
" ah... Yaudah Bi... Ga usah dipikirin. Mending kita makan kue aja dulu yang aku beli tadi... Ayo Bi jajalin katanya ini makanan lagi Viral. "
Ucapku yang seolah mengalihkan pembicaraan. Karena aku mau santai bersama bibi menikmati waktu sore hari ku.
" Makanan Viral....? Makanan Viral Itu apa sih Rik...!!! " jawab bibi serta menanyakan apa itu makanan Viral.
" heheheh... Ini namanya Mile crape Bi... Bukan makanan Viral. Makanan Viral itu maksudnya.Makanan yang lagi terkenal sekarang. Itu bahasa Gaul jaman sekarang. Viral artinya terkenal Bi. Tadi aku gak sengaja lewat kawasan Masjid islamic Centre Aku liat jajanan ini lagi ramai dan diskon harganya cuma sepuluh Ribu. Kalau beli Dua dapat Tiga kue... Bi. Aku penasaran ada rezeki juga... Jadi nya ya aku beli Bi..." ujarku menjelaskan ke Bibi.
" oh... Viral itu Artinya Terkenal Toh... Namanya "Milk cake"... Berarti kue dari Susu itu Rik. Bibi tau kan... Itu cuma Pakai bahasa inggris. Rik bisa aja pedagangnya Biar terkenal." ucap Bibi seakan sok tau menyebut ucapan yang dia buat semaunya.
" Bukan Milk cake Bi... Tapi Mile ... Crape... Bi. Itu maksdunya kue yang ditumpuk berlapis lapis. Hehehehe.... Itu Bi, konsep Kuenya." Ucapku menerangkan Kue itu tujuan artinya.
" ya itulah Rik, pokoknya itu maksud Bibi... Maklum aja Bibi jarang jarang tau pakai HP. Taunya angkat telpon telpon aja."
Ucap bibi seakan memahami ucapanku untuk tidak menjelaskannya lagi.
Lalu kami pun saling menghabiskan waktu bersama hingga menjelang magrib.
" yaudah Bi ... Aku mau mandi. Bentar lagi adzan Magrib." ucapku saat itu.
" Iya Rik, kamu mandi sanah. Janngan lupa pakai air Hangat. Tadi bibi habis manasin air Bibi taro termos." ucap bibi menyuruhku mandi dengan air hangat. Mungkin tujan dia agar aku terasa enakan saat perkelahian tadi di warung.
Dan saat aku selesai sholat magrib...
Datang sebuah mobil yang aku kenal. Aku melihat dari dalam Rumah dan jujur aku penasaran dan sedikit tidak percaya.
" Breem... Brem.."
Suara mobil terhenti tepat depan Rumah ku.
" Rik, mobil siapa itu di depan Rumah... Kayanya Tamu kamu Tuh."
Ucap Bibi seakan Bingung dengan kedatang mobil H*nda J*zz berwarna merah yang berheti depan Rumah.
" Ihhh... Kaya mobilnya Si Putri Bi..."
Ucapku sedikit terkejut dan tidak percaya. Karena aku jelas yakin ciri cirinya.
Kemudian pintu mobil terbuka. Seketika seorang perempuan cantik Keluar dari mobil dan aku lagi lagi di buat terkejut.
Ternyata benar Putri yang datang ke Rumah ku.
" Assalamualaikum... "
Ucap Putri yang membuatku kaget setengah tidak percaya akan kehadiranya.
" Wa'Alaikumsalam..."
Ucap Bibi.. Yang bingung melihat cewek cantik hadir menghpiri Rumah kami.
Sedangkan aku masih terperengah tidak percaya akan kehadiran putri dan diam tidak membalas salamnya.
" eh.. Bibi... Kamu masih inget aku ga Bi..."
Ucap Putri yang membuatku kembali terkejut Dengan Dirinya yang mengenali Bibi.
" kamu... Kamu... !!! Jangan Bilang Kamu Puput yaa..... Astagaa kamu beneran Puputkan." Ucap Bibi yang mengenal Putri dengan Sedikit Ragu namun benar kenyataanya Bibi mengenalnya.
" ih... Alhamdulillah Bibi masih kenal aku.... Ih... Seneng banget akunya...."
Ucap Putri dengan senang Karena Bibi mEngenali dirinya.
" Astagaa... Bener bener Puput kamu sudah Besar yaaa...."
