
Tak lama kemudian aku berpamitan Pada Doni untuk lekas Pulang.
" Gua Balik ya...! Cuacanya Mau hujan genk.!"
" beneran Lu mau balik, gak Nunggu dulu..."
Ujar Doni.
" NUNGGU di Usir..." Ucapku sakan paham candaan Doni.
" hehehehe.... "
Doni tertawa.
" Gua balik ya DoN... Sama Bini lu, Salam juga sama Yang laen ya. Assalamualaikum." Ucapku berpamitan.
" iyaa, wa'alaikumsalam." Ujar Doniq00q
Lalu aku pamit meninggalkan tempat kediaman doni. Huhh.... Alhamdulillah Hari ini dapet rezeki dari Doni.
Saat aku pulang aku singgah membeli Kue kue enak untuk Bibiku dirumah dan sekalian beli keperluan lain Untukku . Ya lumayan bisa Bergaya sedikit.
Akhirnya aku pun sampai dirumah.
" Assalamualaikum ... Bi, Bibi... Aku Pulang Bi." Ucapku saat memasuki Rumahku.
" Wa'allaikumsalam... Kamu udah Pulang Rik. Makan gih sana Rik. Kamu belum makan Siangkan... " Ucap Bibiku sambil masih menggosok Pakaian.
Aku lihat pakain yang dia Gosok banyak. Maklum bibiku bekerja sebagai Tukang cuci dan gosok baju digangan ini. Lumayanlah buat ngisi kebutuhan Harian Kami Hidup. Bibiku ini punya pengalaman kerja dulu buat bantu Rumah Tangga layaknya sama Dengan Bi Ati yang bekerja dirumah Doni. Tapi intinya apapun yang dijalani oleh Bibiku adalah pekerjaan yang Hallal.
" Aku udah makan Bi diluar tadi di teraktir kawanya Doni." Ucapku sambil Menghampiri bibiku dan mangambil tangannya untuk salim dengannya. Dialah orangtuaku yang tersisa Buatku. Ketika kedua orang tuaku sudah Tiada.
" banyak banget Barang Belanjaan kamu. Rik." Ujar Bibi.
" Ya ... Lumayan Bi, Lagi ada Rezeki... Tugas Foto Kemarin acaranya Doni dibayar, tambah aku bantu dia ambil berkas Tadi....!"
__ADS_1
Aku ceritakan semua penghasilan yang aku dapat karena membantu Doni.
" Yaudah, Alhamdulillah atuh Rik... Yang penting tetep bersyukur aja kamu nya buat Bibi mah. Yaudah kamu istirahat dulu Bibi masih banyak kerjaan nih punya Orang. Mau diambil hari ini juga." Ujarnya.
"Biar aku taruh kulkas ya Bi Makanannya, Nanti aku bantu bantuin Bibi biar kita makan Kuenya sama sama." ucapku.
" Ya udah, sini kamu bantuin Bibi masuk masuki Plastik baju yang udah diGosok. Nanti kalau sudah bantu antar baju bajunya ya Rik"
Ucapnya lalu meminta Tolong aku mengantarkan yang sudah diselesaikan.
Lalu pekerjaan Bibi aku Bantu sampai selesai. Dan Aku mengantarkan pakain mereka untuk dikirim sesuai alamat alamat yang tidak jauh dari kediaman Kami. Ya Untuk hari ini pesanan Bibi cuma tiga Rumah saja. Satu, dua rumah selasaiku antarkan. Tinggal yang terakhir aku menuju kerumah Ratih dia soarang anak kost salah satu sales Toko pakaian.
" Tok... Tok... Tok."
" Assalmualaikum... Ratih..."
Ucapku dari luar pintunya sambil mengetuk pintunya.
" wa'alaikumsalam."
" Eh... Bang Erik, masuk bang."
Ucap Ratih kala membuka pintu dan melihatku.
Ratih Gadis baik yang cantik menurutku personality nya begitu cantik. Mempunyai kulit Putih seperti model. Maklum saja kesehariannya harus menjadi seles dia merawat Tubuhnya . Lelaki mana yang tidak terpikat padanya. Mungkin aku yang tidak terlalu menyukainya. Karena terlalu seksi bagiku dirinya sehingga aku takut menghadapi godaan ketika melihatnya.
" eh , gak Usah Repot Repot Tih. Abang Cuma mau anter pakaian kamu. Abang disuruh sama Bibi. Mau anter ini."
