allahu akbar.... Allahu Albar.... "
Dering pengingat Adzan Berbunyi.
" Put, Tunggu sebentar ya...."
Ujarku
" Mau kemana Kamu... Rik."
Tanya nya.
" Mau Sholat Dulu sebentar."
Jawabku dan bergegas pergi meninggalkanya.
" Dasar Ga ada Berubahnya...."
__ADS_1
Ucap Putri kala aku telah meninggalkanya begitu aja.