ANUGRAH Semalam

ANUGRAH Semalam
KEBOHONGAN DEMI KEBAIKAN


__ADS_3

Aku meninggalkan Putri Di Restoran untuk menjalankan ibadah Sholat Dzuhur.


Entah kenapa sudah biasa aku begitu mendengar Adzan pasti selalu gak mau meninggalkan sholat. Sudah bawaan dari kecil ke2 orang tuaku mendidiku akan Hal itu.


Sesudah sholat aku bergegas meninggalkan masjid terdekat dari retoran di tempat ku dengan Putri singgah makan siang.


Namun sepintas aku Melihat Seseorang Pria gagah Nantampan dengan Karismatik . Diia Melintasi aku dari belakang. Namun posisinya tidak melihatku. Orang itu ku kenal dengan jelaS bertemu dengan perempuan.


Lelaki itu Tidak lain Adalah Rudi Tunangan Putri.


Sontak aku kaget dan Tidak percaya... Dia merangkul dan mencium Jidat perempuan itu. Dan membawanya masuk kedalam Mobilnya. Lalu meninggalkan tempat yang tidak jauh dari pandanganku.


Aku coba memastikan mataku untuk meyakinkan. Apa itu Rudi atau bukan yang tadi malam datang menjemput Putri pada Pesta Doni Tadi malam. Soalnya aku pun baru Pertama kali melihat Rudi Tadi malam.


Ternyata benar Orang itu Rudi jelas jelas Rudi. Karena melintasi tempatku yang tidak jauh untuk membayar uang Parkir yang tidak jauh tempatnya berkunjung dari Restoranku bersama Putri.


" kok bisa Rudi seperti ini yaa... Benar Putri dalam Ceritanya ternyata.! Apa aku harus menceritakan ini pada Putri yaa...? Apa jangan jangan Tadi dia Habis bertemu dengan Putri." pikirku saat melihat Rudi di depan mata kepalaku sendiri.


Namun pikirku buruk takut Putri bertemu dengannya. Aku buru buru bergegas lari untuk bertemu Putri.


Sesampainya di tempat duduk Putri menunggu. Ternyata aku lihat Putri sedang berbincang Di HP nya dengan seseorang.


Seolah tidak terjadi apa apa. Alhamdulillah fikirku setelah melihat Putri.


" Aman kok aman ... Dia juga baru selesai Sholat nih. Yaudah aku Pinjam dulu ya si Erik.... Hehehe. Iya yaudah. Waalaikumusalam. "


Ucap Putri pada percakapannya di HP dan Mematikan HP nya saat aku Bertemu dengannya.


" Put kamu gak apa apa kan...?"


Tanyaku dengan Raut bingung.


" ada apa sih... Tumben nanya begitu. Kayaknya serius sekali.!" jawab Putri dan berbalik Tanya.


(Hmmm... Apa aku harus ceritakan pada Putri ya. Apa yang aku lihat Tadi. Tapi nanti Hubungan mereka menjadi... !!! Ahh... Tidak tidak. Aku gak mau terlibat urusan mereka)


Ucapku dalam Hati.


" eh... Kok ngelamun begitu.. Kenapa sih Rik...!" tanya Putri sekali lagi di kala dalam lamunanku dengan Heran.

__ADS_1


" eh.. Gak apa apa kok. Kaget aja... Takut kamu Hilang. Tar aku di marahin Sama Doni sama Mas Rudi mu.." ucapku sedikit berbohong dan menyembunyikan apa yang aku lihat.


" Haalaahh kaya apa aja kamu tuh... Lebay banget. Emangnya aku tuh anak kecil apa."


Ujarnya dengan santai.


Aku masih terdiam.


" Udah sini duduk Rik. Ngapain kamu berdiri begitu. Makanan udah datang barusan tuh. Nanti keburu dinginloh. Kamu memang mau jadi security Restoran ini yaa...?."


Ujar Putri dalam Diamku.


" eh... Maaf ... Maaf., ... Tadi siapa yang Nelpon... Put?. Kok bawa bawa aku!."


Aku bertanya seolah melupakan peristiwa ini.


" ouh tadi yang Nelpon Itu. Cs kamu. Siapa lagi kalau bukan si Doni. Dia cuma menanyakan kamu sudah tiba disini apa belum. Perhatian juga dia ya sama kamu."


Ucapnya dengan senyuman manisnya yang seolah Hari ini dia tidak ada Raut sedih sama sekali akan peristiwa yang di derita.