Ucapku sedikit grogi.
" berapa Duit bang , tadi Ratih belum sempet tanya Bibi berapa yang Harus Dibayar. Soalnya Ratih taunya Murah kalau numpang Cuci sama Bibi. " Ucap Ratih.
" Cuma lima Puluh Ribu aja Tih."
Jawabku memberitahukan Harga yang Harus dibayarnya.
__ADS_1
" Tunggu sebentar ya Bang aku ambil duitnya Dulu..." Ucap Ratih lalu dia ke dalam Rumahnya mengambil uang.
Aku gak tau lagi melihat Badan Ratih sedikit salah tingkah. Padahal sopan sih cuma dia mengenakan pakai kaos puti Tipis sehingga warna dalamanya sedikit terlihat. Tambah lagi celana Hotpants jean yang dia gunakan.
Jujur buatku sedikit Canggung takut salah Paham jika aku melihat ke arahnya. Sedari tadi aku bicara hanya mampu merunduk sesekali hanya menatap pandangan kewajahnya saja disaat berbicara dan tidak ingin memperhatikan yang lain dari dirinya.
Tak lama kemudian aku menunggu...
Ratih membawa Duitnya lalu membayar harga dengan uang Pas.
" Nih bang uangnya..." Ratih memeberikan uang kepadaku. Aku sedikit perhatikan Kulit tangan nya begitu mulus Hampir tidak ada bekas luka sama sekali. Luar biasa dia merawat tubuhnya.
" nih Barangnya Tih." aku dan Ratih bertukaran barang dan uang begitu saja.
" Makasih ya Bang Erik udah mau anterin baju baju Ratih." ucap Ratih.
" iya... Makasih Juga ya Tih, udah Bantu bantu Nambah penghasilan Bibi." Ucapku.
" nte' apah atuh bang , kan Murah juga hargana kalau nitip sama si Bibi ketimbang Ke tukang Laundry."
Ujar Ratih..
" Abang permisi Pulang ya... Masih mau bantu bantu kerjaan Bibi yang lain. Assalamualaikum... " Ujarku segera pamit dari Tempat Ratih.
" Wa'Allaikumsalam" Ratih menjawab salam.
Akhirnya Tugasku membantu Bibi selesai juga. Alhamdulillah. Semua kerjaan Beres.
Lalu aku pulang memberikan dari upah semua kerjaan Bibi yang dibayar pada mereka. Sesampainya Dirumah Bibi sedang merapihkan rapihkan Ruang Tamu dan berkas berkas Album lama yang berada di lemari Ruang tamu untuk memilah milih mana yang masih berguna yang mana yang Rusak, Kemudian dia pisahkan. Tak sengaja aku melihat Foto kenang kenangan Keluarga aku Dulu. Dimana keluarga aku masih jaya jayanya. Namun Pada Saat itu aku masih Duduk di bangku sekolah kelas 1SD. Aku yang belum mengerti apa apa . Yang aku tau aku sekolah ayah Ku pekerja punya Uang aku bisa Hidup enak tanpa pernah Tau apa pekerjaan Bapaku. Aku melihat Foto foto lama sambil tersenyum melihat keluarga aku sangat Paling bahagia. Kemudian saat itu aku juga menemukan Foto salah seorang teman kecilku saat aku masih Tinggal di kawasan Tempat tinggalku dulu.
Namanya Puput anak perempuan Kecil Lucu dan menggemaskan selalu membuatku tertawa dan selalu bisa menemani walaupun kami selalu bermain berduaan. Karena saat Usia itu tak ada temanku yang seusiaku selain puput.
" Bi, Foto foto ini masih ada Bi. Ya ampun udah lama Banget aku Pikir sudah Hilang.?"
Tanyaku kepada Bibi menanyakan Foto foto yang aku temukan Saat Berupaya membantunya.
__ADS_1
" oh... Itu disimpan lama Rik, sama Om Rido. Sebelum meninggalnya selalu di taro di berangkas Kopernya. Suatu saat niatnya mau ditunjukan buat kamu sebagai kenang kenangan. Namun Apa Daya Om ridho gak punya umur panjang. Kan cuma Selang 2 tahun kepergian orang tuamu dengan om Ridho juga tidak ada didunia." cerita Bibi yang sedikit sendu dengan susana yang tidak sengaja aku ciptakan mengingatkan keharuan yang membuatnya mengingat masa lalu.