
Tiba tiba....
" Mulai Akrab nih... EeeHHhhmmm..."
Ucap Doni mengejutkan kami...
Tawa kami pun terhenti ketika itu...
" eh... Udah Don... Ngobrolnya."
Tanyaku seperti acuhkan ucapannya yang meneybalkan seperti biasanya... Aku menganggapnya seperti tidaak ada apa apa.
" Udah kok... Biasa lah keluarga Cuma bahas prihal sesi Lempar Bunga. Kebetulan ada seponsor dari Om dia pengen kasih Hadiah buat gua. Mau ngasih doorprise buat tamu undangan. Padahal kami lupa memperhatikan acara ini. Tapi istrinya om gua ngingetin ini kebetulan dia yang punya WO nya jadi dia adakan dadakan."
Jawabnya menceritakan diskusi di meja sebelah tadi bersama keluarganya Doni dan Dina.
" untuk Para Tamu undangan... Marii kita berkumpul di depan stage pelaminan. Karena dari pihak mempelai ingin mengadakan Lempar Bunga siapa tau ini akan menjadi keberuntungan kalian bisa mendapatkan Hadiah Voucher liburan ke Paris dengan Pasangan kalian. Sebagai wujud simbolis kebahgian Dari rasa Syukur kedua Mempelai."
Ucap MC wedding memberitahukan perihal info yang dia dapat dari keluarga mempelai.
" Ayo Put, Rikkk , ikutan... Lumayan loh Kapan lagi... Klo gak salah ada IPh*ne 14 pro max dengan Voucher liburan ke paris."
Ajak Dina kepada kami berdua.
" gak lah paling aku liat liat aja dari Belakang..."
jawab Putri seraya dia tidak terlalu berminat.
" untuk kedua mempelai dipersilahkan naik keatas panggung."
ucap MC memanggil pangantin.
" yaudah Putri, Erik... Aku sama Doni duluan yaa..."
Dina pamit kepada kami untuk naik ke panggung .
" ayoo rik, Tumben lu gak mau. Lumayan sapa tau aja lu bisa dapat liburan ajak gandengan gitu ..." ledek Doni dengan gayanya.
" yaudah yang, biarin Mereka masih mau ngobrol kali... "
jawab Dina mengajak Doni dan beranjak meninggalkan Kami.
Dan akhirnya mereka pergi...
~•••~~~
Saat mereka pergi...
" Ayo Rik temenin aku liat liat dari belakang keseruan acaranya... Biar lebih dekat "
Pinta Putri seakan merasa sadar atau tidak. Dan aku merasa senang dalam hati walau sedikit tidak percaya. Tapi ini beneran kaya mimpi.
" Eeehh... Bener kamu mau liat..."
Ucapku memastikan ucapanya.
" iyaaa ... Ayo... " ujarnya
" plaakkk... "
Di tariknyaaa tanganku tanpa babibu lagi.
Secara reflek aku mengangguk seperti terhipnotis akan ajakannya yang menarik tanganku. Sungguh halus Tangannya ketika aku mersakan genggamannya.
Dan aku terbuai sampai tujuan yang iya arahkan. Kepadaku.
Sesampainya di belakang kerumunan pesta tamu undangan. Mereka yang sedang menunggu lemparan Bunga Bukket pengantin yang ingin dilepemparkan mempelai. Sedangkan kamu tidak jauh berjarak dari kumpulnya mereka.
Seneng bercampur bahagia. Dari sisi lain aku sedikit mencuri pandangan Putri yang greget bahagia liat keromantisan pasangan mempelai.
" Ihh... Mereka Romantis banget Rikk. Bangga kamu punya Teman seperti mereka"
Ucap Putri dengan GemasSss.
Aku yang fokus memandangnya tak mempedulikan Ucapannya.
" untuk kedua mempelai.... Siap...!!! "
SATU....
DUAAA.....
Tiiii........ GGAAAAAAA...
AKHIRNYA bunga pun dilempar dengan maenghadap belakang oleh Doni dan Dina.
Namun Sepertinya Lemparan Doni lebih kuat mengarahkan Dina. Sehingga Bunga itu terlalu tinggi.... Dan mejulang.
" TUUUUIIINGGGGGGG".
Paling Pikirku tidak mungkin sampai belakang.
Namun tetapi....???
__ADS_1
" SSSRRRAAKKKSSS...."
