
(Heem....? Kaya mobilnya Rudi. Kok bisa ada di kantor ini ya? Ah... Paling juga Mau ketemu sama Putri kali... !!! )
Resah aku bertanya dalam Hati.
" Triiing... Triiing... Tring...!!!
Tring... Tring... Tring...
Tring... Tring... Tring..."
Suara HP ku berbunyi.
" Rik, HP mu bunyi... Tuh. Angkat Dulu sapa tau telpon dari pacar kamu. Jawab gih."
Ucap Putri menyadarkanku dari lamunan ketika melihat Mobil Rudi berada di kantornya.
" hehehehe.... Mana ada Put, Perempuan sama aku. Orangnya cuek bodo amatan kaya begini siapa yanag mau. Ini mah paling telpon dari si Doni."
Ucapku seakan santai hadapi perkataannya.
" Emang iyaa,? Gak boleh begitu ngomongnya Rik, tar Juga Ada Jodohnya. Yang Penting sabar aja kamu nya. Ya sudah angakat telponya sapa tau penting."
Jawab Putri sedikit menasehatiku... Dan menyuruhku mengangkat telponku.
Pas aku lihat ternyata benar panggilan dari Doni.
" Halloo, assalamualaikum, ada apa Don. Gua Baru sampai kantor lu lagi nih. Maaf tadi gua gak ngabarin. Abis diajak Makan siang Gua sama si Putri . "
Aku mengangkat telpon dari doni dan menjelaskannya.!
" Oke Rik., Santai aja nanti klo udah sampe Rumah kabarin Takut gua Di Luar... Assalamualaikum "
Jawab Doni. Kemudian mematikan telponnya.
" wa'allaikumsalam..."
Ucapku
.
Kemudian kamipun turun Dari mobil.
" Put, Makasih ya... Maaf nih Jadi enak."
Ucapku berterimakasih pada Putri yang di teraktir makan siang olehnya.
" Ah kaya sama siapa aja kamu Rik..."
Ucap Putri menjawab perkataan ku.
" Yaudah... Aku langsung Buru buru ketempat Doni ya. Gak enakan takut dia nunggu lama."
Ucapku seakarln bergegas ingin meninggalkan Putri karena Doni sudah menunggu aku ditempatnya.
" yaudah, Hati hati kamu Rik. Jangan Buru buru Bawa Motornya ... " Ujar Putri mengingatkanku.
" Assalamualaikum."
Ucapku lalu meninggalkanya.
" Wa'alaikumsalam."
Ujar Putri. Lalu meninggalkanku.
Akhirnya kami pun berpisah. Aku menuju arah parkiran motorku. Sedangkan Putri bergegas masuk kedalam Kantornya.
Belum sempat aku sampai ke parkiran dimana motor ku berada. Lagi lagi sosok Rudi aku lihat melintasi Diriku. Dan melintasi diriku dengan Mobilnya. Sepertinya dia Tidak melihat diriku atau tidak begitu mengenaliku. Karena Pertemuan kami hanya pada Malam acara pernikahan Doni saja.
Aku masih penasaran ada apa sebenarnya... Aku yang Bingung masih belum Mengerti Hubungan kedekatan mereka seperti apa. Tapi 1 sisi aku juga tidak mau terlibat.
Jadi aku pun berupaya untuk tidak mau ikuti urusan mereka.
Sesampainya di parkiran motor . Aku pun pergi bergegas meninggalkan kantor tersebut. Ya begini lah kurier Dadakan mencari sesuap Nasi.
*****
kemudian Setibanya dirumah Doni....
" Ting tong... Ting Tong... "
Bell Rumah Doni ku bunyikan.
" Creekk.."
Pintu pun terbuka.
" Eh ... Mas Erik. Masuk mas."
Ucap Bi Ati.
Bi Ati menurut cerita dia adalah orang kepercayaan dirumah Doni. Yang sudah Cukup lama bekerja hampir 30 tahun di keluarga Doni.
" iyaa Bi... Bi Ati, Doni nya Ada Dirumah?"
Ucapku menanyakan Doni.
" hem... Anu Mas, Den Doni nya lagi keluar sama Non Dina. Dia mau beli apa Gitu pokoknya Bibi lupa. Dia Udah bilang kok Mas Erik bakal kesini. Dan katanya Disuruh tunggu. Itu sih pesenya Tadi sama Bibi."
Ucap Bi Ati dengan logatnya.
" oh begitu Bi. Ya sudah aku tunggu disini ya."
Ucapku
__ADS_1
" Bibi bikin Minuman Dulu ya... Buat Mas Erik, Mas Erik mau Minum Apa.?"
Ucap Bi Ati.
" Eh.... Gak Usah Repot repot Bi. Kaya sama siapa aja. Tar kalau aku mau juga Tinggal ambil sendiri. Udah Bibi Istirahat aja."
Ucapku kepada Bi Ati.
Aku di keluarga ini sudah terbiasa mengenal Bi Ati dan Ibu sama Bapaknya Doni. Jadi akupun gak perlu sungkan bermain dirumah Doni.
