ANUGRAH Semalam

ANUGRAH Semalam
SAHABAT KULIAH


__ADS_3

" CEKREEKKK,


CEKREEKKK,...


CEKKREEEKK"


Bunyi suara kamera Foto yang kuambil Saat pemotretan pesisir Wilayah Cilincing Jakarta Utara. Dimana tempat perkumpulan Taman Baca buat mereka yang sulit mengejar pendidikan di Usia Dini.


Aku yang menemukan kegiatan tersebut sengaja mencoba untuk mengambil Gambar. Karna ada ragam keindahan dari senyum mereka untuk mengenal kebahagian dari pendidikan.


" Kaa Doni... Ka Doni... Ini bacanya bener ga..."


Tanya seorang Anak Kecil pesisir kepada Doni. Saat itu pula aku belum mengenal Doni. Namun dari situ lah aku bertemu Denganya.


" Yang mana dit... "


Jawab doni. Sambil bertanya kembali Kepada Muridnya yang bernama Adit.


" yang ini loh kak, yang ada gambarnya..."


Jawab Adit Menjelaskan.


" Oh yang ini... Coba Kaka mau denger"


Ujar Doni bertanya.


" IBu ... PERGI Kepasarkan kaa... ?"


Jawab Adit dengan lantang seakan dia sudah lancar membaca.


Terepukau hebat Doni saat mendengarnya.


"Wah Hebat kamu Dit... Kamu udah bisa Bacaa... "


Doni kagum akan kehebatan Adit saat itu.


NAMUN. selang Doni memuji Adit, Aditpun menjelaskan dirinya kepada Doni.


" Yeyy... Aku bisa bacaa... Padahal Aku cuma liat Gambarnya Ibu lagi belanja. Loh ka....!!! Yeeyyy aku bisa baca.. . YESS. "


spontan adit menjelaskan.


" HUAAAAAHHHAAAAHHAHAHAHAHHH""


tawaku dengan terpingkal


Karna Aku yang memperhatikan mereka berdua yang tak sengaja mendengar akan Hal ini Langsung terTawa Terbahak.


" Hadeh,, Bukan begitu Adit. Sini kaka jelasin. Biar kamu kenalin Hurufnya dulu ya."


Dengan Sabar dan menarik nafasnya Doni menjelaskan Adit membaca dengan baik.


Waktupun usang dalam pembelajaran karna matahari mulai terbenam.


Aku yang masih disana langsung menyapa Doni. Dengan laga sok Asik Mengenalinya.


Karna dia satu kelas denganku di kampus.


" Doni, Lu Satu kelas di kampus gua juga kan lu..."


sapaku saat itu ke Doni.


" Ehh... Kok lu kenal gua. Emang iya lu satu kelas sama Gua yaa...?"

__ADS_1


Tanya doni seakan kaget sama sapaanku yang sok Asik untuknya.


" Lu anak BSI Rawamangun juga kan jurusan informatika "


Jelasku padanya.


" Eh... Iya kok gua gak pernah liat Lu yaa. "


Jawab Doni.


" Iyaa gua duduk pojok paling belakang kelas. Gua juga Jarang masuk Don. Gua sering liat lu paling Depan. Kenalin Gua ERIK"


aku yang berupaya menjelaskan pada Doni sekaligus mengenalkan Diriku.


" oh... Sorry yaa. Gua ga engeh. Klo lu satu kelas di kampus... Maaf yaa. Maaf banget. "


Doni menjawab seakan tidak enak karena tidak mengetahui diriku satu kelas denganku di kampus.


" Santai aja Don, by the way... Nih kelas lu yang buka... Apa Gimana don...? "


Dengan rileks aku tanggapi pernyataannya. Dan aku mencoba bertanya prihal Taman Baca disini.


" ouuh... Ini mah.. Anak anak rekan kawan gangan Gua aja. "


Jawab Doni dengan akrab.


" Udah Berapa lama lu buat... ?, ada setahun ya... !!! " tanyaku layaknya sang wartawan.


" apaan Baru Dua Bulan Taman baca ini gua buat... " jawab Doni.


" gua boleh nanya gaaa? " tanya balik Doni.


" apaan... " jawabku.


Tanya Doni seakan mengintrogasi balik diriku.


" Hmmm... Pengennya sih gua jadi wartawan. Tapi Cuma mimpi... Lah.


Gua disini iseng Hoby Foto Foto aja suasana Langit sore. Eh Gak sengaja Nemu bocil pada nyeker bawa bawa pensil Buku ramean. Gua ikutin malah ada pembelajaran Ruang terbuka. Ya iseng iseng gua jepret antusias anak anak disini aja. Gak sengaja gua malah liat lu Tadi. Di kewelin bocah... Ngakak gua liatnya... "


Jawabku memperjelas keberadaanku melihatnya.


" Ouhhh... Kirain lu stalkerin gua...! " jawabnya dengan PD.


" Hmmm.. nyeselin Juga lu yaa... Pikir gua kaya Tadi. lu ramah gitu, sopan ngajar anak anak pas gua liat... "


Sindirku dengan candaanku.