__ADS_1
Ucap Bibi sekali lagi yakin ternyata Putri itu Puput. Sedangkan Aku masih gak percaya sama sekali.
" Rik, Aku gak di suruh masuk nih. Kok diem aja Ada Tamu Datang... Bi.. Erik sombong sekarang ya...!"
Ucap Putri seakan menyapaku yang dari tadi melamun memperhatikannya.
" Masuk Puput, masuk sini nak... Duduk. Kamu gimana sih Rik ada tamu loh ini. Ini kawan kecil kamu loh diA si Puput."
Ucap Bibi menegurku yang diam saja dari Tadi.
" Kamu Beneran Puput. Ya Put...?" ucapku yang masih gak percaya. Dan mencoba meyakinkan benar Putri itu puput.
" hehehe.. Iya lah. Puput atau Putri itu ya aku Rik. Masa kamu masih gak sadar sadar Juga Dari kemarin atau Tadi siang kita ketemu... Hah Payah. Katanya Kawan. Gimana."
Ucap Putri menjawab semua pertanyaanku dan meyakinkan kalau dirinya ya Puput kawan kecil aku yang aku kenal.
" ya Ampun Put kamu kenapa Gak Bilang sih dari Tadi malam kalau kamu Itu Puput. Reseh yaaa.... "
Ucapku yang senang kalua Putri itu PuPut yang aku kenal. Walau sedikit jengkel dengan keJahilanya Dia.
" Lagi Kamu Fokus aja Sih jadi Tukang Foto Tadi malam di acara pernikahan Doni..."
Ucap putri.
" ih beneran Ya dari Dulu sampai sekarang sifat Jahil kamu itu gak Ada berubahnya Ya..." dengan nada yang sedikit kesal bercampur senang aku menjadi greget.. Seketika tanganku ReFlek mengusap kepala Putri karena ini sering aku lakukan kebiasaan pada masa kecil bersama Puput saat dia menjahili aku dahulu.
" ihh... Songong ya... Kamu mulai berani sekarang megang megang kepala aku. Ih.. Sok kenal banget. Padahal gak pernah kenal sama aku juga kamu.! kalau aku gak kesini mah pasti kamu gak pernah sadarkan. Huu sok kenal"
Ucap Putri... Dalam ucapnya yang kesal namun tetap menanggapi candaanku dan karakternya dia beneearan Puput yang aku kenal.
Anak yang doayan cembetutan tan gemes tapi gak pernah marah kalau aku isengin kepalanya. Karena dia pernah bilang kalau dia gak suka dipegang kepalanya.
" iyaa... iyaa... Aku minta maaf. Maaf yaa... Maaf."
" yaudah Kalau kamu masih kenal sama aku coba ... Kamu tau gak apa minuman kesukaan aku...? " tanya Putri untuk memastikan Aku biar aku paham apa kesukaan minumannya.
" Oh ... itu mah Gampil... Kamu duduk dulu sini yaa... Temenin Bibi. Aku mau ke belakang, Aku mau ambilin minuman kesukaan kamu." Ucapku dan menyuruhnya untuk duduk menungguku mengambilkan minuman kesukaanya.
Akhirnya Putri menemani Bibi. Lalu aku meninggalkan mereka berdua untuk saling bercenkrama saling berbicara dengan pertemuanya bersama Bibi.
Tak lama Kemudian... Aku pun tiba datang membawakan minuman kesukaan Putri semasa kecil yang aku tau.
" tara ... Ini dia pesanan minuman Tuan Putri. Es teh manis dengan gula Dua sendok ajah."
Ucapku mempresentasikan minuman kesukaannya yang selalu dia bilang. Katanya minum es teh kalau gulanya Dua sendok makan pasti manis.
Putri ketika itu tersenyum tersipu saat aku masih mengingat minuman kesukaannya dikala iya semasa kecil.
" Alhamdulillah Bi, erik sudah gak amnesia sama Aku...!" Lapor putri berkata untuk bibi denga tujuan meledekku seolah aku melupakannya.
" enak aja amnesia... Mana ada aku lupa sama kamu Put." Ucapku membalas perkataan Putri.
" gak lupa Bi katanya, dia aja Gak sadar dari kemarin malam aku ketemu sama Dia. Sok sok inget aku Bi. Si Erik! Huu... Tukang Kewel." Ucap Putri nyinyir padaku dan melaporkanku pada Bibi perihal pertemuan Tadi malam.