TANGANKU DAN PUTRI Spontan menanggakap Bunga itu dengan Cara Bersamaan. Karna kami gereget melihat bunga datang kearah kami. Kita pun seperti bergerak dengan sendirinya.
Akhirnyaaa.
Secara Reflek Putri memeluk aku...
" iiiihhhhkkk.... Rikkk kitaaa dapat Bunganyaa... Rikkk.... Kita dapattt Rikk..."
Tanpa disadari Putri memelukku dengan riang.
HEEHHH...???
Aku Terkejut dalam Hati. Dan reflek melepaskan Bunga itu. Dan bingung Harus berbuat apa ketika Putri Memelukku!.
Ntah ini Rezeki atau perasaanku yang sedang bermimpi.
" IYAAAA... BUNGA NYA SUDAH DI DAPATKAN... untuk pasangan Yang dibelakang Silahkan Maju kedepan. Silahkan Bunganya dibawa kedepan yaa..."
MC pun memanggil kami.
Aku yang masih Heran.... Bingung mau berbuat apa kepalaku celingak celinguk pasif...???
" Rikk... , eehhhh??? "
sapa Putri dan dia juga langsung terdiam ketika menyadari semuanyaa.
" Maaf ya rikkk... Aku reflek gak Sadar."
Putri senyum tersipu malu dan menundukan kepalanya. Seakan merasa malu akan perbuatanya.
" ehh... Gak apa apa kok....!!!"
Jawabku dengan janggung dan menggarukan kepalaku dengan salah Tingkah.
" ini Rikk kamu yang maju aja..."
Ucap Putri seakan dirinya masih merasa malu.
Mungkin dari kami tidak begitu mempedulikan ucapan MC yang dari tadi memanggil kami. Karna kami sama sama canggung apa yang harus kita lakukan untuk pertanggung jawaban sang bunga yang kita Dapat....
" IYYAAA... INI DIA PASANGAN YANG MENDAPATKAN BUNGA DARI MEMPELAI."
TANPA sadar. MC turun dan memegang Tangan kami berdua. Dan menarik kita berdua di tengah kerumunan tamu. Kita di iring layaknya pasangan tertangkap tangan.
Sungguh antara malu dan bahagia buatku.
Satu sisi aku merasa ga enakan sama putri yang merasa malu pada dirinya. Namun dia pun ikut melangkah bersamaku ketika Mc menarik kami.
" Wiidih ... widih... Bakal Ada yang nyusul nih"
Bisik Doni mengejekku di telinga.
" Ekkhhmm"
Batuk... Aku mendengar Doni mengucap.
Dan aku mengabaikan ledekanya.
Saat Turun panggung...
Dan akhir setelah kejadian itu. Kami saling canggung.bahkan bingung mau memulai dari mana percakapan kami. Sedangkan Doni dan Dina masih di atas panggung.
" Rikk,, ini hadiah buat kamu aja semuanya."
Ketika itu Putri membuka pembicaraan.
" ehhhh... Ga bisa gitu Put.. Kan kamu yang pegang terakhir." ujarku .
" Gak papa Rikk... Aku juga udah mau Pulang kok. Lumayan Rik HP nya bisa buat kamu komunikasi. Aku liat tadi di meja Makan Layar HP kamu sudah banyak yang Pecahkan..."
jawabnya dengan tenang dan senyum seakan dengan rasa Canggung dari Raut wajahnya masih terlihat.
" dasar anak Orang kayaa... Pasti gak butuhlah Hadiah Hadiah seperti ini... "
Ucapku dengan candaan cuek seakan tidak memikirkan kejadian saat lempar Bunga.
" Ehh... Bukan gitu.. ihhh..."
" PLAKK"
Ujar putri denga spontan sambil menepuk bahu sampingku..
" aaaaaDuuuhhhh.."
Aktingku dalam canda.
" ehhh sorry... Sorry Rikk... Sakiitt yaaa..."
Terkejut Putri dengan ekspressiku.
" engga dengg... Gak papa kok."
__ADS_1
Ucapku.
" iihhh nyebelinn banget..."
Matanya melotot dengan menahan senyumnya.
" Maafin Aku ya Tuan Putri..."
Ledeknya aku dengan sedikit merunduk seperti gaya orang jepang memberikan salam.
" udah ihhh... Malu tau..."
Gemass ... gayanya namun tetap senyumnya dia masih diberikan.
