ANUGRAH Semalam

ANUGRAH Semalam
CERITA BIBI


__ADS_3

" bi maaf ya, gara gara erik Bibi jadi keinget om...!" jelasku meminta maaf.


" nggak apa apa Rik, wong Bibi seneng kalau keinget inget dulu. Begini Bibi Ceritain tentang sosok Bapak/ Ibumu dahulu" Ujar Bibi berupaya tenang. Dan bercerita.


###


"Dulu ke2 orang tuamu adalah Orang yang Paling Baik . Mereka selalu bersama sama memberikan nilai nilai kebaikan buat orang orang sekelilingnya. "


"Kalau Bibi tidak salah. Ayahmu Adalah Pengusaha yanh Memiliki perusahaan. Sedangkan Ibumu Wanita yang paling berperan mambantu tenaga kerja wanita Dalam bidang tata Busana ataupun tata Rias. Tapi mereka berdua memiliki waktu yang sangat Baik untuk anaknya.


Saya Bertemu Om Ridho disaat Kerja bersama dirumahmu yang dulu. Om Ridho adalah Supir Pribadi Bapakmu sedangkan Bibi hanya Membantu pekerjaan Rumah dan Menjagamu."


"Namu hari Naas saat itu menimpa semuanya. Kala Itu Ayah dan Ibumu ingin pergi ketempat pertemuan ntah itu pesta atau Pertemuan Bisnis. Bibi gak tau. Saat itu Om Ridho sedang sakit. Sangkim baiknya Ayahmu ingin mengendarai Mobil sendiri dan membawamu. Sedangkan kamu diajak Tidak mau ikut. Karena pikir kedua orang Tuamu sudah menganggapmu anak Pintar yang baik. Jadi Mereka membiarkan meitipkanmu dirumah bersama Bibi. Namun Bibi pun senang kamu bukan seperti anak anak lain pada umumnya jadi Bibi tidak terlalu repot menjaga kamu bersama merawat Om Ridho dirumah."


"Selang waktu lain... Tepat jam 8 malam Bibi mendapatkan kabar kalau Ayah dan Ibu mu kecelakaan dengan mobil Truk dan kecelakaan itu merenggut nyawa kedua orang tuamu dan Sopir truk tersebut."


"Hingga akhir kejadian itu Bibi Bersama Om Ridho merawatmu. Namun Harta Keluargamu. Di ambil Alih oleh kerabat Ayahmu yang paling dipercaya. Orang yang Bibi dan Om Ridho kenal sangat baik yaitu Ayahnya Puput. Pak Anton hanya bilang kelak jika kamu Besar nanti dia akan memberikan aset Ayahmu."


"Namun Bibi dan Om Ridho ada keperluan diwaktu lain harus segera urus keperluan dikampung karena garapan Tanah milik om Ridho digunakan untuk projek bangunan pemerintah dan kami membawamu untuk merawatmu tanpa mengabari Pak Anton secara tidak sengaja kami tidak pernah meminta kontaknya. Kemudian setelah mendapatkan Uang Kerugian tanah Om Ridhomu merapihkan segala kehidupan Rumah tangga kami rik. Selang 1 tahun di kampung kamu bersama Bibi kan. Kamu tahu sendiri Om kamu tidak memiliki umur panjang sakit lama dirawat kurang lebih berobat jalan 1 tahun setelah benahi keadaan ekonomi keluarga Bibi sama Om Ridho. Namanya umur om Ridho gak bisa bertahan. Dan Bibi merawatmu sampai membesarkan menjadi sekarang." sebenarnya Om Ridhomu ingin ke jakarta bertemu Pak Anton ingin menyerahkanmu saat itu. Tapi apa daya sakit yang di deritanya tidak memberikan waktu untuk kamu bertemu kepada Teman Bapakmu."


" Gak apa apa bi, aku bersyukur kok bisa di besarkan bersama Bibi..." ujarku yang mendengarkan cerita Bibi.


" Jujur Tujuan Bibi ke jakarta ini ingin sekali bertemu Dengan Pak Anton. Namun apa daya Bibi gak begitu memahami jalan jadi Bibi juga bingung Harus berbuat apa dengan segala yang bisa bibi lakukaan. Karena yang tau semua tempat Ayahmu hanya Om Ridho. Karena Bibi tidak sempat mengetahui keberadaan alamat Kantor Perusahaan Ayahmu... Om ridho struk kondisi Fisik tidak bisa berkata ataupun menggerakan tubuhnya... Kan kamu tahu sendiri rik..."


Ucap Bibi dengan sesal bercerita dalam Hidupnya.