Sambil menunggu Doni aku melihat kontak Whatssap Putri.
Tiba tiba...
" DOOOR... "
AKU dikejutkan suara keras di Belakangku
" HAAHHH..."
Sontak aku berteriak..
" Hahahaha... Apalah kaka Ni, masih aja kaget tiap aku kejutin nih. "
Ucap Viona. Yang ternyata dialah orang yang menjahili aku dari belakang.
" Ah... Vio. Kamu Tuh kebiasaan Bikin kaget kaka setiap main kesini."
Ujarku
" Habisnya Kaka nih Fokus Liat HP aja aku liat." jawab Viona.
" Ihh kaka tuh mau kabarin Ka Doni mu Vio... Kamu nih jahil sekali orangnya."
Ucapku yang gereget akan tingkah Laku Viona yang Jahil.
" Halah... Bisa bisanya kaka nih bohong. Tadi sempet aku intip kaka tuh Lagi kaya Liat Foto perempuan." Ucap Viona kepadaku yang memergoki aku melihat Foto Putri.
" ihh.. Apa si nih anak . Anak kecil gak Boleh tau urusan Orang Dewasa."
Ucapku meledeknya.
" Aku bukan anak kecil lagi kak, aku itu sudah Besar. Aku udah kerja sekarang di Tempat Ka Doni. Masa masih dibilang anak kecil si ka.?"
Ucap Viona.
" sudah kerja.? Terus kenapa disini kok kamu gak kerja. " Ucapku pada Viona menanyakan dia dengan Heran.
" hehehe... Aku baru Pulang Tadi abis interview di kantornya ka Doni. Kerjanya Besok. Sambil Atur waktu kuliah juga ka. Aku kerja sambil Kuliah Soalnya."
Ucap Viona. Menjelaskan bahwa dirinya abis dari kantor Doni.
Aku kaget, karena aku tidak bertemu dengan dia disana...
" Memangnya kaka ni Datang jam berapa?. Akumah jam 9 pagi kesananya."
Tanya Vio dan memeberitahukan aku .
" Pantes Gak Ketemu. Kaka mah sampai sana Jam Setengah 12 siang Tadi. Hehehee... Ya gak ketemu lah."
Ucapku
" huuu kaka Erik gimanalah bisa ketemu. Aneh kau ka..." Ujar Viona.
" iya.. iyaa..! , jadi Kamu abis interview langsung main kesini. Terus gak pulang kerumah kamu?"
Tanya ku pada Viona.
" gak lah. Kan Deket kesini dari pada Rumahku ka. Biar nanti sorean aku pulangnya." Ucap viona.
" terus Om Tante pada kemana ini...?"
Tanyaku pada Viona yang menanyakan Ibu bapaknya Doni.
" ya ampun ka, mereka tu orang sibuk. Pasti pergi pergianlah ka. Om tante itu ada dirumah pasti Rada sorean ka."
Ucap Viona.
" NGEENGG..."
Tak Lama kemudian suara mobil berbunyi dari Luar Halaman RumaH Doni.
" Bi... Bi ATI... ! , aku minta Tolong Dong Bi... Di Mobil Masih banyak belanjaannya Dina Bi.!
Ucap Doni yang baru saja Pulang dan membawa belanjaan. Lalu memanggil Bi Ati untuk meminta tolong Padanya.
Suatu sisi Dina pun sama membawa kantung belanjaan juga.
" Ada Lagi ga, Belanjaanya Sini gua Bantuin."
Ucapku menawarkan jasa membantu Doni dan Dina.
" Masih Ada Rik, Minta Tolong ya gua."
Ucap Doni padaku.
" Den Doni, maaf Ya Bibi Lg Jemur baju Tadi..." Ucap Bi Ati saat aku bergegas membantu Doni.
" Eh... Ga usah bi. Biar aku aja yang Bantu Doni. Udah Bibi lanjut aja di Belakang."
Ucapku yang menahan langkah Bi Ati untuk membantu Doni.
" aa... Anu Mas Biar Gak Apa apa Bibi Bantuin aja Biar cepet." Ucap Bi Ati.
__ADS_1
" udah bi. bibi ga usah Cape cape. Biar aku yang Bantuin si Doni. Tanggung Jawab Aku kok ini mah. Udah Bibi di Belakang aja ya Lanjutin Tugas Bibi..." ucapku kepada Bi Ati. Dan merangkulnya dengan Baik untuk melajutkan Tugasnya supaya Bi Ati gak terlalu Capek mengerjakan Banyak Tugas.
" iya Bi. Baiarin aja Ada Si Erik ini..."
Ucap Doni memeprtegas meyakinkan Bi Ati untuk tidak Turut membantu dengan senyum dan Nada Ramah sebagai Majikan.
Dan akhirnya Bi Ati pun pergi kebelakang melanjutkan pekerjaanya.
" Dari Tadi Rik..." Tanya Doni.
" Yaa belum lama juga Gua Dateng. Lagi juga Ada Vio nemenin Gua Ngobrol Tadi."
Ucapku menjelaskan Kepada Doni.