Akhirnya kami pun menikmati waktu dalam acara pernikahan Doni dan Dina. Serasa aku mengenal Putri begitu lama.
" TING NONG NENG... TINGGG NONG NENG"
" TING NONG .. NENG... TING NONG NENG.."
Nada dering pun berbunyi dari HandPhone Putri..
" Sebentar yaa..."
Putri akhirnya Melaju meninggalkanku untuk mengangkat Panggilan dari HPnya.
Dan akupun menunggu nya sendiri.
" Rikk... Si Putri mana..."
Doni menghampiri aku kembali ketika dia dari tadi mangajak bicara Tamu undangan yang lain.
" Lagi ngangkat telpon diaa... Don."
Ucapku.
" ouhh... !!!, Gua perhatiin dari jauh lu makin deket sama dia nih. Lu Naksir ga... Tar gua coblangin deh ... Bini gua pasti mau bantuin lu..."
Doni seakan meledekku dengan gayanya yang menyebalkan.
" Apasih lu... Dia itu cuma Orang baik Peaa... Gua bisa apa dodol... Dia tajir Mampus . Gua mana punya apa apa. Apa yang bisa gua lakuin coba. Dia juga bukan tipe Gua. Enaknya orang Kaya Putri itu di jadiin Temen aja... Hadehh... !!! "
Selayaknya orang Ganteng aku mengklarifikasikan diriku untuk sadar diri... Hanya batasan bisa mengagumi Putri sebagai teman baik yang pernah ku temui. Setelah Doni dan Dina.
" haaaaLaaahhh... Banyak aleesaann lu. "
Ledek Doni seakan nge'nyeee... Ucapanku.
" Awas di Ambil orang Tar nyesel lu... !!!"
Tagas sekali lagi ujar Doni.
Tibaa tibaaa Putri datang...
" Rikk, Don... Aku Pamit yaa..."
Ternyata Putri hanya ingin izin pamit kepada kami.
" eehhh buru buru amat Put Nanti aja sekalian kita. Emang kamu bisa pulang sendiri malam malam begini. Nanti biar Erik aja ya bantu kawal kamu"
Ucap Doni seakan cemas kepulangan putri di pestanya.
" ehhh.. Gak usah ... Aku di jemput kok..."
" masss ... Rudii sini ... maass."
Putri memanggil seseorang pria yang tidak jauh dari kami. Pria itu cukup gagah personalitynya.. Pekerja keras. Layak boss dengan kemeja Rapih... Dan berdasi. Hampir menyerupai gaya Doni . Aku yang semberaut pakain kemeja biasa melihatnya minder.
" kenalin Rik, Don. Ini Mas Rudi... tunangan ku. Insyallah dekat dekat ini kami akan menikah.
Nanti kalau undangannya sudah jadi saya kirim buat kalian ya... "
Ucap Putri mengejutkan kami berdua..
Aku layaknya tersambar petir. Lemas dan yakin memang selalu kalah dalam hal asmara. Cuma bisa menghela nafas Panjang. Dan terima kenyataan.
" Ruddi...."
ucap rudi menjabarkan tangannya padaku dan Doni.
Dan aku pun sebaliknya meprkenalkan diri padanya... Begitupun Doni.
" Mas Erik, Mas Doni aku pamit ya Bawa Putri pulang Takut larut malam. Besok aku juga masih banyak urusan di kantor takut kesiangan... Putri juga besok kan harus masuk BackUp Cuti Mas Doni kan."
Ucan Rudi seakan sombong. Atau Hanya perasaanku saja. Dari logatnya seperti meledek kami. Pokoknya pandanganku terhadap Rudi seakan kurang Yakin dengan pilihan Putri untuk jadi kekasihnya.
" Hmmm.... Kenapa aku ngerasa Cemburu yaa??? "
Gerutu dalam hatiku seakan gak yakin terhadap Rudi.
" Don aku titip salam Pamit sama Dina yaa... Maaf gak sempet hampirin dia. Kayanya dia lagi asik ngobrol sama kawanya....
Kami pamit yaa... Assalamualikum."
__ADS_1
Akhirnya Putri dan Rudi Pamitan meninggalkan gedung.
Sedangkan aku hanya berasa terbangun dari mimpi khayalanku. Apakah Ini yang dinamakan Hanya sebuah ANUGRAH SEMALAM....