" ya Bedalah... gua kan ultramen. Bisa berubah Wujud. "


Balasnya seakan kami saling akrab.


" Ahhh... Suee lu... "


Ujarku.


Semenjak perkenalan itu aku dan Doni saling akrab. Doni biar menyebalkan dia tetap Baik Hati. Kami menjalin persahabatan hingga Lulus Kuliah.


Saat Wisuda kuliah.


" DON... DONI... Foto sini bareng. Om... Tante... Pinjem Doni nya boleh.. Buat Foto bareng aku yaa... " ledekanku kepada Bapak dan Ibu nya Doni.


" bawa aja Rikk... Udah ga Butuhin juga kok sama Om sama Tante.... " jawab Bapaknya Doni seakan meledek anaknya.

__ADS_1


" Ayo Rikk Foto... Nyokap Bokap gua Jahat."


Balas Doni dengan candaannya buat Bapaknya.


Doni kebilang anak kesayangan Bapak dan Ibunya. Dia anak Tunggal semata wayang dikeluarganya. Namun sangkin dekatnya mereka, Orang tuanya menganggapnya layaknya Teman. Kedekatan mereka membuat aku iri. Sedangkan keluarga ku sudah Tiada. Aku banting Tulang demi mengejar pendidikan. Sedangkan aku hanya di rawat Oleh Tanteku sendiri.


Itu juga tersisa dari keluarga ibuku.


Keluarga dari bapakku mereka tidak peduli akan keberadaanku bagaimananya aku.


Selang kami berfoto....


" sayang... Selamat yaaa... "


Aku bingung bertanya tanya siapa perempuan saat itu menghampiri Doni.


Perempuan cantik membawa Bunga bukket untuknya. Dan memeluknya. Di hadapanku.


" Rikk kenalin... PACAR GUA , Dina. "


Ujar Doni memperkenalkan Dina saat itu padaku.


" Wihh... Kok gua gak engeh sih... Lu punya cewek secakep Dina. Din gua Erikk... Temen kampusnya ya bisa di bilang sahabatlah selama ngampus. "


Ujarku sok Asik dan memeperkenalkan diriku untuk pertama kalinya bertemu dengan Dina.


" iya Aku tau kok. Doni sering cerita tentang kamu... Klo aku lagi ngobrol pasti ngasih tau kamu terus Dia. "


Jawab Dina.


" eehhh... Ngomongin apa lu... Sama si Dina... "


Tanyaku kepada Doni.


" Keppo lu... Mau tau aja. "


Doni dengan Candaannya menjawab.


" Makannya Lu punya Cewe Rikk biar ada yang kasih bunga... "


Tegasnya sekali lagi dengan gaya super nyeselin nya.


" Dih songong songong... Liat aja Nanti pasti gua dapet Bidadari. Lu bisa kenapa Gua enggak. "


Jawaabku seakan mengeles dari ejekannya.


" iyaaa. Yaaa... Percaya percaya... Yaudah mending lu Fotoin gua sama Bokin gua dulu. Sapa tau aja Bisa jadi kenang kenagan buat lu. Terus kenyataan tuh doa lu gara gara Fotoin kita "


jawab doni dengan sindirannya yang masih tetap nyeselin.


Dina sosok kekasih yang baik buat Doni. Begitupun sebaliknya. setelah aku mengnalnya mereka ternyata menjalin Hubungan cukup lama dari masa SMP.


Mereka saling mengerti satu sama lain.


Dan sama sama cinta pertama bagi mereka.


Aku yang menjadi sahabatnya Cukup senang dan Bahagia memiliki Teman seperti mereka.


Kebanggaan Buatku mengenal Doni. Dia punya semangat juang yang tinggi akan meraih keinginannya. Konsisten dalam berbagai banyak hal. Baik pendidikan, Asmara, ataupun kerjaan yang ingin iya raih demi masa depanya . Dan Sifat prilakunya selalu jauh lebih Unggul dari pada aku. Ya... Walaupun terkadang nyeselin dari setiap ucapannya. Dia juga selalu junjung tinggi kesederhanaan gaya dia bergaul dalam lingkup mana pun. Tak Heran jika dia menjadi yang seperti ini. Dengan keberhasilan yang dia raih.


Itulah DONI...


Aku bangga menghadiri pesta pernikahan di Acaranya. Walaupun dia memanggilku sebagai tukang Foto di acara pernikahan nya sekarang. Mungkin dia tau kalau aku miliki potensi buatnya. Dan dia tau kalau dia ingin membantu aku bukan dengan cara yang Cuma Cuma. Sebab aku juga bukan tipe orang yang mau diberikan belas kasih, Dia dengan santai membiarkanku bekerja Profesional. Dan aku di istimewekan sekarang layaknya keluarga baginya. Diajaknya aku duduk di Bangku VIP dalam pestanya. Secara tidak langsung dia ga memposisikan spesial. Karena aku tau anak ini sangat menyebalkan. Dia Gak mau bilang secara langsung padaku kalau dia menempatkanku khusus sebagai tamu pribadi di Acaranya...

__ADS_1


__ADS_2