" ouh... Awas Nanti Ade Gua Baper sama lu Rik, Fans Berat lu Tuh." Ucap Doni meledek aku.
" Gak lah... Gila, Gak Mungkin dia Naksir. Lagi juga emang karakter Tuh anak Supel sama Siapa Aja Don." Ucapku saambil berjalan meletakan sisahan belanjaan Doni.
" Disini aja Rik, Taruhnya Tar aku yang Rapihin di Kulkas." Ucap Dina Yang Dari tadi merapihkan Belanjaanya di Kulkasnya.
" makasih Ya Rik" Ucap Dina sekali lagi.
Kemudian Aku dan Doni beranjak Ke Ruang Tamu mereka. Disana Viona sedang bermain Game di Hp nya. Terlihat sesekali memperhatikanku.
" De, DaRi Tadi kamu ga Kasih Minum ka ERiknya. " Ucap Doni pada Viona.. Yang baru saja Selesai beain Game di HP nya.
" Oh iyaaa ka. Maaf Vio lupa tawarin Ka Erik ni' untuk Minum. Mau minum Apa Ka. Biar Vio Buatin." kemudian viona kaget saat kakanya menegurnnya , sambil menepuk jidatnya Viona salah tingkah. Lalau dia memberikan Perhatianya Untuk ku.
" ih kamu perhatian Banget si de sama Ka Eriknya Abangmu Ini ndak Di tawarin."
Ucap Doni meledek Viona.
Seketika muka Viona pun merah merona dan mengabaikan Doni begitu saja karena terbawa Suasana yang salah Tingkah. Dan kami pun ditinggalkan begitu saja.
" Tuh kan Rik ade gua salah Tingkah. Padahal gak tau lu mau minum apa."
Ucap Doni meledeku...
" apa Si Lu Don, jangan Begitu setan. Lu mah... kasian dia kalau lu begituin terus tiap Gua Dateng."
Ucapku yang membela Viona.
" hehehe... Iya Gua percaya Lu kok ga mungkin Naksir Vio. Udah Ada orang yang Lu Taksirkan."
Ucap Doni meledek ku sekali lagi.
" Eh... Siapa dih. Reseh banget lu. Jangan Gila Deh lu jangan Gosip Yang enggak enggak. " Ucapku sedikit penasaran seakan tau arah Pembicaraan Doni.
" dih... Kok Lu kayanya Paham Banget Apa yang Gua omongin. Jangan jangan Bener nih Felling Guaa...! Eheem.."
Lagi dan lagi Perkenyataan Doni yang menyebalkan terlontar kembali.
" Bukan Gitu, gua Tau Watak lu. Makannya gua Ngomong begitu. Pasti Lu ngarah ke Si Putri kan." ucapku spontan Keceplosan seakan Doni menuju pembicaraan Pada Putri.
" Alamak. Keceplosan kan lu. PD banget si Lu emang Gua mau ngomongin si Putri. Lu nya aja Rik ke PDan. Hehehehe "
terpingkal kaget Doni dengan Lontaran ucapanku yang mengarah ke Putri, lalu dia menertawakan Aku dengan senangnya.
" Reseh Lu... Setan. Gak Mungkin lah. Dia itu udah mau Meried Don."
Ucapku sedikit ngeGas karena malu di cengin sama si Doni.
" eh Rik, kalau Jodohmah Gak kemana. Gua Doain apa yang Lu mau bisa Terkabul."
Ucap Doni masih saja mengganggu ku.
" Udah Skipplah. Nih Flashdisk Lu."
Ucapku mengalihkan pembicaraan dan memberikan Flashdisk yang Disuruhnya Tadi.
" Iyaa... iyaa.. By the way. Makasih Ya gua udah Repotin Lu Hari ini Rik. " ucap Doni.
" Lebay Lu kaya sama Siapa aja." ucapku.
" hehehe... Sok asik lu. Tuh Udah gua Transfer... Yang kemaren sama Uang Bensin Hari ini Ya.! Tar cek aja Nominalnya... "
Ucap Doni.
" Percaya Gua , Kalau Kurang Tinggal gua Minta Sama Bini lu pusing banget..."
Ucapku dengan canda.
Kemudian.
" Ka, ini Airnyaa..." Viona Datang Dengan Membawa Es teh manis dan secangkir Kopi hitam.
" Wih... Rik. Viona Tau loh Selera Lu... Ade gua yang satu ini Pengertian banget Luar biasa bangga Abang sama kamu de."
Ucap Doni dengan nada yang sedikit meledeknya.
" apalh kaka ni... Jelas aku tau selera kalianlah. Adik siapa dulu kalau tidak tau selera kaka kakannya... " Ucap viona dengan bangga dan tersipu malu.
Lalu dia hendak pamit ...
" Eh mau kemana Dek... " Ucap Doni.
" Mau santai Di teras atas aja ka. Tak enak lah aku gangu kalian."
Ucap Viona dengan sedikit salah tingkah.
" Makasih ya Dee... " Ucapku untuk Viona.
" iya ka... Vio tinggal yaa.."
__ADS_1
Akhirnya Viona pun pergi begitu saja meninggalkan Kami.