" Ouh si Doni... Yaelah si Doni Perhatian Dari mananya. Diakan lagi Panik mau minta ambil FlashDisk buat kerjaanya. Makanya Nyuruh aku kesini. Gimana si Bu. Hadehh."


" Oh iyaa.. Nih Ambil FlashDisk nya Doni. Tar aku kelupaan lagi."


Sambil membuka dompet yang ada di dalam tasnya kemudian Putri memberikan Flashdisk itu padaku.


" hehehee.. Tuhkan untung aja aku ingetin tar yang ada aku lupa ngambil dari kamu gara gara kesenangan di ajak makan sama kamu lagi. Bisa berabe nanti dah kalau di marahin sama tuh bocah (Doni) . " Ucapku sambil mengambil Flashdisk yang diberikan oleh Putri.


" Yaudah dimakan itu makanannya. Rik."


Ucap Putri .


" SIAP BU... " Dengan salam Hormat aku pun makan santapan yang sudah dihidangkan.


Ternyata sungguh berbeda makanan Yang di pesan Putri. Ini daging ayam kaya Fried chiken tapi texture nya lembut banget dan ada kejunya di dalamnya aku tidak merasakan tulang sama sekali saat aku potong.


"Orang bisa aja bikin makanan kaya begini ya. Pantes Mahal Harganya... Rasa ayam tapi Daging semua.loh ini ga ada tulangnya."


Ucapku pada putri seolah kampungan.

__ADS_1


" hehehe... Itu namanya daging Fillet Rik. Hanya dagingnya aja yang di olah. Banyak kok yang Jual di mini market "


Jawab Putri sedikit tersenyum manis mendengar ucapanku sambil menutup mulutnya.


" oaalah.. Maaf yaa.. Norak."


Ucapku secara canggung dan sedikit malu atas tindakan ku.


Aku dan Putri akhir bercanda canda seakan aku melihat Putri Menutupi kesedihannya.


Tapi satu sisi aku takut kenyamanan suasana seperti ini . Jujur aku masih belum paham akan kedekatan Putri yang Begitu terbuka menerimaku sebagai Teman.


Aku mengetahui bahaya di Posisi ini. Jelas dia Tunangan Rudi dan aku tidak ingin terlibat begitu mendalam akan Hubungan pertemananku bersama Putri. Takut aku dianggap Peran jahat dalam hubungan mereka berdua nantinya apa kata orang orang.


" Put... Kamu masuk jam berapa.. ?


,Jam istirahat kamu Entar kelewat loh? "


Tanyaku sedikit berhenti mengalihkan ke asikan dalam susana obrolan kami.


" Apa sih Rik, apa yang Perlu di cemasin. Memangnya aku Pekerja di perushaan itu..."


Ucapnya.


" oh iyaaa yaa... Kamu kan pemiliknya. Maaf lupa saya." ujarku menepuk jidat.


" lagi juga jam istirahat itu 1jam. kita baru 45 menit... Bentar lagi perjalanan itu gak sampai 10 menit juga kita udah Di kantor. Tenang aja aku juga ikut imbangin SOP yang dibuat juga, biar karyawan yang lain pun ikut disiplin denganku juga."


ucapnya dengan jelas menunjukan sisi Leadership yang teladan unutuk di contoh.


" Luar biasa kamu Put... Bangga karyawan kamu pasti punya Pemimpin seperti kamu."


Ucapku Pada Putri yang Bangga Padanya.


Akhirnya kami Pun selesai menghabiskan Hidangan kami. Dan Putri membayar pesanan nya dengan Memberikan pelayan kartu ATM berwarna Emas. Yang aku tau kartu itu cuma orang orang kelas menengah atas. Dan transaksi pembayaranpun selesai. Pelayan pun memberikan kembali kartu milik Putri. Aku tidak begitu mengerti sistem pembayaran orang orang kaya. Jadi tidak begitu aku perhatikan. Yang jelas Putri mengambil dompetnya mengambil uang 100rb selembar dan meletakanya dalam Tutupan Bill dan meberikan pada Pelayan Restoran Tersebut. Setelah dia mengmbalikan Katu ATM nya pada Dompetnya.


Dan kami beranjak kembali kekantornya...


Kembali Aku terkejut dengan melihat suatu mobil yang Pikirku sama persis yang aku lihat Tadi.

__ADS_1


__ADS_2