" ya Kamu tau lah Put, mungkin Erik ini kemarin tidak sadar kalau kamu Puput yang di kenalnya waktu kecil. Kamu tuh sekarang kamu itu Cantik sekali nak. Kamu juga gak menceritakan kamu siapa sih. Jadi wajar aja dia gak mengenali kamu siapa. Bibi aja tadi ragu kalau kamu itu Puput. Tapi Bibi yakin kok kamu Puput soalnya kamu datang datang suruh nebak kenal kamu apa gak nya..." Ucap Bibi seakan membela aku dari ucapan Putri.
" Dengerin tuh apa perkataan Bibi... Huu...!
Balasku meledek Putri yang mendapat pembelaan dari Bibi.
" Ah... Bibi mah Curang bukan belain Putri. ! Jadi mulai nyebelin kan Nih nak Bi, sama Aku." Ucap manjanya dengan gemas.
" hehehee.... Wlee bodo... Cuekin."
__ADS_1
Sekali lagi aku meledeknya.
" udah Atuh rik, kok kamu kaya anak kecil. Gitu sih sama Putri. Udah ihh.."
Ucap Bibi memarahi aku dengan tingkah laku yang aku perlihaykan pada Putri.
" Hehehe... Marahin aja Bi... Emang enak.!"
Ucap putri yang menertawakan aku.
" Udah udah... . Put kamu baru pulang kerja apa Gimana.? " ucap Bibi menghentikan Candaan kami. Dan dia bertanya Pada Putri.
" iya Bi., aku Baru pulang kerja Memang sengaja mau mampir ketemu Bibi."
Ucap Putri
" Mau ketemu Bibi apa ketemu Erik? "
Tanya Bibi seakan meledek Putri.
" Mau Ketemu Bibi lah. Erik mana kenal aku. Huu...! " Ucap Putri denga sikap manja nya.
" eh Kok kamu Tau Rumah Kita Disini. Gimana Ceritanya...?"
Tanyaku yang sedikit penasaran karena Putri Tau Rumah aku dan Bibi.
" ya tanya Siapa lagi kalau Bukan sama Teman kamu si Doni. " jawab Putri seakan Cuek.
" ouhh pantes ... Eh. Diminum dong minumannya. Tar jadi agar loh kalau gak di minum Es tehnya." Ujarku dan menyuruhnya minum.
" glek glek ...heem jago juga kamu bikin minumam Rik. Makasih ya Minumannya."
Ujar Putri.
" siapa Dulu dong yang bikin... Huu.." ucapku dengan gaya sengak menyombongkan Diri.
Tak lama kemudian.
" Aku gak bisa lama disini Bi, Aku mesti Pulang Sekarang ya... Bi."
Ucap Putri seketika.
" loh Kok Buru buru amat Put kamu Pergi... Nginep disini aja Put...!"
Ucap bibi.
" Nanti deh lain Waktu Bi aku kesini lagi, Aku masih banyak Kerjaan Kantor. Soalnya Aku lagi gantiin posisinya Doni Sekarang di kantor Ayahku selama Doni Libur Bi."
Ucap Putri menjelaskan alasan kenapa dirinya Harus Pulang.
" iya Bi, Kasian Putri pasti kecapean perjalanan dia kerja aja Capek. Tambah dia lagi JadI Orang sibuk sekaramg di kantor." Ucapku menjelaskan pada Bibi.
" Ya udah bi, aku pamit ya . Rik aku pamit ya maaf Repotin kalian waktunya. Assalamualaikum " Ucap Putri Pamit kepada Bibi dan dia mencium tangan Putri layaknya Orang tuanya. Terus Pamit pulang Padaku juga.
" Walaikum salam ." Ucap salam kambali aku Dan Bibi pada Putri.
" Antar Nak Putri Rik kedepan bantu parkirin Mobilnya." Ucap Bibi menyuruhku untuk mengantarnya sampai keluar Rumah.
" Ayo Put..." ucapku mengajak Putri untuk mengantarnya.
Sesampainya Di Mobil. Putri yang sudah masuk kedalam akhirnya membuka jendela kacanya kemudian Berkata.
" Maafin aku Ya Rik... Gak Kasih tau akan Hal ini. Nanti aku dateng lagi kok. Byee..."
__ADS_1
Ucap Putri lalu meninggalkanku begitu saja.