__ADS_1


" Udah Atuh Bi, ga usah sedih...! Yang penting aku bersyukur hidup kenal dengan Bibi. Kalau gak ada Bibi Mungkin aku gak bisa seperti ini." Ucapku berupaya menenangkan Bibi,..


" kalau aku Besar Begini Pasti Puput sudah cantik kali ya bi. Dia pasti jadi taman Baik aku kali ya... Bukan si Doni. Hehehhe.."


Ucapku sekali lagi sambil mengalihkan pembicaraan agar Bibi tidak sedih dan menghiburnya. Lelu menunjukan Foto foto keakraban pertemananku bersama Puput yang ku temukan semasa kecil


" Wah, Kalau si Puput ada mah Kamu Pasti sudah Jadi Pasangan Serasi Rik. Soalnya Dari kecilnya saja Puput itu udah Cantik , Pintar, Baik juga anaknya. Sama kaya kamu. Tapi alhamdulillah kamu tuh.... Bisa ketemu Doni. Soalnya banyak teman kamu tapi tidak ada yang seakrab Doni." Ucap bibi yang tau pertemananku seperti apa apa nya.


Ternyata aku baru mengetahui semua hal ini. Ketika Bibi bercerita banyak. Mengenai Keluarga ku. Bibi dan Ridho aku mengetahui mereka di nikahkan oleh kedua orang Tua ku di masa itu. Karena mereka Saling menyukai satu sama lain jadi Pikir orang Tuaku mereka layak memiliki kasih sayang diantaranya hingga membantu mereka. Dan aku rasa kedua orang tuaku melihat akan Hal itu karena mereka menganggap nya. Seperti orang tua mereka. Aku pun tau keluargaku dimasa kecil dulu saat aku tidak paham semuanya aku memang tidak pernah memiliki kakek nenek dari kedua orang tuaku. Karena disaat aku belum lahir kakek nenekku sudah lebih dulu meninggalkan aku semua. Walapun Aku tidak tau pasti kenapanya. Dan Bibi bersama Om Ridho tidak di karuniai anak. Sampai Takdir yang aku lihat. Bibi begitu sayang sama Om Ridho. Mereka adalah Kedua orang baik yang selalu dipercaya oleh kedua orang tuaku.


Gimananya Bibi di mataku adalah wujud Rasa syukurku yang Allah berikan kepadaku. Alhamdulillah nya kedua orang Tuaku memberikan wujud pencerminan dalam diri mereka, yang mereka Tanamkan untuk aku belajar melihat akan semua Hal ini.


Tak lama adzan Ashar berkumandang.


" Bi, aku kemushola dulu yaa ..."


" yaudah atuh kamu sholat Rik. Bibi masih mau beres beres dulu tanggung sedikit lagi."


Ucap Bibi.


" Assalamualaikum... "


Akupu pamit dengan salam kepada Bibi. Dan bergegas berangkat ke mushola dekat Rumahku. Aku yang masih mengenakan baju rapih dengan celana panjangku langsung meningglakan Bibi.


" wa'alaikumsalam..."

__ADS_1


Ucap Bibi.


Aku bergegas dan kearah Musholah...


Sedangkan Bibi melanjutkan pekerjaannya...


***


Kemudian selesai aku pulang sholat yang tidak jauh dari rumahku kebetulan aku bertemu dengan Ratih yang sedang belanja di warung yang tidak jauh dari tempatnya.


Aku melihat Seorang Warga yang ku kenal sedang menggoda Ratih.


" Ratih, abang Temenin yaa.... " Ucap preman kampung seakan seronok ingin merangkulnya.


Belum sempat dia ingin memegang bahu ratih ketika itu aku Reflek memegang tangan preman kampung itu.


" Maaf bang... Ini Pacar Gua..."


Ucapku melindungi aksi preman kampung pada Ratih.


" Alah, sok kaya Jagoan lu Rik. Bohong aja lu ngaku ngaku... " Ucap preman itu.


" Bang Gua serius Pacar Ratih ... Tolong jangan Pegang pegang dia. Gua baru jadian sama dia kemarin. Jadi Hargain gua ya bang." ucapku dengan gaya tegas memberi ulti matum padanya secara Halus.


Namun dia merasa kalau nada Bicara ki sengak dimatanya. Seakan menantangnya.

__ADS_1


" Gaya gayaan lu ya Rik. Di diemin kurang ajar juga tingkah laku lu sekarang.! Mau Jadi jagoan Lu biar keren." ucapnya dengan Nada Tinggi.


Apakah tindakan aku Salah dengan melihat hal Seperti ini...?


__ADS_2